
Andre,Marcel dan Samuel tengah makan siang di kantin kantor pratama grup.
Semua karyawan wanita sesekali mencuri pandang kepada ketiga pria tampan itu.
Karyawan wanita yang lainnya mengurungkan niatnya untuk makan siang di tempat lain saat mendapat pesan masuk dari grup,mengatakan ke tiga pria tampan ada di kantin kantor.
Mereka berbondong-bondong untuk datang ke kantin untuk sekedar cuma minum dan mengobrol saja.
''Kemana bos tampan kita itu ?'' tanya salah satu karyawan wanita sambil berbisik.
''Dari tadi Aku tidak melihatnya setelah pengenalan bos baru kita ,'' sahut rekan satunya saat tidak melihat pria yang sering bersama Andre.
Ya tadi pagi Andre mengenalkan pada semua karyawan dan staf di perusahaan siapa sebenarnya Ceo dan pemilik asli perusahaan PRATAMA GRUP.Setelah perkenalan itu Ceo perusahaan mereka langsung meninggalkan gedung kantor.
Kembali ke tiga pemuda tampan yang sedang menikmati makan siang mereka.
''Di mana Re ? Aku tidak melihatnya ?'' tanya Marcel sambil menatap Andre.
''Pasti dia sedang bersama istrinya ,'' sahut samuel keceplosan sambil meminum kopi yang ada di hadapannya.
''Uhuk...uhuk....,'' Marcel tersedak makanannya dan segera mengambil air putih yang ada di depan Andre,
Sedangkan Andre.
''Byur ,'' Andre menyemburkan kopi yang baru di minumnya.
Andre dan Marcel saling terdiam dan memandang Samuel yang belum sadar apa yang barusan Ia ucapkan.
''Sam,apa maksudmu ?'' tanya Andre sambil mengerutkan keningnya.
Samuel pun tersadar dengan apa yang di ucapkannya tadi,Ia merutuki dirinya yang keceplosan saat berbicara.
''Sam,cepat katakan ,'' hardik Andre yang melihat Sam diam saja.
Samuel menghembuskan nafas panjang.
''Baik-baik Aku akan mengatakannya ,'' Samuel menjeda ucapannya.
__ADS_1
Sedangkan ke dua sahabatnya mendengarkan dengan serius.
''Re sudah menikah kemaren ,'' lanjut Samuel meneruskan ucapannya.
''Apa dengan putri Wijaya ?'' tebak Andre.
''Ya benar ,'' jawab Samuel.
''Siapa ?'' tanya Marcel sambil mengerutkan keningnya.
''Adik Naya ,'' jawab Samuel yang mengerti kekhawatiran Marcel.
''Syukurlah ,'' sahut Marcel bernafas lega.
''Bagaimana bisa dia mau menikah dengan Re ?'' tanya Marcel yang masih bingung.
''Kau tahu sendiri bagaimana Re,kalau sudah menjadi keinginannya pasti terlaksana .'' jelas Samuel.
''Dengan cara mengancam gadis itu ?'' tanya Andre yang tidak menyangka rencana itu terjadi.
''Kau hubungi dia Dre,suruh dia datang ke kantor ,'' pinta Marcel sambil menatap Andre yang sedang meminum kopinya kembali.
...****************...
Sedangkan di restoran milik Re.
Semua karyawan menunduk hormat saat pemilik restoran datang berkunjung.Seorang manager menghampiri Re dan Erli,dan menggiring mereka ke ruangan VIP yang sudah di pesan oleh Re.
Manager itu membuka pintu dan mempersilahkan masuk Re dan Erli.Erli menatap kagum interior yang ada di ruangan ViP.
Setelah memastikan Re dan Erli duduk, manager itu menepuk tangannya,dua orang pelayan datang dengan membawa baki berisi makanan dan minuman di tangan mereka.
Erli meneguk air liurnya saat melihat makanan lezat yang di suguhkan di atas meja.
Setelah itu ke dua pelayan keluar dari ruangan setelah menyelesaikan pekerjaannya,
''Tuan,Nyonya,silakan di makan menu andalan di restoran kami ,'' ucap Manager itu sambil membungkukkan badannya.
__ADS_1
Erli tersenyum menanggapi ucapan manager itu.
Sedangkan Re menganggukkan kepalanya,dan mengibaskan tangannya agar manager itu segera keluar dari ruangan itu.
Manager itu pun mengerti dan langsung keluar dari ruangan VIP itu,dan segera menutup pintu.
''Siapa yang akan menghabiskannya ?'' tanya Erli sambil melihat banyaknya makanan yang tersaji di atas meja.
''Tentu saja Kau,siapa lagi .'' Sahut Re sambil menuang anggur ke dalam gelasnya.
''Aku tidak mampu menghabiskannya .'' Ketus Erli.
''Makan ,'' titah Re.
Erli mengerucutkan bibirnya dan Ia pun segera memakan makanannya karna sedari tadi perutnya demo minta di isi.
Re menyunggingkan senyum tipis saat melihat raut wajah kesal istrinya.Re pun meminum anggur yang baru saja di tuangnya.
''Abang tidak ikut makan ?'' tanya Erli saat melihat Re cuma minum anggur saja dan menatapnya.
''Abang sudah kenyang hanya melihatmu makan dengan lahap ,'' jawab Re tanpa mengalihkan perhatiannya menatap wajah Erli.
Erli tersenyum kecut saat mendapat jawaban dari Re,itu mah bukan jawaban tapi gombalan,pikir Erli.Erli pun kembali makan tidak peduli Re terus menatapnya.
Tiba-tiba
Blush
Pipi Erli bersemu merah saat jempol tangan Re mengusap ujung bibirnya.
''Ada sambal di ujung bibirmu ,'' ucap Re.
Tanpa ada rasa jijik Re mengemut jempolnya yang bekas sisa sambal di ujung bibir Erli.
Erli terdiam dan melotot saat melihat Re mengemut jempol yang bekas mengelap sambal di bibirnya.
''Kenapa dia seksi sekali ,'' gumam Erli menatap bibir Re.
__ADS_1