
Taksi yang di tumpangi oleh Tasya berhenti di gerbang rumahnya.Tasya bergegas turun dari dalam taksi setelah membayar argo taksi.
Pak satpam yang bertugas membukakan pintu gerbang menatap heran wajah Tasya yang seperti sehabis menangis.
Tasya langsung berlari masuk ke dalam mansion mewah milik keluarganya.
Bibi yang baru keluar dari dapur menatap heran Nonanya yang langsung menaiki anak tangga tanpa mengganggunya.
''Non Tasya kenapa Mbok ?'' tanya pelayan wanita yang baru keluar dari tempat pencucian.
''Mana Mbok tahu Lis ,'' jawab Mbok Jum mengendikkan bahunya.
Pelayan wanita yang bernama Lis itu menganggukkan-anggukkan kepalanya.
''Sudah sana lanjutkan pekerjaanmu ,'' suruh Mbok Jum kepada gadis yang baru menginjak usia 19 tahun itu.
Lilis pun kembali masuk ke ruang pencucian.
Lilis gadis berusia 19 tahun itu baru bekerja di kediaman keluarga pratama baru satu bulan.Mbok Jum yang kasian melihat Lilis menjadi buruh cuci di kampungnya,akhirnya mengajaknya bekerja di kota.
Mbok Jum lalu melanjutkan kembali pekerjaannya di dapur.
Sedangkan Tasya langsung masuk ke dalam kamar dan menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur.
''Bryan jahat hik...hik...,'' ucap Tasya di sela-sela tangisannya sambil memukul bantal yang ada di sampingnya.
Tidak lama kemudian karena kelelahan menangis,akhirnya Tasya tertidur sambil tengkurap.
__ADS_1
Ting..tong..ting..tong..
Suara bel rumah berbunyi.
Mbok Jum menghentikan aktifitasnya,
''Lis tolong buka pintu itu ,'' suruh Mbok Jum saat melihat Lilis yang baru masuk ke dapur.
''Iya Mbok ,'' jawab Lilis.
Lilis pun berbalik dan menuju pintu utama ingin melihat siapa tamu itu.
Lilis pun membuka pintu dan menatap kagum pada wanita cantik di depannya.
''Cari siapa ya Mbak ?'' tanya Lilis pada wanita yang berdiri di teras.
''Kamu pembantu baru di sini ?'' tanya Wanita itu balik sambil menatap gadis yang memakai pakaian yang menurutnya lusuh dengan tatapan mencibir.
''Pantesan Kamu tidak tahu siapa Saya ,'' ketus Wanita itu sambil bersedekap dada.
''Memangnya Mbak ini siapa ?'' tanya Lilis yang memang tidak tahu siapa Wanita yang menurutnya menyebalkan.
Wanita itu menatap remeh pada gadis yang baru di lihatnya,tanpa mengatakan apa-apa Wanita itu langsung menerobos masuk melewati gadis yang berdiri menghalangi jalannya.
Gadis itu memegang bahunya yang sengaja di tabrak oleh Wanita itu.
''Siapa sih Wanita itu?seperti pemilik rumah ini saja .'' Gerutu Lilis sambil menutup pintu.
__ADS_1
''Eh Non Rara,mau ketemu Den Hendra ya ?'' tanya Mbok Jum yang baru keluar dari dapur dan melihat Rara berdiri di ruang keluarga.
''Hmm ,'' jawab Rara dengan berdehem.
''Mbok Hendra ada di kamar,kan ?'' tebak Rara sambil menunjuk lantai di atas.
''Iya Non ,'' jawab Mbok Jum.
''Mbok siapa sih wanita itu ?'' tanya Lilis sambil menunjuk wanita yang sedang menaiki anak tangga.
''Oh Wanita itu,tunangan den Hendra .'' Sahut Mbok Jum sambil menatap punggung Wanita itu yang berada di lantai dua.
''Cantik,kan ?'' tanya Mbok Jum tanpa mengalihkan perhatiannya pada Wanita itu.
''Cantik sih cantik, tapi menyebalkan .'' Jawab Lilis.
''Kalian lagi ngomongin tunangan Den Hendra ya ?'' tebak Wanita yang kira-kira usianya sudah mencapai usia 30 tahunan.
''Mirna,kamu ngagetin Mbok aja .'' kesal Mbok Jum melirik mirna yang berdiri di pintu belakang.
''Maaf Mbok tidak ada niatan Mirna untuk ngagetin Mbok ,'' jawab Mirna dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
''Sana Lis buatin minum untuk Non Rara ,'' suruh Mbok Jum menatap Lilis yang ada di sampingnya.
''Sudah biar Mirna aja Lis yang buat minum untuk Non Rara ,'' cegah Mirna saat melihat Lilis akan beranjak dari tempatnya berdiri.
''Makasih ya mbak Mir ,'' ucap Lilis melihat Mirna yang akan masuk ke dapur.
__ADS_1
Mirna cuma menganggukkan kepalanya.
Mbok Jum dan Lilis masuk ke rumah belakang di mana para pembantu dan para pekerja lainnya tinggal.Mereka semua tinggal terpisah di mansion utama.