
Naya masuk ke dalam kamar dan melihat Sandi sedang duduk di atas ranjang dan menatapnya dengan tajam.
''Siapa Pria itu Naya ?'' tanya Sandi saat Naya akan masuk ke dalam kamar mandi.
''Pria yang mana ?'' tanya Naya balik tidak menjawab pertanyaan dari Sandi.
''Tidak usah pura-pura tidak tahu Naya ,'' ketus Sandi.
''Apa maksud Kamu,Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud Kamu ?'' tanya Naya yang pura-pura tidak tahu apa maksud pertanyaan dari Sandi.
''Siapa Pria yang Kau temui di parkiran kantor tadi ?'' ucap Sandi mengulangi pertanyaannya.
''Oh,Dia Pria yang sudah memenjarakan Papa ,'' jawab Naya yang tidak mengatakan bahwa Pria itu adalah Re.
''Jangan bohong Naya ,'' hardik Sandi sambil mencengkram rahang Istrinya.
''A..pa maksud Kamu Sandi ?'' tanya Naya sambil berusaha melepas cengkraman tangan Sandi yang mencengkram rahangnya.
''Kamu pikir Aku bodoh Naya,Aku lihat dengan mata kepalaKu sendiri Kamu menggoda Pria itu .'' Geram Sandi sambil melepas cengkraman tangannya yang mencengkram rahang Istrinya.
Naya terdiam dan terkejut dengan apa yang di ucapkan Sandi.
''Kamu ingin tahu siapa pria itu ?'' tanya Naya sambil menatap tajam Sandi.
__ADS_1
''Apa Dia selingkuhan Kamu ,'' tuduh Sandi.
Naya tersenyum tipis saat Sandi menuduhnya selingkuh.
''Jawab Naya,kenapa Kamu cuma diam !'' bentak Sandi yang melihat Naya cuma diam.
''Terserah Kamu mau nuduh Aku apa, yang jelas Aku sudah muak hidup dengan Kamu,Aku ingin bercerai dengan Kamu .'' Ucap Naya.
Sandi terkejut dengan apa yang di ucapkan Naya,Ia tidak habis pikir kalau Naya ingin berpisah dengannya.Padahal selama ini Naya sangat mencintainya dan mengabulkan apa saja permintaan dari Sandi.
''Tenang Sandi,Naya tidak mungkin ingin berpisah dengan Kamu karena Dia sangat mencintaiMu .'' Ucap Sandi dalam hati.
''Oke Sandi Kamu harus mengalah demi harta Naya dan keluarganya yang sebentar lagi berpindah di tanganKu ,'' ucapnya lagi dalam hati yang tidak mungkin melepas tambang emas begitu saja.
...****************...
...****************...
Erli menghembuskan nafas panjang sambil menatap bangunan Club malam di hadapannya.
''Erli Kamu pasti bisa,semangat ini semua demi Papa ,'' ucap Erli menyemangati dirinya sendiri.
Erli memutuskan untuk masuk ke dalam Club malam yang ada di hadapannya.Ia melangkahkan kakinya menuju pintu masuk Club.
__ADS_1
Erli di hentikan oleh petugas yang berjaga di Club malam itu.
''Maaf Nona,tunjukkan kartu identitasnya .'' Pinta salah satu Petugas yang berjaga di depan pintu.
Beruntung Samuel tadi siang saat di kantor polisi memberikan kartu pengunjung Club milik Samuel ke tangan Erli.
Erli merogoh tas yang ada di tangannya dan mengeluarkan kartu milik Sam.
Petugas itu terkejut saat melihat kartu milik Sam ada di tangan Gadis cantik yang ada di depannya.
Tidak lama kemudian Ponsel Erli berdering.Erli mengambil ponselnya yang ada di dalam tas dan melihat siapa yang menelponnya.Erli pun mengangkat panggilan itu.
''Kakak Saya ingin berbicara dengan Anda ,'' ucap Erli sambil menyodorkan ponselnya ke hadapan salah satu petugas itu.
Petugas itu menerima ponsel Erli dan berbicara dengan Samuel.Petugas itu pun setelah berbicara dengan Samuel mengembalikan ponsel milik Erli kembali ke tangan Erli.
''Silakan masuk Saya antar Anda ke ruangan VIP di lantai 2,'' Ajak petugas itu.
Erli mengikuti petugas itu masuk ke dalam Club.Suara musik yang memekakkan telinga menggema di lantai dasar saat pertama kali pintu di buka.Semua mata memandang ke arahnya saat Ia masuk ke dalam Club.
Ia risih dengan tatapan semua orang yang memandangnya lapar.Bau alkohol menyengat di indra penciumannya.
''Hai,Can....,'' ucapan Pria yang ingin menggoda Erli tertahan saat seseorang menatapnya tajam.
__ADS_1