
Andre menghentikan gerakannya yang akan membuka pintu ruangan VVIP, Ia tersenyum sinis saat Sandrina mengatakan dirinya hamil.Andre berbalik dan menatap remeh Sandrina.
''Kenapa Kau memberitahu kehamilan mu pada ku ?'' tanya Andre sambil tersenyum tipis.
''Kau harus bertanggung jawab atas kehamilan teman ku ,'' Ucap Erli.
''Kenapa Aku harus bertanggung jawab? bukankah dia seorang pelacur sudah sewajarnya kalau dia hamil .'' Ujar Andre sambil menatap remeh ke dua gadis yang ada di hadapannya.
''Jaga bicara Anda Tuan !'' gertak Erli sambil menunjuk Andre dengan jarinya.
''Teman saya bukan pelacur yang seperti Anda katakan !'' hardik Erli sambil menahan amarahnya.
Andre menggelengkan kepalanya,Ia tidak habis pikir dengan ke dua gadis ini, Ia tidak mungkin bisa di bodohi oleh ke dua gadis ini yang mengaku-ngaku hamil anaknya,pasti wanita ini ingin memeras dirinya.
''Aku memang bekerja di club ini,tapi asal Anda tahu?orang yang pertama menyentuhku adalah Anda,dan tidak ada laki-laki lain yang menyentuh saya .'' Jelas Sandrina sambil menunjuk Andre dengan jarinya.
''Apa kamu yakin itu anak saya ?'' tanya Andre meragukan kehamilan Sandrina.
''Terserah Anda mau percaya atau tidak, yang jelas ini anak Anda .'' Ucap Sandrina sambil menatap kesal Andre yang tidak mengakui kehamilannya,
Sedangkan di dalam ruangan VVIP.
''Ada apa sih di luar berisik banget ,'' seru Samuel sambil menatap pintu ruangan VVIP.
Marcel menajamkan pendengaran saat samar-samar Ia tidak sengaja mendengar suara Sandrina.
''Sandrina ,'' ucap lirih Marcel.
Marcel segera bangkit berdiri dan menuju pintu,sedangkan Samuel menatap penasaran pada Marcel yang akan keluar saat mendengar keributan di luar.
__ADS_1
Samuel pun ikut beranjak dari duduknya dan menyusul Marcel yang akan membuka pintu.
Plak.
Bunyi tamparan menggema di dalam club.Semua orang menoleh dan terkejut saat melihat Andre di tampar oleh seorang gadis kecil.Pelaku penamparan itu adalah Erli.Erli tidak terima Sandrina di hina oleh Andre.
Ke dua pengawal terkejut saat melihat Andre mengetatkan rahangnya dan matanya memancarkan kemarahan.
Andre menatap Erli yang sudah berani menamparnya.
Sedangkan Sandrina,menangis dalam diam.Pipinya sudah basah dengan air matanya.
Erli menatap kesal Andre yang sudah menghina temannya.Ingin rasanya Erli
mencekik pria yang ada di hadapannya.
Semua orang menatap ke arah mereka, musik dj telah di matikan dan ingin tahu kelanjutannya.
Erli tidak menyangka pria ini akan menampar dirinya.
Andre terkejut saat tangannya di cengkram oleh Samuel.
Andre melotot ke arah Samuel yang sudah berani mencekal lengannya.
Samuel menggelengkan kepalanya sambil menatap Andre.
Erli menatap punggung Pria yang mencekal lengan Andre.
''Sam,minggir !'' bentak Andre.
__ADS_1
''Kita bicarakan ini baik-baik Dre ,'' bujuk Samuel.
''Tidak usah ikut campur urusan ku Sam !'' gertak Andre menatap Kesal Samuel
''Iya Dre,kita bicarakan baik-baik ,'' timpal Marcel sambil menatap Sandrina dengan alis yang berkerut.
''Apa kau tidak malu di lihat oleh mereka semua ,'' ucap Samuel sambil menatap semua orang yang melihat mereka.
Andre baru tersadar kalo sekarang dirinya menjadi tontonan semua pengunjung club itu.
Andre tidak mengatakan apa-apa dirinya langsung masuk ke dalam ruangan VVIP.
''Mari nona-nona silakan masuk ,'' ucap Samuel tersenyum.
Erli terkejut saat melihat Samuel ada di tempat ini,Ia celingukan mencari keberadaan seseorang yang ingin di hindarinya.Ia berharap orang yang ingin di hindarinya tidak ada di tempat ini.
Sedangkan Sandrina menundukkan kepalanya tidak berani menatap Marcel yang menatapnya dengan tatapan intimidasi.
Marcel membisikkan sesuatu ketelinga salah satu pengawal,pengawal itu menganggukkan kepalanya dan setelah itu pergi dari tempat itu.
''Ayo kita bicarakan di dalam ,'' ajak Marcel sambil masuk ke dalam ruangan VVIP.
''Mari Nona silakan masuk ,'' Ucap Samuel sambil mempersilahkan Sandrina dan Erli untuk masuk ke dalam ruangan VVIP.
Erli menatap Penasaran Samuel yang tersenyum penuh misterius ke arahnya.
''Silakan Erli .'' suruh Samuel.
Erli menghembuskan nafas panjang,Ia berharap di dalam sana tidak ada orang yang ingin di hindarinya.
__ADS_1
Erli dan Sandrina saling berpandangan, mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan VVIP untuk menyelesaikan permasalahan antara Sandrina dan Andre.