
''Tuan mau kemana ?'' tanya sang supir saat melihat Tuannya yang ingin membuka pintu.
''Aku ingin menyusul Istriku .'' sahut Re.
Re segera keluar dari dalam mobil dan kembali menutup pintu mobil miliknya. Re membenarkan letak kaca mata hitamnya,dan melangkah menuju di mana istrinya berada dengan ke dua tangan Ia masukkan ke dalam saku celana.
Erli tidak menyadari kalau Re sudah berdiri di belakangnya.
''Kau suka melihat Mereka bahagia ?'' tanya Re sambil ke dua tangannya Ia masukkan ke dalam saku celana,dan jangan lupakan wajah dinginnya.
''Eh .''
Erli tersentak kaget dan menatap Re yang berdiri di sampingnya dengan pandangan lurus menatap anak-anak jalanan yang sedang mengambil makanan dari kantong kresek yang di bawa Erli.
''Ya,Aku bahagia melihat mereka semua tertawa dan bahagia seperti itu .'' Sahut Erli kembali menatap anak-anak jalanan.
Erli terkejut saat tiba-tiba sebuah mobil pick up berhenti di depan anak-anak jalanan.Dan lebih terkejut lagi saat dua orang Pria keluar dari dalam mobil dan menurunkan semua barang-barang yang ada di dalam mobil pick up,berupa sembako,baju dan mainan.
Erli menatap Pria yang berdiri di sampingnya dengan wajah yang tak percaya.
__ADS_1
''Apa kau yang mengirim semua itu ?'' tanya Erli penasaran.
Re tidak menjawab pertanyaan dari Erli, Seorang Pria menghampiri Re.
''Supir Saya yang akan mengurusnya ,'' ucap Re saat Pria itu ada di hadapannya.
Supir Re langsung menghampiri Tuannya,saat Re menatap supir pribadinya yang ada di dalam mobil.
Supir yang bernama Aldo langsung membawa Pria itu untuk menuju ke mobil pick up.
Erli tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.Ia menatap Re kagum,Ia tidak menyangka Re masih mau berbagi dengan anak-anak jalanan.
Erli tersenyum kaku saat ketahuan menatap Re.Erli kembali menatap anak-anak jalanan,pengemis,pengamen, pemulung sedang menerima bungkusan yang di berikan oleh Aldo supir pribadi Re.
Salah satu Ibu pengemis menghampiri Erli dan Re.Ibu pengemis itu membawa satu kantong plastik besar berisi sembako,baju dan mainan untuk anaknya.
''Terima kasih Tuan,Nona untuk bantuannya .'' Ucap Ibu pengemis dengan mata berkaca-kaca.
Erli tersenyum menanggapi ucapan terima kasih dari Ibu pengemis. Sedangkan Re cuma menganggukkan kepalanya dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Erli menatap tajam Re agar Re mau menerima uluran tangan dari Ibu pengemis itu.
Re dengan terpaksa menerima uluran tangan dari Ibu pengemis dan beberapa anak-anak jalanan yang menghampiri mereka ingin mengucapkan terima kasih secara langsung.
Erli menahan tawanya saat melihat raut wajah terpaksa Re.
Sedangkan Aldo tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.Ingin rasanya Aldo memotret Tuannya yang terpaksa bersalaman dengan pengemis dan anak-anak jalanan.Aldo menahan tawanya saat melihat ekspresi Tuannya yang terpaksa tersenyum.
Aldo menundukkan kepalanya saat mendapat tatapan tajam nan menusuk dari Tuannya.Seperti mengisyaratkan dari sorot matanya yang mengatakan, awas kau bulan ini gajimu Aku potong.
''Kalau ada Tuan Andre disini,pasti beliau tidak akan percaya dengan perubahan Tuan Re .'' Batin Aldo sambil menatap ujung sepatunya.
Setelah bersalaman dengan anak-anak jalanan dan pengemis.Kini Re dan Erli sedang duduk di dalam mobil.
''Aku tidak menyangka kau begitu peduli pada mereka ,'' ucap Erli.
''Semua itu tidak gratis ,'' ujar Re sambil mengelap tangannya dengan saputangan miliknya.
''Apa maksudnya semua tidak gratis ,'' batin Erli sambil bergidik ngeri melihat Re tersenyum misterius.
__ADS_1