
Setelah mendapat pesan dari Sandrina yang mengirimkan sebuah alamat apartemen yang Sandrina tempati.
Tasya sesekali menatap layar ponselnya untuk memastikan alamat yang Sandrina kirimkan ke layar ponselnya adalah bangunan yang sama persis yang ada di depannya.
Sedangkan Erli menelan salivanya susah saat menatap bangunan apartemen mewah yang ada di depannya.Ia takut saat dirinya masuk ke dalam gedung apartemen akan bertemu dengan suaminya.
''Sya,apa kamu yakin ini alamat apartemen Sandrina ?'' tanya Linda dengan raut wajah penasaran.
''Ini alamatnya benar kok ,'' tunjuk Tasya sambil menyordorkan ponsel miliknya ke hadapan Linda.
''Ayok turun ,'' ajak Erli setelah memastikan suaminya masih sibuk meeting.
Erli membuka pintu mobil dan segera keluar dari dalam mobil dan di ikuti oleh Tasya dan Linda.
Tasya memeluk erat kotak hadiah yang di pegangnya.
Ke tiga gadis itu masuk ke dalam apartemen mewah dan langsung menuju unit apartemen milik Sandrina. Mereka pun masuk ke dalam lift,pintu lift pun tertutup saat mereka sudah masuk di dalamnya.
Tasya memencet tombol yang ada di dinding lift di lantai 45.
Ting.
Pintu lift terbuka.
Erli,Tasya,dan Linda keluar dari dalam lift dan langsung menuju apartemen yang di tempati Sandrina.
''Ke dua abang Ku punya apartemen di sini lo ,'' seru Tasya sambil melangkah menuju apartemen milik Sandrina.
''Oh ya di lantai berapa ?'' tanya Linda.
''Aku tidak tahu mereka mempunyai apartemen di lantai berapa ,'' sahut Tasya yang memang tidak tahu di unit mana letak apartemen abang dan kakak angkatnya.
Mereka pun berhenti di depan kamar yang ada di ujung lorong.
''Kau yakin Sya,ini tempatnya ?'' tanya Erli yang memang tidak tahu letak apartemen milik Andre.
Erli pun hanya tahu apartemen milik Andre juga berada di apartemen yang sama dengan apartemen suaminya,
''Semoga saja benar ,'' jawab Tasya yang tak yakin.
Tasya pun dengan ragu memencet tombol yang ada di samping pintu apartemen.
Tidak menunggu lama pintu apartemen pun terbuka dari dalam.Sandrina menatap ke tiga sahabatnya yang berdiri di depan pintu apartemen dengan wajah yang terkejut dan tidak percaya.
''Ayok masuk ,'' ajak Sandrina sambil membuka pintu itu lebar-lebar.
__ADS_1
Tasya,Erli dan Linda masuk ke dalam apartemen itu.
Linda menatap kagum pada apartemen milik Suami Sandrina.
''Waw,apartemen Suami Mu bagus juga ya San .'' Puji Linda sambil menatap sekeliling ruangan apartemen milik Suami Sandrina.
Sandrina cuma tersenyum dan menyuruh mereka untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Sandrina pun masuk ke dalam dapur setelah memastikan ke tiga sahabatnya duduk.
Tidak lama kemudian Sandrina keluar dari dalam dapur dengan membawa nampan berisikan 4 cangkir teh dan setoples kue.Sandrina lalu meletakkan 4 cangkir teh dan setoples kue di atas meja.Setelah itu Ia duduk di depan ke tiga sahabatnya.
''Ayo di minum tehnya ,'' suruh Sandrina sambil menatap ke tiga sahabatnya.
''Iya,terima kasih San .'' Jawab Erli sambil tersenyum menatap Sandrina.
''San,maaf ya,kemarin Aku tidak bisa, datang ke acara pernikahan Kamu,soal nya Aku ada acara keluarga yang tidak bisa Aku tinggalkan .'' Ucap Tasya tak enak hati.
''Iya tak apa,Aku mengerti .'' Sahut Sandrina tersenyum menatap Tasya.
''Ini kado dari Aku ,'' ucap Tasya sambil menyerahkan kado itu ke hadapan Sandrina.
''Terima kasih Sya ,'' ujar Sandrina sambil menerima kado itu.
''Kenapa ?'' tanya Sandrina sambil menatap aneh Tasya.
''Pokoknya di buka nanti malam,dan bukanya sama suami Kamu .'' jelas Tasya.
Erli dan Linda saling berpandangan. Mereka pun menduga-duga apa isi kotak itu.
Sandrina pun menatap aneh Tasya yang melarangnya untuk membuka kotak hadiah pemberian Tasya.Sandrina pun mengendikkan bahunya dan meletakkan kotak itu di sebelahnya.
''Di mana Suami Kamu ?'' tanya Erli saat tidak melihat keberadaan Andre.
''Dia lagi kerja ,'' jawab Sandrina.
Ding...Dong...
Ding...Dong...
Mereka berempat saling berpandangan saat mendengar bunyi bel apartemen milik Andre yang berbunyi.
''Aku buka pintu dulu ,'' pamit Sandrina sambil berdiri dari duduknya.
''Pasti itu Suaminya,aku penasaran dengan wajah Suaminya .'' Seru Tasya sambil menatap sekeliling ruangan untuk mencari foto pernikahan Sandrina.
__ADS_1
Cklek.
Sandrina membuka pintu apartemen milik Andre dan mengerutkan keningnya saat melihat Pria paruh baya dan seorang Wanita muda berdiri di depan pintu apartemen.
''Bapak mencari siapa ?'' tanya Sandrina sambil menatap pria paruh baya itu.
''Apa benar ini apartemen milik Andre ?'' tanya Balik Pria paruh baya itu tanpa menjawab pertanyaan dari Sandrina.
''Iya benar ,'' jawab Sandrina.
''Boleh bapak masuk ?'' Izin Pria paruh baya sambil menatap Sandrina dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.
Sandrina walaupun bingung akhirnya menggeser tubuhnya supaya pria paruh baya dan seorang Wanita muda masuk ke dalam apartemen.
''Silakan duduk pak ,'' suruh Sandrina sambil menunjuk kursi di mana para sahabatnya sedang duduk.
''Rupanya masih ada tamu,dan lagi pula yang bapak cari pasti sedang bekerja,lain kali saja bapak datang ke sini lagi .'' Ucap Pria paruh baya itu saat melihat di ruang tamu terdapat 3 gadis sedang menatap penasaran ke arahnya.
''Tapi pa,Kita kan ke sini......,'' ucapan Wanita muda itu tidak di lanjutkan saat papanya menyuruhnya untuk diam.
''Diam ,'' Suruh Pria paruh baya itu sambil menatap putrinya dengan tajam.
Wanita muda itu lalu menundukkan kepalanya saat mendapat tatapan tajam dari Papanya.
''Kalau begitu bapak pergi dulu ,'' pamit Pria paruh baya itu sambil menarik putrinya untuk keluar dari apartemen milik Andre.
Sandrina dan ke tiga temannya menatap penasaran kepada pria paruh baya yang baru saja pergi.
''Siapa Dia ?'' tanya Erli sambil menatap punggung Pria paruh baya bersama wanita muda yang baru keluar dari apartemen Andre.
''Aku tidak tahu ,'' jawab Sandrina sambil menggelengkan kepalanya.
Sandrina lalu menutup pintu apartemen. Erli dan Sandrina lalu duduk di kursi sofa kembali.
Cukup lama mereka berbincang-bincang dan akhirnya ketiga gadis itu pamit pulang karna jam sudah menunjukkan angka 4 sore.
Sandrina tersenyum dan menatap kepergian sahabat-sahabatnya yang pergi dari apartemen miliknya.
Sandrina menghembuskan nafas lega saat teman-temannya tidak curiga tentang pernikahannya.
Sedangkan Pria paruh baya dan Wanita muda yang di ketahui putrinya sedang duduk di sebuah cafe yang tidak jauh dari apartemen milik Andre.Pria paruh baya itu ingin memastikan kabar yang Ia dengar dari anak buahnya,kalau Andre sudah menikah.
Sedangkan gadis yang ada di depan pria paruh baya itu sedang bertanya-tanya siapa gadis yang ada di apartemen milik Andre,kakak tirinya.
'
__ADS_1