Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 25


__ADS_3

Di dalam restoran Tiga wanita sedang menyantap makanan yang baru saja di hidangkan oleh pelayan.


Tara menyenggol lengan Raya.


Raya yang ingin mengambil Steak miliknya,menatap Tara yang menyenggol lengannya.


''Dia kenapa ?'' tanya Tara berbisik sambil menunjuk wanita yang tengah mengaduk-ngaduk spageti miliknya.


Raya menatap Naya yang sedang mengaduk spageti tanpa ada niatan untuk memakannya.


Raya menghembuskan nafas panjang.Pasti Naya memikirkan kejadian tadi siang,pikirnya.


''Elo masih memikirkan soal tadi Nay ?'' tanya Raya sambil menyeruput es jeruk yang ada di hadapannya.


''Gue,cuma penasaran aja itu beneran Dia atau bukan ,'' jawab Naya sambil meletakkan sendok di atas piring.


''Tunggu-tunggu,Kalian sebenarnya ngomongin apa sih ?'' tanya Tara yang tak mengerti Mereka sedang membicarakan apa.


''Begini loh Tara,kemarin siang Naya seperti melihat Renal ,'' jawab Raya.


''Lo percaya dengan apa yang di lihat Naya?secara Renal itu...,'' tanya Tara sambil menggantung ucapannya.


''Gue gak percaya lah ,'' jawab Raya. ''Secara Renal itu cupu dan yang di lihat Naya itu cowok keren dan memakai mobil mewah lagi ,'' lanjut Raya lagi.


''Terserah Ray elo mau percaya atau tidak,Gue yakin banget kalau itu Dia .'' Ketus Naya melihat sahabatnya tidak mempercayai perkataannya.


''Bukannya Gue gak percaya sayang,tapi coba lo pikir, Gak mungkin Renal bisa berubah seperti itu .'' Jawab Raya sambil menggelengkan kepalanya.


''Bagaimana kalau Kita mengumpulkan Teman-teman seangkatan Kita dulu ,'' saran Tara yang sedari tadi diam saja.


Raya dan Naya menatap Tara yang menyarankan Mereka untuk mengumpulkan teman-teman kampus Mereka dulu.

__ADS_1


''Maksud Elo kita ngadain Reuni gitu ?'' tanya Raya sambil menatap Tara.


''Dengan begitu semua teman-teman Kita dulu pasti akan datang dan menjawab semua rasa penasaran dari Naya ,'' jawab Tara.


''Kenapa Gue gak kepikiran seperti itu ya ,'' gumam Naya yang menyetujui saran dari Tara.


''Terus Suami elo bagaimana Naya ?'' tanya Tara yang baru teringat kalau Naya sudah memiliki suami.


''Gampang saja Gue bisa minta cerai dari Dia ,'' jawab Naya santai sambil memakan spageti miliknya.


Raya dan Tara cuma menggelengkan kepalanya yang tak mengerti jalan pikiran Naya.


''Bukannya lo cinta banget ya sama si Sandi,sampai mempermalukan cowok culun itu demi si Sandi .'' Ujar Tara setelah teringat kelakuan Mereka sewaktu kuliah dulu.


''Itu kan dulu waktu Gue kira si Sandi kaya,tapi ternyata setelah Gue menikah sama dia bukannya Gue bahagia malah hutang di mana-mana .'' Jawab Naya sambil menghembuskan nafas kasar.


''Jadi ceritanya Lo menyesal menikah dengan Sandi ?'' tanya Raya sambil tersenyum tipis.


''Terus ceritanya Lo mau ngejar si culun setelah tahu si culun kaya ?'' tanya Tara yang tahu niat Naya.


''Ya benar sekali,dan Gue gak akan capek-capek kerja dan apa saja yang Gue mau akan bisa di beli dengan mudah .'' Jawab Naya sambil tersenyum membayangkan Ia mempunyai uang banyak.


Raya dan Tara cuma bisa menggelengkan kepala Mereka yang melihat Naya tersenyum seperti itu.


''Nay,bukankah itu Adik elo ya .'' Tunjuk Raya pada dua gadis yang tidak jauh dari tempat Mereka berada.


''Mana ?'' tanya Naya sambil melihat arah tunjuk Raya. ''Biarin aja,lagian Dia sama temen ceweknya itu .'' Lanjutnya setelah melihat Erli bersama Linda.


Erli dan Linda yang duduk tidak jauh dari Naya dan teman-temannya.Erli tidak menyadari kalau dirinya sejak tadi di perhatikan,dan Erli pun tidak menyadari Kakaknya Naya juga ada di restoran itu.


''Tasya mana sih lama amat ,'' ucap Linda sambil melirik ke pintu ruangan VIP.

__ADS_1


''Sabar kenapa sih,mungkin urusannya dengan Bryan belum selesai ,'' jawab Erli yang juga gelisah karna sejak tadi Tasya yang belum keluar dari ruangan VIP.


''Er...,'' panggil Linda sambil melirik Pria yang duduk tidak jauh dari Mereka menatap ke arahnya.


''Hm ,'' jawab Erli cuma berdehem sambil menyeruput Es mangga yang ada di hadapannya.


''Kamu coba deh perhatiin Cowok yang di sana ,'' tunjuk Linda sambil melirik Cowok yang sedang menyesap kopi miliknya.


Erli melihat arah tunjuk Linda,dan Erli menyipitkan matanya saat melihat siapa cowok itu.


''Bukankah itu Gibran ,'' gumam Erli yang menyadari siapa cowok yang sedari tadi memperhatikan Mereka.


''Kamu kenal Er ?'' tanya Linda yang tidak jelas mendengar gumaman dari Erli.


''Nggak ,'' bohong Erli sambil menggelengkan kepalanya.


''Wajar saja Linda tidak mengenali Gibran,soalnya Dia berubah drastis seperti itu sih ,'' ucap Erli dalam hati sambil melihat kembali Cowok yang sedang menyesap kopinya.


Erli menyipitkan matanya saat tidak sengaja melihat Naya juga ada di tempat itu.Erli pikir Naya sedang membicarakan soal pekerjaan dengan ke dua Wanita yang ada di samping Kakaknya.


''Er...,'' panggil Linda.


''Ada apa lagi si Lin ?'' tanya Erli menatap Linda yang khawatir.


''Itu bukan suruhan Kakaknya Tasya kan ?'' tanya Linda balik.


''Aku yakin itu bukan suruhan Kakaknya Tasya ,'' jawab Erli menenangkan Linda.


''Syukurlah,Aku takut banget dengan tatapan Kakaknya Tasya tadi ,'' ucap Linda sambil bergidik ngeri saat membayangkan tatapan dingin dari Kakaknya Tasya.


''Katanya Kamu mau jadi Kakak iparnya Tasya ,'' ledek Erli.

__ADS_1


''Ogah Ah ,buat Kamu aja Kakaknya Tasya ,'' ucap Linda sambil terkekeh menatap Erli yang kesal.


__ADS_2