Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 123.


__ADS_3

Semua orang yang ada di dalam toko menoleh ke arah Pria yang baru masuk ke dalam toko yang mengintrupsi mereka.Maya terkejut saat melihat Pria itu.


''Gibran ,'' gumam Maya yang melihat gibran berdiri di depan pintu sambil menatapnya dengan tajam.


Maya masih ingat ancaman dari Gibran, Maya buru-buru pergi meninggalkan toko itu. Maya tidak mau berurusan lagi dengan Gibran atau pun Pria yang sudah membuat keluarganya bangkrut.


Maya pun sebenarnya penasaran dengan hubungan Tasya dan Pria misterius yang sudah membuat keluarganya bangkrut. Sudah cukup keluarganya di buat bangkrut oleh Pria yang menurut Maya kejam.Beruntung Papanya sudah menutup kasus dirinya yang mencelakai Tasya.


Gibran mencekal lengan Maya yang akan keluar dari dalam toko.


''Ingat,jangan pernah muncul lagi di hadapan Tasya,kalau tidak Aku akan membuka kembali kasus beberapa bulan yang lalu .'' Ancam Gibran.


''Baik Aku mengerti ,'' sahut Maya sambil melepas cengkraman dari Gibran.


Maya pun segera keluar dari toko,Ia harus segera menemui Pria yang telah menolong Papanya dari kebangkrutan yang di buat oleh Pria misterius yang belum di ketahui Maya ada hubungan apa dengan Tasya.


Sedangkan di kantor Pratama.


Re sedang duduk di kursi ke besarannya, Andre masuk ke dalam ruangan Re dan duduk di depannya.


''Bagaimana kabar dari keluarga gadis yang sudah membuat adik Ku celaka ?'' tanya Re menatap Andre yang duduk di kursi yang ada di depan mejanya.


''Ada seseorang yang membantu keluarga itu ,'' jawab Andre.


Re terdiam,Ia mengetuk-ngetuk meja yang ada di depannya dengan jari tangannya.


''Apa Kau tahu siapa yang membantunya ?'' tanya Re sambil menatap Andre.


''Aku tidak tahu siapa pria itu,tapi anak buahKu sudah memfoto Pria itu dengan Maya dan ke dua orang tuanya .'' Sahut Andre sambil mengeluarkan foto yang Ia dapat dari anak buahnya yang Ia letakkan ke dalam saku jasnya.


Andre meletakkan foto itu di atas meja.

__ADS_1


Re mengambil foto yang ada di atas meja dan mulai mengamati foto itu.


''Maaf,kami belum tahu siapa pria yang memakai hodie itu ,'' ucap Andre.


Re cuma diam,Re tersenyum tipis saat menyadari siapa pria yang memakai hodie itu.


''Sudah ku duga,Dia mau mencoba melawanKu dengan membantu keluarga menyebalkan itu .'' Ucap Re tersenyum tipis sambil meremas foto yang ada di tangannya.


***


Sedangkan Erli yang akan masuk ke dalam kamar.


Naya mencekal lengan Erli yang akan masuk ke dalam kamar.Erli menoleh dan menatap Naya yang mencekal lengannya.


''Lepasin Erli Kak ,'' suruh Erli sambil menatap Naya.


''Semalam Kamu kemana ?'' tanya Naya tidak melepas cengkraman tangannya.


''Mak...sud Kamu apa ?'' tanya Naya pura-pura tak mengerti.


''Kakak kemana?dan kenapa kakak ninggalin Aku di club itu ?'' tanya Erli sambil menatap Naya.


''Bu...kan maksud kakak ninggalin Kamu Er,Kakak pikir Kamu sudah pulang.'' Jawab Naya berbohong.


Erli tersenyum tipis setelah mendengar jawaban dari Naya.


''Kenapa Kakak berpikir Erli sudah pulang ?'' tanya Erli ingin tahu jawaban apa lagi yang di berikan kakaknya.


''Setelah Kakak dari toilet,Kakak tidak melihat kamu ada di sana, kakak pikir Kamu sudah pulang duluan jadi kakak tidak mencari Kamu .'' Jawab Naya lagi-lagi berbohong.


''Tidak usah berbohong lagi Kak,Erli sudah tahu !'' teriak Erli tepat di depan wajah Naya.

__ADS_1


Naya terdiam.


''Kenapa Kakak tega ngelakuin ini ke Erli ?'' tanya Erli dengan menatap Kakaknya sendu.


''Apa maksud Kamu Er ?'' tanya Naya pura-pura tidak mengerti apa maksud Erli.


''Tidak usah pura-pura tidak tahu Kak, apa maksud Erli !'' hardik Erli.


''Kamu ingin tahu kenapa kakak ngelakuin itu ?'' tanya Naya menatap Erli.


Erli mengangguk.


''Kakak lakuin itu semua demi rumah ini agar Sandi tidak mengusir kita semua !'' teriak Naya yang sudah muak untuk berpura-pura berbohong.


''Kenapa harus Erli Kak ?'' tanya Erli yang tidak mengerti jalan pikiran kakaknya.


''Naya,Erli,kenapa kalian bertengkar ?'' tanya Wijaya yang mendengar ke dua putrinya saling berteriak.


Erli yang membelakangi Papanya segera menghapus air matanya dan berbalik menatap Wijaya.


''Tidak ada apa-apa Pa,Naya cuma khawatir kenapa Erli tidak pulang .'' jawab Naya.


''Lo bukankah kataMu Erli semalam menginap di rumah temannya karna Mama dan Papa ada di rumah sakit .'' Ucap Wijaya sehingga membuat Naya mengumpat dengan kesal karna kecerobohannya sendiri.


''Sial kenapa Aku lupa kalau semalam Aku mengucapkan itu kepada Papa ,'' ucap Naya dalam hati.


''Iya pa,Naya lupa karna begitu khawatir dengan Erli .'' ucap Naya.


Wijaya pun tidak bertanya lagi dan membiarkan Erli dan Naya masuk ke kamar mereka masing-masing.


Wijaya akan mencari tahu ada apa sebenarnya dengan putri-putri mereka.

__ADS_1


__ADS_2