
''Ma...bangun Ma ,'' Naya sambil mengoles minyak kayu putih di hidung Mamanya,
Naya tersenyum saat melihat Mamanya yang sudah sadar.
''Nay,Papa Mu ,'' Ucap Tari yang teringat saat dirinya sebelum pingsan.
''Kita harus segera ke rumah sakit ,'' ujar Naya sambil membantu mamanya duduk.
Setelah berpesan pada Bi Nah kalau nanti Erli pulang dan menyuruhnya untuk menyusul ke rumah sakit.
Kini Naya dan Tari berada di dalam mobil untuk menuju ke rumah sakit.
Sebenarnya Naya ingin memberitahu papanya saat papanya sudah pulang dari perjalanan bisnisnya tentang rumah dan saham miliknya yang di rampas oleh Sandi.
Naya menatap Mamanya yang sejak dari rumah terus menangis,
Sedangkan di apartemen mewah milik Re.
Seorang gadis terbangun dari tidurnya, Gadis itu belum menyadari dimana dirinya saat ini.Gadis itu langsung terbangun saat menyadari dirinya berada di dalam kamar.
''Eh,Aku ada di mana ?'' gumam gadis itu sambil menatap kamar yang menurutnya asing baginya.
''Bukankah Aku semalam ada di dalam mobil....,'' lanjutnya saat teringat dirinya ketiduran di dalam mobil.
Erli buru-buru melihat keadaannya,Ia pun bernafas lega saat mendapati dirinya masih memakai pakaian lengkap.
Cklek.
Pintu kamar mandi terbuka,Erli menoleh dan terkejut saat Re keluar dari kamar mandi hanya dengan bertelanjang dada. Erli buru-buru memalingkan wajahnya menatap jendela kamar.
Re menyunggingkan senyum tipis saat melihat semburat merah di ke dua pipi Erli.
''Cepat mandilah,setelah itu Aku antar kau pulang .'' Perintah Re sambil membuka lemari pakaiannya.
Erli menghempas selimut yang menutupi tubuhnya,dan Ia menurunkan ke dua kakinya dari atas ranjang.
Saat Dirinya akan melangkah dengan terburu-buru tidak sengaja kakinya menginjak selimut yang masih melilit di ujung kakinya.hingga dirinya akan terjatuh.
__ADS_1
Erli memejamkan matanya saat dirinya hampir saja terjatuh.
Brug.
Erli terjatuh tepat di atas tubuh Re.
Erli mengerutkan keningnya saat tidak merasakan rasa sakit saat dirinya terjatuh.
''Bangun,tubuhMu berat sekali ,'' suruh Re .
Erli langsung membuka matanya saat mendengar suara Re tepat di depan wajahnya.
Erli buru-buru berdiri dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
Re lalu berdiri dan menggelengkan kepalanya saat melihat Erli yang langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
Kurang lebih 15 menit Erli keluar dari kamar mandi,Ia celingukan tidak mendapati Re di dalam kamar.
''Kemana Dia ?'' gumam Erli saat tidak melihat Re di dalam kamar.
Setelah Erli memoles bedak di wajahnya dan memoleskan lipstik di atas bibirnya. Erli pun keluar dari dalam kamar.Erli pun melihat Re sedang duduk di kursi sofa dengan menatap ponselnya.
''Bang ,'' panggil Erli sambil menyodorkan kartu ATM itu di depan wajah Re,
Erli mengalihkan pandangannya dari benda pipih yang ada di hadapannya. Dan mengerutkan keningnya saat melihat Kartu ATM yang di sodorkan oleh Erli.
Re menatap Erli ingin meminta penjelasan.
''Ini kartu milik Abang,kemarin Kak Samuel menitipkan ini pada Ku ,'' ucap Erli sambil menjelaskan.
''Terus ?'' tanya Re sambil menarik Erli hingga Erli jatuh di pangkuannya.
''Tentu saja ini Aku kembalikan padaMu ,'' sahut Erli sambil berusaha turun dari pangkuan Re.
Namun tangan Re mencengkram erat pinggul Erli,sehingga membuat Erli tidak bisa bergerak.
''Ambil saja untuk Mu ,'' Re memejamkan matanya menahan hasratnya.
__ADS_1
''Eh,beneran ini untuk Aku ?'' tanya Erli dengan mata yang berbinar.
''Hmmm,'' Re cuma menjawab dengan deheman.
Erli merasakan hal yang tak nyaman saat duduk di pangkuan Re,saat tiba-tiba di bawah sana seperti ada yang menusuk.
''Bersiaplah Kita akan sarapan ,'' ujar Re sambil melepas pinggul Erli,agar Erli berdiri dari pangkuannya.
Erli yang bingung pun mengikuti langkah Re yang keluar dari apartemen .
''Ada apa dengan Dia,kenapa Dia jadi diam saja .'' Gumam Erli sambil mengendikkan bahunya.
Sesampainya mereka di restoran,Erli dan Re memesan makanan dan minuman.
Erli sesekali mencuri-curi pandang dan menatap penasaran Re yang sejak tadi diam saja.
Tiba-tiba ponsel Erli berbunyi,Erli mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.
''BI Nah ,'' gumam Erli saat melihat siapa yang menelponnya.
Erli lalu segera mengangkat telpon dari Bi Nah.
''Iya Bi ada apa ?'' tanya Erli saat panggilan telponnya tersambung.
''......''
''Apa....!'' pekik Erli sambil menjatuhkan ponselnya.
Re mengerutkan keningnya saat melihat Erli meneteskan air matanya dan menjatuhkan ponselnya.
''Ada apa ?'' tanya Re sambil memegang tangan Erli.
''Papa.....,'' ucap Erli tak di teruskan.
''Papa kenapa ?'' tanya Re yang penasaran.
''Papa kecelakaan .'' Sahut Erli sambil menangis.
__ADS_1
Re beranjak dari duduknya dan memeluk Erli yang menangis.