Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 164.


__ADS_3

"cel,apa benar ini tempatnya ?'' tanya Re memastikan.


"Dari laporan anak buah Ku ini tempatnya .'' Jawab Marcel sambil mengecek titik lokasi yang di berikan oleh anak buahnya.


Re menatap Adiknya dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil.


''Kalian berdua tunggu disini ,''


''Tapi Kak....,


''Jangan membantah Tasya !''


Tasya pun pasrah dan menunggu kakaknya bersama Linda.


''Erli akan baik-baik Sya,jangan khawatir. KakakMu pasti akan menolongnya.'' Ucap Linda menenangkan Tasya.


Tasya menatap Kakaknya dan rombongannya yang perlahan-lahan menuju rumah kosong yang ada di tengah hutan.


Re membuka pintu itu dan terkejut melihat apa yang ada di dalam rumah itu.Marcel pun terkejut saat di dalam rumah itu tidak menemukan Erli.


''Re Aku yakin Kau akan datang menyelamatkanKu ,'' ujar Naya tersenyum melihat kedatangan Re.


''Di mana Erli ?'' tanya Re sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu.


''Erli kabur,dan Mereka sedang mengejar Erli .'' Jawab Naya sendu.


''Aku harap Kau tidak terlibat dengan masalah ini .'' Ucap Re dingin.


''A...pa maksud Kamu,Aku tidak mengerti.'' Sahut Naya pura-pura tidak mengerti.


''Re sepertinya Naya tidak tahu apa-apa,'' bisik Marcel.


''Sepertinya juga seperti itu .'' Jawab Re.


''Re tunggu,tolong bukakan ikatan tangan Ku dulu .''

__ADS_1


''Urus Dia ,'' Re tidak berbalik dan meninggalkan rumah kosong itu.


Marcel membuka ikatan tangan Naya dan ikatan di kakinya.


''Terima kasih,Aku yakin Re masih mencintaiKu .'' ucap Naya percaya diri.


Marcel cuma menyunggingkan senyum tipis,tidak menanggapi ucapan dari Naya.


Beberapa jam sebelumnya.


"Sial,kenapa sampai dia tahu ,'' geram Naya saat mendapat laporan dari anak buahnya kalau rombongan Re datang ke tempat penyekapan Erli.


" Ada apa ?'' tanya Naya saat melihat salah satu anak buahnya berlari ke arahnya.


''Bos,perempuan itu lari ,''


''Biarkan saja,Kita ubah rencananya.


''Maksud Bos?''


Naya tidak menjawab,Ia tersenyum misterius dan melangkah masuk ke rumah kosong itu.Naya duduk di kursi kayu bekas Erli duduk tadi.


Sedangkan ke dua anak buahnya sedang mengejar Erli.


Ke dua Pria anak buah Naya,saling berpandangan.Walaupun bingung Mereka pun melakukan itu.


Begitulah ceritanya kenapa Naya yang ada di sana dan Erli entah pergi kemana,


Re menyipitkan matanya saat melihat benda yang tak asing di dekat ban mobil milik para penjahat itu.Re mengambil benda itu,yang tak lain anting milik Erli. Dan Re yakin Erli masih ada di sekitar tempat ini.


''Cel,antarkan Mereka sampai rumah .'' Perintah Re saat melihat Marcel berjalan ke arahnya.


''Kau mau kemana ?'' tanya Marcel.


''Aku akan tetap mencari Erli .'' Jawab Re tanpa mengalihkan perhatiannya pada anting yang di pegangnya.

__ADS_1


''Kakak,bagaimana?apa Erli ada ?'' tanya Tasya sambil menghampiri Re.


''Pulanglah bersama Marcel,Kakak akan menemukannya.''


''Tidak kak,Aku akan tetap ikut Kakak untuk menemukan Erli.''


''Tasya,jangan membantah!''


''Baiklah Aku akan pulang .'' Jawab Tasya akhirnya.


''Re,boleh Aku ikut bersamaMu untuk mencari adikKu ?''


''Kau pulanglah bersama Mereka .'' Suruh Re dengan suara yang datar.


''Baiklah,hati-hati dan temukanlah AdikKu .'' Ucap Naya.


''Hem...,'' Re cuma menjawab dengan deheman.


Sedangkan Erli berlari semakin menjauh dari rumah kosong itu,Ia terus berlari melewati kebun-kebun karet yang cukup luas.Sesekali Ia menoleh ke belakang memastikan ke dua anak buah dari kakaknya tidak mengejarnya.


Takut juga sebenarnya Ia melewati jalan setapak yang ada di kebun karet itu,Tapi niatnya untuk keluar dari perkebunan karet itu cukup besar.Ia tersenyum saat melihat perkampungan rumah warga yang tidak jauh dari tempatnya berlari.


Sebentar lagi gelap,pencahayaan yang minim pun akan sulit di laluinya melewati perkebunan karet itu.Erli pun memutuskan untuk singgah ke rumah warga.


Erli bersembunyi di samping rumah warga saat melihat ke dua anak buah kakaknya ada di perkampungan itu.


''Kau tadi melihat gadis itu lari kemana?'' tanya salah satu pria itu.


''Aku tadi lihat Dia lari di sekitar sini .'' Jawab rekannya.


''Ayo kita cari,jangan sampai dia lolos.'' Ajak rekannya sambil mulai mencari ke tempat-tempat yang ada di sana.


''Hai,kalian mau apa?mau maling ya ?'' tegur seorang bapak-bapak yang baru keluar dari rumahnya,dan menatap ke dua pria yang mencurigakan di halaman rumahnya.


Ke dua preman itu pun lari terbirit-birit saat di teriaki maling oleh Pria tua itu.

__ADS_1


Erli bernafas lega saat melihat ke dua pria yang mengejarnya itu sudah pergi.


Ia pun keluar dari persembunyiannya dan ingin segera pergi.Saat Ia membalikkan badannya Ia terkejut saat melihat seorang anak kecil yang berumur 10 tahun sedang menatapnya.


__ADS_2