Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 55


__ADS_3

Erli menatap pantulan dirinya di cermin yang ada di dalam butik Cintya.Ia sesekali menghembuskan nafas panjang.



Anggap saja Erli sedang berdiri di depan cermin.


Ia menatap dirinya yang hanya menggunakan gaun biasa di hari pernikahannya.Tidak ada gaun pengantin mewah,tamu undangan dan banyak lagi di hari bahagianya.


Pupus sudah impiannya yang ingin menikah layaknya putri raja dan impiannya menikah di gedung yang mahal dan memakai gaun pengantin impiannya.Semuanya sirna dan itu hanya akan menjadi khayalannya saja. Mata Erli berkaca-kaca saat teringat papanya.Di hari pernikahannya tidak ada papanya yang akan mendampinginya.


Cintya menatap Erli yang memakai gaun berwarna Salem yang berdiri di depan cermin.


Cintya menepuk bahu Erli.


Erli tersentak kaget dan menghapus air matanya yang jatuh di pipinya.


''Hai Kamu menangis ,'' ujar Cintya sambil membalik tubuh Erli untuk menghadapnya.


Erli tersenyum menatap Cintya yang menatapnya.


''Cintya sudah Aku kirim ke rekeningmu ,'' seru Samuel sambil menatap ponselnya.


Samuel menoleh dan menatap kagum pada Erli yang berdiri di depan pintu bersama Cintya.


''Cintya butik mu memang the best ,'' puji Samuel sambil mengacungkan jempolnya ke arah Cintya.


Cintya tersenyum saat mendapat pujian dari Samuel.


Samuel menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


''Ayo Kita jalan sekarang ,'' ajak Samuel sambil beranjak dari duduknya.


Erli menatap Cintya dan berpamitan.


''Lain kali datang ke butik kakak ya .'' Pinta Cintya sebelum Erli pergi.

__ADS_1


Erli cuma menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala.


''Cintya Aku pamit pulang ,'' pamit Samuel sambil mengacak rambut Cintya.


''Jangan buat rambutku berantakan deh Sam ,'' kesal Cintya sambil mengerucutkan bibirnya.


''Bibir Kamu jangan di majuin seperti itu, Aku takut tidak bisa menahannya .''


Setelah mengatakan itu Samuel berlalu pergi meninggalkan Cintya dan Erli.


Erli tertawa kecil saat melihat pipi Cintya bersemu merah.


Sedangkan Cintya wajahnya berubah merona saat Samuel mengatakan itu.


Cintya tersenyum sambil menatap punggung Samuel dan Erli yang masuk ke dalam mobil.


Samuel tertawa kecil saat melihat tingkah Cintya yang menurutnya menggemaskan.


''Cantik ya Kak ?'' tanya Erli menatap Cintya yang berlari masuk saat ketahuan wajahnya merona.


''Hm...,''


''Hm...,''


''Kenapa kakak tidak menembaknya ?'' tanya Erli sambil menatap samuel.


''Eh...,kamu bilang apa ?'' tanya Samuel yang baru menyadari pertanyaan dari Erli.


''Kak Sam menyukai kak Cintya ?'' tanya Erli sambil menatap Samuel yang salah tingkah.


''Tidak , Aku tidak menyukainya .'' Jawab Samuel berbohong.


''Aku tahu lo kalau kak Sam menyukainya ,'' canda Erli sambil tersenyum menggoda Samuel.


''Kamu anak kecil tahu apa ,'' elak Samuel tidak mau menatap Erli.

__ADS_1


''Gini-gini Aku mau jadi istri lo .'' Erli pura-pura marah setelah mengatakan itu.


Samuel lalu melajukan mobilnya meninggalkan butik milik Cintya.


Di sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suara.Erli sibuk dengan pemikirannya,sedangkan Samuel sedang memikirkan cara untuk melamar Cintya.


Mobil Samuel berhenti di depan mall terbesar dan milik keluarga Pratama.


Erli menatap bingung kenapa mereka berhenti di depan mall.


''Kita mau cari apa kak ?'' tanya Erli saat mobil berhenti di depan mall bertuliskan PLAZA MALL.


''Kakak mau ambil pesanan ,'' jawab Samuel sambil keluar dari dalam mobil.


Erli mengikuti Samuel yang keluar dari dalam mobil dan menuju ke dalam mall.


Samuel menganggukkan kepalanya saat beberapa pelayan menunduk hormat ke arahnya.


Erli mengikuti Samuel sampai Samuel berhenti di depan toko perhiasan.


''Selamat datang Tuan ,'' sapa pelayan toko saat melihat Samuel berdiri di depannya.


Samuel menganggukkan kepalanya dan langsung memberitahu apa tujuannya datang ke toko itu.


Pelayan toko pun mengambil pesanan atas nama Tuan Renald dan memberikan nya kepada Samuel.


Samuel menerima paperbag berisi perhiasan dari pelayan toko itu.


''Silakan di lihat isinya Tuan ,'' suruh Pelayan toko itu sambil tersenyum menatap Samuel.


''Tidak perlu ,'' tolak Samuel.


Samuel pun langsung berbalik dan meninggalkan toko perhiasan.


Erli mengekor di belakang Samuel dan menatap penasaran paperbag yang ada di tangan Samuel.

__ADS_1


Erli tersenyum saat membayangkan isinya perhiasan dan akan di berikan untuk kak Cintya.


''Pasti itu untuk kak Cintya ,'' gumam Erli sambil menatap paperbag yang ada di tangan Samuel.


__ADS_2