Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 173.


__ADS_3

Di dalam sebuah apartemen.


Andre setelah mendapat telpon dan perintah dari Re untuk menyusulnya ke desa, Andre langsung mengambil koper dan memasukkan beberapa bajunya ke dalam koper itu.


Sandrina yang baru keluar dari kamar mandi, mengerutkan keningnya saat melihat sang suami yang sedang memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.


"Mas, ngapain?'' tanya Sandrina sambil melangkah mendekati Andre yang ada di depan ranjang.


Andre cuma menatap sekilas Sandrina yang baru selesai mandi, terbukti karna rambutnya yang masih basah. Andre kembali sibuk dengan baju-baju yang ia masukkan ke dalam koper.


''Mas malam ini akan pergi ke luar kota, ada pekerjaan mendadak.'' jawab Andre sambil menutup koper miliknya.


Sandrina duduk di tepi ranjang sambil mengamati wajah sang suami.


''Mas,ada kabar dari teman ku Erli gak?'' tanya Sandrina.


''Ya,Erli sudah di temukan.Dan ini mas mau nyusul ke sana,Re mau ada proyek di sana.'' jawab Andre jujur.


Sandrina tersenyum senang saat sahabatnya di temukan,pasti para sahabatnya mendengar ini akan bahagia.


''Mas,boleh enggak aku ikut ke sana?'' tanya Sandrina.


''Buat apa?lagian mas di sana kerja bukan liburan.Dan lagian juga kamu sedang hamil muda,dan perjalanannya pun sangat jauh. Aku takut kamu nanti kecapean di jalan." Andre duduk di samping Sandrina.

__ADS_1


"Kan di sana nanti ada Erli,dan lagian aku juga duduk di dalam mobil.Dan kita juga kesananya tidak jalan kaki," Sandrina kekeh ingin ikut ke kampung.


"Baiklah,kita akan tanya dokter dulu, boleh enggak kamu melakukan perjalanan jauh.'' putus Andre akhirnya mengiyakan.


Sandrina tersenyum senang dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Tasya,dan mengabarkan kalau Erli sudah di temukan dan dirinya akan menyusul Erli di kampung itu.


Andre menghela nafas dan menggelengkan kepalanya saat istrinya menelpon para sahabatnya, dirinya pasrah kalau harus pergi bersama mereka.


...****************...


Sedangkan di kampung.


Re bermalam di rumah yang tidak jauh dari tempat tinggal sang istri, Erli mengetuk pintu rumah itu.


"Ih abang kok gak pake baju, coba kalau yang datang gadis lain. pasti kesenangan tu ngeliat roti sobeknya abang." Omel Erli sambil mendorong Re masuk ke dalam rumah.


Re tersenyum melihat wajah Erli yang kesal, wajah Erli yang kesal di mata Re sangat menggemaskan dan lucu.


Re menarik pinggang Erli, sehingga membuat gadis cantik itu menenpel padanya.


"Bang, lepas ih." kesal Erli sambil memukul dada Re pelan.


"Abang menginginkan mu malam ini." Bisik Re dengan suara seraknya.

__ADS_1


Erli membulatkan matanya terkejut saat Re membisikkan seperti itu, Erli lalu mendorong dada Re.


"Maafin aku Abang, aku sedang.....!" bisik Erli di telinga Re, sehingga membuat Re menghela nafas.


Deru mesin mobil terdengar masuk ke halaman rumah yang sederhana yang sedang di tempati Re, Re mengecup bibir Erli sekilas dan ia pun melepas pelukan itu.


"Bang ada suara mobil milik siapa?" tanya Erli yang melihat Re memakai kaos nya.


Re tersenyum sambil mengusap puncak kepala Erli, pria tampan itu tidak langsung menjawab, pria itu menggandeng Erli dan keluar dari dalam kamar.


Erli pun cuma bisa diam, dan bertanya-tanya siapa sebenarnya yang datang dengan mobil itu.


Re membuka pintu bambu yang ada di depannya, Erli membulatkan matanya saat melihat siapa yang ada di luar rumahnya itu.


"Bang, mereka....," Erli tidak melanjutkan ucapan nya.


Pria tampan itu menganggukkan kepalanya sebagai tanda jawaban dari pertanyaan nya itu.


Sedangkan ketiga orang gadis yang baru keluar dari dalam mobil tersenyum senang dan berteriak heboh saat melihat Erli, mereka sangat senang bertemu dengan gadis itu.


Mereka bertiga itu langsung berlari menaiki undakan tangga dan menghambur memeluk gadis cantik itu.


Re membiarkan mereka berempat melepas rindu, Re menghampiri Andre yang sedang mengeluarkan koper-koper dan barang bawaan para gadis yang ikut dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2