
Erli terkejut melihat anak berumur 10 tahun sedang menatapnya,Erli tersenyum ramah menatap bocah itu.
"Teteh sedang apa di sini ?'' tanya bocah itu sambil menatap penuh selidik Erli.
"Apa Teteh komplotan para maling tadi?'' tanyanya lagi.
''Bukan,Aku sedang bersembunyi dari Mereka .'' Sahut Erli cepat sambil menggelengkan kepalanya.
Bocah kecil itu menganggukkan kepalanya.Dan menatap penampilan Erli.
"Teteh mau kemana ?'' tanya bocah itu.
''Teteh tidak tahu mau kemana,apa boleh Teteh menginap di rumah Kamu .'' Izin Erli.
Bocah itu terdiam sejenak dan menempelkan jarinya ke dagu.
''Bentar Teh,Aku izinin dulu ke Abah dan Ambu .'' Bocah kecil itu berlari ke samping rumah.
Tidak lama kemudian bocah itu kembali lagi dengan seorang Wanita yang masih muda dan seumuran dengan dirinya.
"Ayo teh masuk ,'' ajak Wanita muda itu sambil membuka pintu kayu.
Erli mengikuti bocah laki-laki dan wanita itu masuk ke dalam rumah.
Naya menyunggingkan senyum tipis saat anak buah Re mengabarkan Erli tidak ketemu,Ia berharap Adiknya tidak akan pernah ketemu dan mati di makan binatang buas.
__ADS_1
''Kalian pulanglah biar Marcel yang akan mengantar Kalian semua,'' ujar Re sambil menatap Naya,Tasya,Linda dan Marcel.
''Tidak Re,Aku akan ikut bersama Mu untuk mencari AdikKu .'' Tolak Naya.
''Iya Bang,Aku juga tidak mau pulang, Kita berdua ingin mencari sahabat Kami .'' Tolak Tasya juga.
Di angguki oleh Linda.
''Baiklah kalian semua boleh ikut, tapi.....,''
Tasya yang awalnya tersenyum saat mendengar Abangnya mengizinkan, senyumnya memudar kala Abangnya mengucapkan kata tapi.
''Tapi apa Bang ?'' tanya Tasya penasaran.
''Kalau sampai besok Erli tidak di temukan,kalian harus kembali ke kota. Biar Abang yang terus melanjutkan pencarian Erli .'' Putus Re akhirnya.
Naya tersenyum kecut saat dirinya gagal berduaan dengan Re.
Re dan yang lainnya menyusuri perkebunan karet dengan di ikuti oleh beberapa anak buahnya.
Re menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangannya,Ia pun menengadahkan kepalanya dan melihat langit yang sebentar lagi gelap.
Re melihat warung yang tidak jauh dari perkebunan karet,Ia pun menuju kesana.
''Kita beristirahat di sini ,'' Re keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam warung.
__ADS_1
Anak buahnya pun ikut masuk ke dalam warung dan memesan kopi dan mie instan.
Tasya dan Linda duduk di kursi kayu dan memesan mie instan dan teh panas.
Naya menghampiri Re yang sedang duduk bersama Marcel.
''Re Kita akan bermalam di mana ?'' tanya Naya.
''Marcel kau urus tempat untuk Mereka menginap .'' Re tidak menjawab pertanyaan dari Naya,Ia langsung menyuruh Marcel untuk mencari penginapan untuk para Wanita.
"Oke Aku akan tanyakan pada ibu pemilik warung .'' Ucap Marcel sambil beranjak dari duduknya untuk menuju di mana pemilik warung berada.
Kini tinggallah Re dan Naya.
''Re.....,'' panggil Naya sambil ingin memegang tangan Re.
''Jaga batasanMu Naya ,'' ucap Re menatap dingin Naya sambil menarik tangannya yang akan di pegang oleh Naya.
''Re apa tidak ada kesempatan untukKu ?'' tanya Naya menatap Re sendu.
Re diam saja,tidak menanggapi ucapan Naya.Re menyesap kopi miliknya sambil menatap Naya dengan tajam.
Re meletakkan kopi miliknya di atas meja.
''Dengar Naya,kalau ini semua ulahMu. Kau akan tahu sendiri akibatnya,'' ancam Re sambil mencengkram erat lengan Naya.
__ADS_1
''A...pa...maksud Mu Re,Aku tidak mungkin melakukan itu.Erli AdikKu ,'' sangkal Naya berusaha menanggapi ancaman Re dengan tenang.
Re melepas cengkraman tangannya yang mencengkram lengan Naya.Ia pun tidak mengabaikan apa yang di ucapkan oleh Naya.