Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 158.


__ADS_3

Erli keluar dari dalam kamar menggunakan baju santai.Ia langsung menuju ke ruang makan,Ia sudah sangat lapar sejak tadi.


Erli menatap layar ponselnya,tidak ada tanda-tanda Re menghubunginya.


''Apa dia sesibuk itu,sampai-sampai tidak menghubungiKu .'' Erli sepanjang menuju ruang makan terus menggerutu.


Erli duduk di ruang makan sendirian.Ia menatap kursi-kursi yang kosong di sisi kanan dan kirinya.


Biasanya Erli sarapan pagi bersama keluarga,Ia sangat merindukan Papa dan Mamanya sekarang.


Dua Wanita berpakaian pelayan datang menghampiri dengan membawa desert dan seteko air putih.


Erli tersenyum melihat kedatangan ke dua pelayan itu.


Setelah ke dua pelayan itu meletakkan desert dan teko berisi air putih di atas meja.Mereka berdua segera akan pergi ke belakang,di mana ruangan mereka berada.


''Tunggu ,Kalian berdua mau kemana ?'' tanya Erli sambil menghentikan langkah ke duanya berhenti.


''Kami berdua ingin kebelakang Nyonya, untuk meneruskan pekerjaan Kami .'' Jawab salah satu pelayan yang membawa desert tadi.


Erli memutar bola mata malas saat pelayan itu memanggilnya dengan sebutan kata Nyonya.


''Apa Kalian sudah makan ?'' tanya Erli.


Ke dua pelayan itu saling berpandangan saat mendapat pertanyaan dari majikannya.


''Kami akan makan di belakang Nyonya .'' Sahut salah satu pelayan satunya.


''Ayo Kalian berdua duduk,dan temani Saya makan .'' Ajak Erli dengan wajah yang berbinar.


''Maaf Nyonya,Kami tidak berani satu meja dengan Nyonya .'' Tolak pelayan Wanita yang membawa dessert tadi.


''Iya Nyonya,Kami takut di marah oleh Tuan kalau ketahuan makan bersama Nyonya .'' Ucap pelayan satunya memberi alasan.


''Tenang saja,Saya yang akan bertanggung jawab.lagian Saya malas makan sendiri.'' Bujuk Erli.


Ke dua pelayan itu kembali saling berpandangan.

__ADS_1


''Nama Kalian berdua siapa ?'' tanya Erli.


''Saya Nur Nyonya,dan yang ini Mira .'' Jawab Nur pelayan yang membawa teko berisi air putih.


''Dimana Rani ?'' tanya Erli.


''Dia sedang ada di kamarnya,bersiap untuk kuliah .'' Jawab Nur.


''Rani kuliah ?'' tanya Erli tidak percaya.


Nur mengangguk.


''Rani ,'' panggil Erli saat melihat Rani akan masuk ke dapur.


Rani menghampiri Erli yang sedang duduk di kursi yang ada di ruang makan.


''Duduklah,Ayo ikut makan bersama Ku .'' Ajak Erli dengan tersenyum.


''Maaf Nyonya,Saya tidak berani .'' Tolak Rani .


''Biar Kami makan di belakang Nyonya ,'' lanjut Rani lagi.


''Baik Nyonya,Kami akan makan bersama Nyonya .'' Ucap Rani akhirnya pasrah.


Ia tidak mungkin membiarkan Nyonya majikannya makan di belakang.kalau sampai Tuannya tahu,bisa-bisa Mereka semua di marah karena membiarkan Nyonya mereka makan di belakang.


Erli mengembangkan senyumaannya, Ia senang karna tidak makan sendirian.


Dengan canggung ke tiga pelayan itu duduk di ruang makan yang sama dengan Nyonya majikannya.Mereka berharap Tuannya tidak melihat kelancangan Mereka.


Rani mengambilkan nasi serta lauk di atas piring,setelah itu Ia meletakkan piring yang berisi makanan di hadapan Erli.


''Terima kasih ,'' ucap Erli setelah Rani meletakkan piring berisi makanan di hadapannya.


''Tidak perlu berterima kasih Nyo,em Nona.Itu sudah menjadi kewajiban saya.'' Ucap Rani sambil membenarkan panggilannya karna melihat Erli yang memlototinya saat Ia akan memanggilnya Nyonya.


''Ayo isi piring kalian dengan makanan ,'' suruh Erli kepada ke dua pelayan yang sejak tadi duduk diam saja.

__ADS_1


Ke dua pelayan itu dengan ragu-ragu, mulai mengisi piring Mereka.


Rani menatap Erli dengan kekaguman, Ia tidak menyangka.Walaupun Erli menjadi Nyonya di rumah ini,Ia mau saja makan bersama pelayan.


''Rani,ayo kamu juga ikut makan .''Ujar Erli saat melihat Rani yang diam saja menatap dirinya.


''Iya Nona .'' Jawab Rani dengan tersenyum canggung.


Ketiga pelayan itu makan dengan rasa was-was,mereka takut tiba-tiba saja Tuannya datang dan melihat Mereka dengan lancang makan bersama Nyonya majikannya.


Saat Erli sedang menikmati sarapannya, ponselnya tiba-tiba berdering.Erli berharap itu telpon dari Re,entah kenapa tiba-tiba saja Erli merindukan suaminya.


Ke tiga pelayan itu menatap takut saat Erli mengambil ponselnya,mereka takut yang menghubungi Nyonya majikannya Tuan Mereka.


''Linda,mau apa Dia menelponKu pagi-pagi sekali .'' gumam Erli saat melihat layar ponselnya.


Ke tiga pelayan itu menghembuskan nafas lega saat mendengar gumaman dari Erli,ternyata itu bukan Tuannya yang menelpon Nyonyanya.Mereka pun kembali menyelesaikan sarapannya dengan terburu-buru.


Erli menggeser tombol hijau,dan mulai menempelkan ketelinganya.


''Iya Lin,ada apa ?'' tanya langsung Erli tanpa basa-basi.


''Erli,bisa kita bertemu ?'' tanya Linda balik.


Erli terdiam sesaat.Di rumah juga dirinya sendiri tidak melakukan apa-apa.Apa salahnya Ia bertemu dengan Linda.


''Baiklah ,'' sahut Erli di seberang sana.


''Aku tunggu Kamu di cafe langganan Kita .'' Linda memberitahu tempat bertemu mereka.


''Oke,Setengah jam lagi Aku OTW kesana .'' Ucap Erli sambil mematikan sambungan ponselnya.


Setelah itu Erli melanjutkan lagi sarapannya.


Tidak lama kemudian mereka telah menyelesaikan sarapan Mereka.Erli langsung kembali ke kamar,untuk bersiap-siap.


Erli mengirim pesan kepada Re,kalau dirinya akan keluar.

__ADS_1


Erli kesal dan melempar ponselnya,Re tidak membalas pesan darinya.Padahal jelas-jelas pesan yang Ia kirim telah di bacanya.


Sedangkan pelaku yang sedang membuat Erli kesal,sedang melakukan meting di kantornya.Ia cuma bisa membaca pesan itu,Ia nanti akan mengirim balasannya setelah meting selesai.


__ADS_2