Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 88.


__ADS_3

Sebuah mobil mewah keluaran terbaru sedang mengebut di jalanan,Aldo sesekali melirik Tuannya yang duduk di kursi belakang melalui kaca spion yang ada di depannya.Aldo menyipitkan matanya dan memperjelas pandangannya saat tidak sengaja dirinya melihat ada mobil yang mengikuti mobil mereka dari belakang.


Aldo sesekali melirik lewat kaca spion yang ada di sampingnya untuk memastikan mobil itu mengikutinya atau tidak.Dan benar saja dugaannya mobil itu memang mengikuti mobil mereka.


''Tuan,sepertinya mobil yang ada di belakang kita sepertinya mengikuti mobil kita .'' Lapor Aldo sambil melirik Re yang fokus pada layar ponselnya.


''Sudah ku duga ,'' Sahut Re yang tidak terkejut atas laporan dari Aldo.


Aldo tercengang dengan jawaban yang di berikan oleh Re,Aldo melirik sekilas Re yang sedang fokus pada benda pipihnya.Tidak ada guratan kecemasan di wajah Re.Aldo tidak tahu Re sedang melihat apa di dalam layar ponselnya.


''Mereka mengikuti kita sejak kita keluar dari rumah sakit ,'' jelas Re yang mengerti raut penasaran di wajah Aldo.


''Tuan sudah tahu kalau mobil itu sedari tadi mengikuti kita ?'' tanya Aldo terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.


''Hmm ,'' sahut Re yang masih santai dengan layar ponselnya.


''Apa yang harus Saya lakukan Tuan ?'' tanya Aldo yang bingung harus melakukan apa.


''Kemudikan mobilmu seperti biasa, jangan buat mereka menyadari kalau kita melihat mereka membuntuti kita .'' Ujar Re sambil tersenyum misterius.


''Baik Tuan,Saya mengerti .'' Jawab Aldo sambil terus melajukan mobilnya ke suatu tempat.


''Bodoh,kalian pikir bisa menemukan kelemahanKu dan menghancurkan diriku,tidak semudah itu Bima .'' Ucap Re dalam hati.


''Tuan Kita dalam bahaya ,'' lapor Aldo saat dirinya melihat dua buah mobil berhenti tepat di depan mereka.


Aldo terpaksa menghentikan laju mobilnya saat ke dua mobil itu menghalangi jalan mereka.


Re mendengus dingin menatap dua buah mobil yang menghadang mobilnya.


''Tuan,mobil yang di belakang putar arah .'' Lapor Aldo saat melihat mobil yang mengejar mereka berbalik arah.


''Biarkan saja,kita urus yang di depan .'' ucap Re menatap dingin pada dua mobil yang menghadang mereka.


''Biar saya saja Tuan yang menghadapi mereka ,'' ucap Aldo saat melihat beberapa pria keluar dari dalam mobil dengan memakai topeng.


''Kau tunggu saja di mobil,biar aku yang menangani Pria-pria itu .'' Cegah Re saat Aldo akan membuka pintu mobil.

__ADS_1


''Tapi Tuan...,'' ucapan Aldo tak di teruskan saat mendapat tatapan tajam dari Re.


Aldo pun terdiam,Ia pun menuruti apa mau Tuannya.Re melepas jas yang di pakainya dan meletakkannya di atas jok kursi yang ada di depannya.


Re membuka pintu mobil,lalu Ia keluar dari dalam mobil dan menutup kembali pintu itu.Re melangkah maju mendekati beberapa pria yang berdiri di depan mobil mereka,dan wajah mereka di tutupi dengan topeng.


Re mengambil kotak rokok yang ada di saku kemejanya.Dan mengambil satu batang rokok dan mulai menghisapnya setelah Re menyalakan rokok itu.Asap rokok mengepul ke udara.


Pria-pria itu saling berpandangan saat melihat Re dengan santai merokok di depan mereka.


Re bersandar di kap mobil miliknya. Tangan sebelah kiri Ia masukkan kedalam saku celana,sedangkan tangan kanannya memegang rokok.Sesekali Ia melirik para pria itu yang ada di hadapannya.


''Katakan kenapa kalian menghadang mobil Ku ?'' tanya Re sambil menatap mereka dengan dingin.


Pria yang ada di depannya tanpa sadar memundurkan langkahnya saat Re menatapnya dengan dingin.


''Siapa pria ini,kenapa dia tidak takut sama sekali dan terlihat santai .'' Gumam Preman itu dalam hati.


''Apa Kau yang bernama Re ?'' tanya salah satu Pria berbadan gemuk.


''Ada apa kau mencariKu ?'' tanya Re dengan wajah datar.


''Bos Ku ingin bertemu denganMu ,'' ucap Pria berbadan kurus yang ada di sebelah Pria berbadan gemuk.


''Siapa Bos Mu ?'' tanya Re dingin.


''Kau tak perlu tahu siapa Bos kami,yang jelas kau ikut kami untuk menemui Bos kami .'' Jawab Pria berbadan gemuk itu.


''Katakan dulu siapa bos kalian,baru Aku akan ikut kalian .'' Ucap Re tersenyum dingin menatap para pria-pria yang ada di depannya.


''Tak perlu tahu siapa bos kami,yang jelas kau harus ikut dengan kami .'' Pria berbadan gemuk itu tak mau mengatakan siapa bos mereka,


''Kalau kau tak memberi tahu siapa bos kalian,lupakan saja .'' Re berbalik dan ingin melangkah ke arah mobil miliknya,


''Kurang ajar,berhenti !'' teriak pria berbadan kurus saat melihat Re ingin membuka pintu mobil.


Re tak mempedulikan teriakan Pria berbadan kurus.

__ADS_1


Saat Re akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba dari arah samping Pria berbadan kurus berlari ingin menerjang Re,dengan gerakan cepat Re menendang Pria itu hingga jatuh terpental ke belakang menabrak salah satu rekannya.


Bang.


''Ugh,'' Pria berbadan kurus itu terbatuk hingga memuntahkan darah.


Pria berbadan gemuk dan yang lainnya tercengang melihat Re dengan sangat cepat menendang Pria kurus itu.


Re tersenyum sinis menatap Pria berbadan kurus yang terbatuk memuntahkan darah.


''Maju kalian hajar dia ,'' suruh Pria berbadan gemuk pada rekannya.


Para pria-pria itu terdiam tidak berani maju melawan Pria yang ada di depan mereka.


''Ayo lawan dia,kenapa diam saja !'' bentak Pria berbadan gemuk murka.


''Bilang pada bosmu itu,temui Aku malam ini di club kejora di ruang VIP .''


Setelah mengatakan itu Re masuk ke dalam mobil.


Sebelum Re masuk ke dalam mobil,Pria berbadan gemuk ingin menendang Re.


Ntah sejak kapan Aldo berada di dekat Re,Aldo langsung menendang Pria berbadan gemuk hingga pria itu jatuh tersungkur di lantai.


Aldo ingin menghajar kembali pria berbadan gemuk.


''Cukup Aldo,Ayo kita pergi .'' Perintah Re.


Aldo menghentikan langkahnya dan langsung masuk ke dalam mobil.


Mobil pun melesat pergi meninggalkan para pria itu.


Pria berbadan gemuk itu menatap murka pada mobil Re yang telah pergi.


''Sialan,kurang ajar,kemari Kau !'' teriak Pria berbadan gemuk sambil memaki mobil Re yang semakin menjauh.


Sedangkan para anak buahnya menundukkan kepalanya tidak berani menatap pria berbadan gemuk.

__ADS_1


__ADS_2