
''Andre jangan lupa nanti malam,'' ingat Pratama saat berpapasan di pintu yang menghubungkan gazebo.
''Iya Pa ,kalau Andre tidak lupa.'' Jawab Andre dengan malas.
''Awas saja kalau sampai lupa ,''
''Andre mengerti Pa ,'' sahutnya malas.
''Kalian mau kembali ke kantor ?'' tanya Pratama sambil menatap ke dua putranya.
''Hm,'' Re menjawab cuma dengan berdehem.
''Iya Pi,'' jawab Andre.
''Kami harus segera pergi Pi,'' pamit Re sambil berlalu pergi meninggalkan Papinya.
''Emangnya nanti malam ada apa Pi ?'' tanya Rara yang tidak sengaja mendengar ucapan Papinya.
''Tidak ada apa-apa,cuma ingin mengajak Andre makan malam saja .'' jawab Pratama sambil tersenyum menatap menantunya.
....
Re dan Andre keluar dari kediaman Pratama.Aldo melihat Re yang baru keluar dari Mansion,membuka pintu mobil penumpang.
Re tidak langsung masuk ke dalam mobil.Re menatap Andre yang berdiri di belakangnya.
''Andre ,bawalah salah satu mobil yang di sana .'' Suruh Re sambil menunjuk beberapa mobil yang ada di garasi.
''Buat apa?'' tanya Andre yang tak mengerti.
''Tentu saja buat Kau pake,'' jawab Re sambil masuk ke dalam mobil.
''Tidak perlu Re ,'' tolak Andre.
Re membuka kaca jendela mobil bagian belakang.
__ADS_1
''Kau perlu mobil baru,pasti Samuel sudah mengambil mobilMu yang ada di apartemen.'' Ucap Re sambil menutup kaca jendela mobil lagi.
Andre mengumpat,Ia pun pasrah dengan mengambil salah satu mobil milik Re yang ada di garasi.Andre mendengus kesal sambil menatap mobil milik Aldo yang keluar dari gerbang Mansion.
''Orang kaya ma bebas,'' gerutu Andre sambil masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Re sangat puas mengerjai Andre.dengan begini Andre mau menerima mobil pemberian darinya.
Aldo melajukan mobilnya menuju kantor pratama.Aldo melirik lewat kaca spion dan melihat Re yang tengah fokus pada benda pipih yang ada di tangannya.
''Tuan....,''
''Kita di luar,tak perlu bersikap formal.'' Tegur Re yang tak suka Aldo memanggilnya Tuan.
''Re,kita langsung ke kantor atau mau makan siang dulu ?'' tanya Aldo sambil menatap Re lewat kaca spion.
Re terdiam sejenak,Ia pun lupa kalau ini sudah waktunya jam makan siang.
''Ke cafe yang ada di ujung sana ,'' perintah Re tanpa mengalihkan perhatiannya pada benda pipih yang ada di tangannya.
Saat lampu merah menyala,Aldo pun menghentikan laju mobilnya.
Re menoleh kesamping,tatapannya tertuju di sebuah Cafe mewah yang tidak jauh dari lampu merah.Re menyipitkan matanya saat tatapannya tidak sengaja melihat Tasya berada di dalam cafe itu.
''Aldo Kita ke cafe itu ,'' suruh Re sambil menunjuk Cafe mewah yang tidak jauh dari lampu merah.
Aldo mengarahkan pandangannya ke cafe mewah yang tidak jauh dari lampu merah.
''Bukankah kita ke cafe yang ada di ujung sana Re ?'' tanya Aldo.
''Batalkan ,Kita ke cafe itu .''
Aldo tidak menjawab,setelah lampu merah berubah berwarna hijau.Aldo melajukan kembali mobilnya dan menuju di mana cafe yang di maksud Re.
Sesampainya Mobil Aldo sampai di halaman cafe.
__ADS_1
Re keluar dari dalam mobil saat mobil Aldo belum berhenti.
Aldo menggelengkan kepalanya yang melihat Re keluar dengan terburu-buru. Aldo segera mencari tempat parkir yang masih kosong.beruntung pengunjung cafe belum banyak,jadi memudahkan Aldo menemukan tempat parkir yang kosong.Setelah Aldo mematikan mesin mobilnya,Aldo keluar dari dalam mobil dan menyusul Re yang sudah terlebih dulu masuk ke dalam cafe.
Sesampainya Aldo di dalam cafe,Aldo terdiam sesaat dan terkejut saat melihat Re menghajar seorang Pria berseragam SMK.Aldo tersadar dari keterkejutan nya dan segera menghampiri Re yang sedang menghajar Pria yang memakai seragam sekolah.
''Abang hentikan !'' teriak Tasya sambil meneteskan air matanya.
''Ada apa ini ?'' tanya Aldo saat tiba di samping Tasya dan gadis berseragam SMK di samping Tasya.
Tasya menoleh dan melihat Aldo sedang menatap.
''Kak,hentikan Abang.Dia bisa membunuhnya,'' ucap Tasya sambil menatap sendu Ke dua orang yang sedang ada di depan sana.
Aldo tidak berbicara apa-apa langsung menghampiri Re dan Pria yang masih memakai seragam sekolah itu.
''Hei,kau bisa membunuhnya.lepaskan ,'' suruh Aldo sambil memegang lengan Re.
Re menatap Aldo dengan tajam.Re tanpa mengatakan apa-apa, menghempas tangan Aldo yang mencengkram nya dan melangkah menuju di mana Adiknya berada.
Re menarik paksa Tasya keluar dari dalam cafe.
Tasya menoleh kebelakang dan menatap sedih Bryan.Ia, tidak bisa berbuat apa-apa.Tasya sangat takut dengan kemarahan Abangnya.
Aldo menghembuskan nafas kasar, sebelum Ia meninggalkan cafe.
''Maaf atas kekacauan ini .'' Ucap Aldo sambil menatap semua pengunjung yang sedang menatap ke arahnya.
Aldo pun memanggil pelayan dan memberikan beberapa lembar uang kertas untuk ganti rugi karna sudah membuat cafe ini sedikit kacau.
Aldo pun beralih menatap gadis yang bersama Tasya tadi.
''Bawa temanMu ke rumah sakit ,''
Setelah mengatakan itu Aldo bergegas keluar dari dalam cafe menyusul Re yang sudah terlebih dulu keluar.
__ADS_1