
Erli berlari memasuki lorong rumah sakit untuk mencari kamar rawat papanya berada.Erli melihat mama dan kakaknya berada di ruang tunggu.
''Ma,bagaimana keadaan papa ?'' tanya Erli ketika sudah di hadapan Mama dan Kakaknya.
Tari langsung memeluk Putri bungsunya.
''Papa Kamu koma Sayang ,'' sahut Tari sambil membelai rambut Erli.
Tari mengurai pelukannya,lalu mengajak Erli untuk duduk dan menunggu dokter keluar dari ruang IGD.
''Ma,apa boleh Erli melihat papa ?'' tanya Erli sendu.
''Nanti Kita tanya dokter ya sayang ,'' sahut Tari.
Erli menganggukkan kepalanya.
Sedangkan Re setelah mengantar Erli ke rumah sakit dan memastikan Erli sampai di lorong rumah sakit.Re langsung menuju di mana lokasi Wijaya kecelakaan.
Sesampainya Re di tempat kejadian,Re melihat Polisi dan beberapa pria sedang mengevakuasi mobil Wijaya dan menyelidiki penyebab kecelakaan itu.
Re keluar dari dalam mobil dan melihat mobil Wijaya sedang di angkat dengan mobil derek.
Re mendengar,seorang pria yang menjadi saksi mata mengatakan mobil itu tiba-tiba melaju dengan kencang dan sempat tidak bisa menghindari belokan dan akhirnya mobil itu terjun bebas dari atas jurang hingga mobil itu terguling ke bawah.
Pak polisi pun mencatat laporan dari Pria itu.
Pak polisi mendekati mobil Wijaya yang sudah di tarik ke atas,dan mengecek mobil itu.
''Bagaimana ?'' tanya Pak polisi kepada Pria yang berpakaian bengkel.
''Remnya blong dan ,'' lapor Pria yang sedang mengecek mobil itu.
Mobil Wijaya pun di bawa ke kantor polisi untuk di selidiki lebih lanjut lagi. Tidak lama kemudian mobil polisi pun meninggalkan tempat itu.
Re melangkahkan kakinya menuju di mana mobil miliknya berada.Re menghentikan langkahnya di balik pohon saat tidak sengaja mendengar Pria yang menjadi saksi sedang berbicara di telpon.
''Mereka percaya dengan kesaksian Saya yang mengatakan mobil itu kecelakaan bos ,'' lapor Pria itu.
''.....''
''Saya akan pastikan polisi tidak akan mendapat bukti apa-apa bos ,'' ucap Pria itu menjanjikan.
Setelah mengatakan itu Pria yang menjadi saksi mata segara meninggalkan tempat kejadian kecelakaan menggunakan motor Rx king yang terparkir di balik semak-semak.
Re keluar dari persembunyian nya dan memotret plat motor milik Pria itu lewat telpon genggam miliknya.
__ADS_1
''Sudah ku duga pasti ini bukan kecelakaan ,'' gumam Re sambil tersenyum tipis menatap foto yang barusan Ia kirim ke pada anak buahnya.
Re lalu masuk ke dalam mobil milik nya dan segera melajukan mobilnya menuju di mana temannya berada.
**
**
**
**
Erli membuka ruang rawat papanya, Erli meneteskan air matanya saat melihat pria paruh baya terbaring di atas ranjang dengan beberapa selang di tubuh tuanya.Erli tak kuasa menahan tangisnya yang sejak tadi Ia tahan saat melihat keadaan Papanya yang memprihatinkan.
Erli melihat banyaknya luka di tubuh Papanya.
Erli perlahan menghampiri Papanya yang berbaring di atas ranjang.Erli menangis melihat keadaan Papanya yang memprihatinkan.
Tiba-tiba seorang dokter dan Suster masuk ke dalam ruangan pasien.
''Dok,ada apa dengan suami Saya ?'' tanya Tari yang terkejut dengan kedatangan Dokter.
''Maaf Bu,dengan terpaksa kami akan mencabut selang-selang yang ada di atas tubuh pasien,karena biaya pengobatan di hentikan .''Ucap Dokter itu sambil mendekati tubuh pasien.
''Apa maksud Anda dokter,bukankah pengobatan suami saya sudah di bayar oleh perusahaan.
Tari terkejut dengan apa yang di dengarnya.
''Dok,pasti dokter salah dengar,biarkan putri saya yang akan menelpon perusahaan untuk menanyakan kebenarannya .'' Ucap Tari menghentikan dokter itu untuk mencabut selang-selang yang ada di tubuh Wijaya. ''Baik bu Kami akan memberi waktu sampai sore .'' Dokter Toni pun berlalu pergi meninggalkan ruangan pasien.
Naya mengambil ponsel yang ada di dalam tas miliknya,lalu Ia menelpon orang kepercayaan yang ada di kantornya.Setelah panggilan telpon nya tersambung.
''Halo Pak Deri ,'' sapa Naya saat panggilan telponnya tersambung.
''Iya ada Bu Naya ?'' tanya Pak Deri di sebrang sana.
''Pak Saya mau bertanya,kenapa perusahaan membayar pengobatan papa Saya cuma sampai hari ini ?'' tanya Naya.
''Maaf sebelumnya Bu Naya,keuangan perusahaan sekarang harus melalui Bu Tara.'' Jawab Pak Deri tak enak hati.
''Tara,apa ada hubungannya dengan Tara? jelas-jelas perusahaan itu milik papa saya,kenapa harus melalui Tara ?'' tanya Naya yang tak mengerti.
''Saya sendiri tidak tahu Bu Naya,yang jelas peraturan itu baru di buat siang tadi oleh Pak Sandi .'' terang Deri sambil menutup panggilan telponnya saat melihat Tara masuk ke dalam ruangannya.
Sedangkan Naya mengumpat kesal pada Pak Deri yang sudah menutup panggilan telponnya.
__ADS_1
''Bagaimana Naya ?'' tanya Tari saat melihat Naya memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.
Naya menghembuskan nafas kasar,dan menggelengkan kepalanya sambil menatap sendu mamanya.
''Nay bagaimana ini ?'' tanya Tari sambil menatap Naya.
''Jangan tanya Naya Ma,Naya juga bingung .'' Jawab Naya sambil duduk di kursi sofa yang ada di ruangan itu.
Erli menatap Mama dan kakaknya dengan tatapan sendu,lalu Erli pun beralih menatap Papanya yang terbaling lemah di atas ranjang rumah sakit.
''Nay,kita jual mobil kamu untuk biaya pengobatan Papa ,'' Pinta Tari sambil memegang bahu Naya.
''Tidak Ma,Naya tidak mau menjual mobil Naya .'' tolak Naya.
''Naya,Mama mohon demi Papa Mu ,'' pinta Tari sambil menatap sendu Naya.
''Maaf Ma,Naya tidak bisa menjual mobil milik Naya .'' Tolak Naya sambil berlalu pergi dari ruangan Papanya.
''Naya....,'' panggil Tari saat Naya sudah keluar dari ruangan Wijaya.
Erli menangis saat melihat kakaknya menolak untuk menjual mobilnya untuk pengobatan Papanya.
Erli buru-buru menghapus air mata nya saat teringat kartu ATM milik Re yang ada di dalam tasnya.
''Mama,tunggu di sini ya,biar Erli yang urus biaya pengobatan Papa .'' Ucap Erli sambil berlalu pergi membuka pintu ruangan Papanya.
''Erli tunggu ,'' suruh Tari.
Erli menoleh dan tersenyum menatap Mamanya.
Tari menghampiri Erli yang berdiri di depan pintu.
''Sayang,kamu mau ke mana ?'' tanya Tari.
''Erli akan urus pembayaran pengobatan Papa Ma ,'' jawab Erli sambil tersenyum.
''Kamu dapat uang dari mana, Nak ?'' tanya Tari penasaran.
Erli tidak menjawab,Ia lalu segera keluar dari ruang rawat Wijaya.
Tari menatap penasaran Erli,Tari menghembuskan nafas panjang sambil menatap punggung Erli yang menghilang di balik lorong.
Ding.
Re tersenyum saat melihat ponselnya mendapat notif dari pihak bank.
__ADS_1
Marcel menatap penasaran Re yang tersenyum sambil menatap layar ponselnya.Marcel menyenggol lengan Samuel,Samuel mengendikkan bahunya yang tidak tahu kenapa Re tersenyum saat menatap ponsel yang ada di tangannya.