
Bryan yang sejak tadi di ajak ke perpustakaan oleh temannya menuruti apa mau temannya.Awalnya Bryan curiga sejak kapan dua sahabatnya menginjakkan kakinya ke perpustakaan. Rasa curiga itu di patahkan saat ke dua sahabatnya menyakinkannya,Kini Bryan duduk bersama ke dua sahabatnya untuk mencari buku yang Mereka cari.
Bryan menolehkan kepalanya saat mendengar berisik dari luar.
''Mau ke mana Bry ?'' tanya Dito ketika Bryan akan beranjak dari duduknya.
''Gue pingin lihat,kenapa itu berisik di luar .'' Jawab Bryan.
''Sudah biarin aja,kita fokus aja ke buku-buku ini .'' Cegah Beni.
Bryan dengan terpaksa duduk kembali, tidak menghiraukan suara berisik yang ada di luar.
Sedangkan Tasya yang sedang bergelantungan di atas ketinggian dengan memegang pagar,agar dirinya tidak jatuh di bawah.Tasya mempererat pegangannya saat tangannya hampir saja terlepas.
''Siapa saja tolong Aku,Aku sudah tidak kuat lagi .'' Gumam Tasya sambil memejamkan matanya.
''Ibra,tolong Caca ,''
Tiba-tiba terlintas begitu saja di dalam benak Tasya.Ingatan masa kecilnya dulu perlahan-lahan muncul di kepala Tasya. Walaupun samar-samar Tasya ingin mengingatnya.Dalam ingatan Tasya, Pria remaja sedang berusaha menarik gadis kecil dari atas gedung tinggi.
''Pegang yang kuat Caca ,'' ucap bayangan pria remaja sambil terus menarik tangan Caca.
''Caca sudah tidak kuat Kak Ibra ,'' Jawab Caca.
__ADS_1
Siapa Ibra,pikir Tasya.
Tiba-tiba kepala Tasya pusing,Tasya mencoba mengembalikan kesadaran nya walaupun kepalanya tiba-tiba pusing.
Sedangkan di bawah sana menatap ngeri Tasya yang ada di atas sana yang sedang berpegangan dengan pagar pembatas rooftoop.
''Tasya.....!'' Teriak mereka bersamaan saat salah satu tangan Tasya terlepas.
Jantung mereka berdetak dengan sangat cepat melihat Tasya yang hampir jatuh,kalau saja tangan Tasya yang satunya tidak berpegangan dengan kuat, mungkin saja Tasya sudah jatuh ke bawah.
Tangan Tasya yang terlepas berusaha menggapai pagar kembali.Tasya menggelengkan kepalanya saat tiba-tiba kepalanya kembali pusing.
Gibran saat itu sedang ada di ruang lab. Gibran menyipitkan matanya saat pandangannya tidak sengaja melihat ke arah jendela.Gibran mendekati jendela dan terkejut saat melihat seorang Gadis yang hampir jatuh.
''Caca ,'' gumam Gibran saat matanya tidak salah melihat.
Gibran tidak mempedulikan penampilannya,Ia terburu-buru ingin segera menyelamatkan Tasya.Ia pun meninggalkan kaca mata yang selalu di pakainya saat dirinya berpura-pura culun.
Semua yang ada di sana tidak menyadari dengan kedatangan Gibran yang melewati atap,Mereka fokus ke Tasya yang hampir jatuh.
''Tasya.....!'' Teriak semua orang terkejut saat tangan kanan Tasya sudah tidak kuat lagi untuk berpagangan.
Dengan bertepatan itu Gibran berhasil menggapai tangan kanan Tasya yang terlepas.
__ADS_1
''Pegang tangan Ku yang kuat Ca ,'' suruh Gibran saat sudah sampai di rooftoop dan tepat di atas Tasya.
Tasya mendongak dan menatap Pria tampan di atasnya.
Gibran berusaha menarik tangan Tasya, agar Tasya berhasil naik.
Maya terkejut dengan kedatangan Pria yang tiba-tiba ingin menarik tangan Tasya.
Maya yang tersadar dari keterkejutannya ingin menghampiri Pria yang sedang membantu Tasya.
Langkah Maya terhenti kala tiba-tiba tangannya di tarik dari belakang.Ia menoleh dan terkejut melihat Bryan yang menariknya.
''Sejak kapan Bryan ada di sini ,'' batin Maya sambil menatap Bryan takut.
''Bryan ,'' ucap Maya lirih.
''Kau tega Maya ,'' geram Bryan sambil melewati Maya.
Gibran menoleh ke arah Bryan yang memegang lengan Tasya yang sebelah kiri.
Gibran menganggukkan kepalanya, mereka pun perlahan menarik Tasya untuk naik ke atas.
Semua yang ada di bawah menatap lega Tasya yang akhirnya berhasil di tarik ke atas.
__ADS_1
Saat Tasya berhasil di angkat,tiba-tiba Tasya jatuh pingsan.
''Tasya....!'' pekik Erli dan Linda saat sampai di rooftoop dan melihat Tasya jatuh pingsan di pelukan Gibran.