
Suasana di lingkungan sekolah PELITA, saat itu jam istirahat telah tiba.Semua para siswa dan siswi berhamburan keluar dari dalam kelas menuju tempat favorit mereka masing-masing.
Ada yang pergi ke taman,ke kantin dan ada yang mengisi waktu luang mereka dengan pergi ke perpustakaan.
Dua gadis yang baru keluar dari kantin,menghentikan langkah Tasya yang akan pergi masuk ke kantin.Tanpa rasa curiga Tasya pergi ke rooftoop atas sekolah setelah di beri tahu kalau Bryan sedang menunggunya di atas rooftop.
Tasya menaiki anak tangga dengan bersenandung kecil.Sesampainya Ia di rooftoop suasana nampak sepi,tidak seperti biasanya rooftoop itu hari ini tidak ada yang mendatangi.Tasya celingukan mencari keberadaan Bryan, tapi Ia tidak menemukan Bryan ada di mana-mana.Ia berjalan menelusuri rooftoop untuk mencari di mana Bryan. Tasya berhenti di pagar pembatas rooftoop.
Tasya tersenyum saat dari belakang ada yang memegang bahunya,dirinya pikir Bryan yang datang.
Tasya berbalik dan terkejut saat melihat Maya yang ada di belakangnya bukan Bryan.
''Maya....,'' ucap Tasya terkejut.
Maya tersenyum sinis sambil bersedekap dada.Dan di belakang Maya jangan lupakan ketiga antek-anteknya yang menatap sinis Tasya.
''Kenapa Kau kaget Tasya?Kau pikir Bryan yang akan menemuiMu ,'' Ucap Maya sambil tersenyum sinis.
Tasya memutar bola mata malas.Tasya tidak mengatakan apa-apa,lalu Ia pun akan melangkah pergi.
''Urusan Kita belum selesai Tasya ,'' ujar Maya sambil mencekal tangan Tasya.
''Aku tidak ada urusan denganMu Maya ,'' ketus Tasya sambil menghempas tangan Maya yang mencekalnya.
''Jangan dekati Bryan Tasya,Bryan itu milikKu .'' ucap Maya.
''Kalau sampai Kamu masih mendekati Bryan ,''
__ADS_1
''Apa....,'' tantang Tasya memotong ucapan Maya.
Maya yang sudah di selimuti emosi, mendorong Tasya hingga Tasya mundur ke belakang dan badannya menabrak pagar pembatas rooftoop.
''Mati Kamu Tasya ,'' ucap Maya sambil mendorong Tasya lagi.
Tasya yang terkejut dan tidak sempat menghindar,tubuhnya melewati pagar pembatas rooftoop,beruntung tangan Tasya sempat menggapai pagar.
Prak.
Ponsel Yang ada di saku Tasya terlempar jatuh dari atas rooftoop.
Seorang Siswi mendongak ke atas saat mendengar ponsel jatuh.
''Tasya......,'' pekik siswi itu saat melihat Tasya yang hampir jatuh dari rooftoop.
Sedangkan Maya dan ke tiga temannya tertawa senang dan bertos ria melihat Tasya yang akan jatuh dari ketinggian.
Tidak jauh dari dari pintu rooftoop,ke dua sahabat Bryan menjaga pintu itu agar tidak ada yang datang ke sana.
''Ayo,kita jaga di sana jangan sampai ada yang menolong Tasya .'' Ajak Rini sambil menunjuk pintu masuk rooftoop di mana ke dua sahabat Bryan sudah ada di sana.
Sedangkan di bawah sana,
Semua siswa dan siswi menatap ke atas,di mana Tasya yang hampir jatuh. Tasya memegang kuat pagar rooftoop agar dirinya tidak terjatuh.
Gadis berkaca mata langsung berlari mencari keberadaan Erli dan Linda.
__ADS_1
Gadis itu mencari Erli dan Linda di kelas, tapi tidak ada .
''Akhirnya Kalian ketemu juga ,'' ucap Gadis berkaca mata sambil ngos-ngosan.
Linda dan Erli saling berpandangan.''
''Hai ada apa ?'' tanya Erli sambil menghampiri gadis berkaca mata itu.
''Tasya...Tasya....itu....,'' ucap Gadis itu terbata-bata sambil menunjuk-nunjuk ke luar.
''Iya Tasya kenapa ?'' tanya Linda.
Gadis itu langsung menarik Linda dan Erli untuk mengikutinya.
Linda dan Erli pun makin di buat penasaran,ada apa sebenarnya dengan Tasya.
Linda dan Erli terkejut saat sudah berada di taman,dan banyaknya siswa dan siswi yang berkumpul di sana sambil melihat ke atas.
''Tasya......!'' pekik Erli saat melihat Tasya yang hampir jatuh.
''Tolong Tasya,jangan diam saja .'' Geram Linda yang melihat tidak ada yang menolong Tasya.
Semua yang ada di sana terdiam, mereka takut dengan ancaman Maya dan teman Bryan.
''Kalian memang bodoh ,'' umpat Linda.
''Sial,di mana Gibran dan Bryan .'' Umpat Erli kepada kedua pria itu.
__ADS_1
Saat sedang di butuhkan ke dua pria itu tidak nampak batang hidungnya.