
Tasya perlahan membuka ke dua bola matanya.Tasya menatap ruangan yang berdinding putih.Dan di sampingnya terdapat ke dua sahabatnya yang menungguinya.Ya Dia sekarang berada di UKS sekolahnya.
Saat Tasya pingsan Gibran membiarkan Bryan membawa Tasya ke UKS.
''Sya Kamu sudah sadar ?'' tanya Linda tersenyum saat melihat Tasya yang sudah membuka ke dua bola matanya.
Tasya cuma menganggukkan kepalanya lemah.
''Siapa yang sudah membawa Aku kesini ?'' tanya Tasya sambil menatap Erli.
Ketika Erli akan membuka bibirnya untuk bersuara,tiba-tiba pintu ruangan UKS terbuka.
Cklek.
Bryan masuk ke dalam ruangan UKS dengan membawa kantong kresek berisi minuman botol.
''Kamu sudah sadar Sya ?'' tanya Bryan sambil mendekati brankar Tasya.
''Hmmm ,'' sahut Tasya sambil menatap Bryan.
''Syukur lah,Aku takut terjadi sesuatu sama Kamu .'' Ujar Bryan memasang wajah khawatir.
''Di mana Pria itu ?'' tanya Tasya sambil mencari keberadaan Pria yang menolongnya tadi.
''Pria siapa Sya ?'' tanya Linda sambil mengerutkan keningnya.
''Pria yang sudah menolong Ku tadi sebelum Bryan datang ,'' jawab Tasya menambah kebingungan di wajah Linda.
__ADS_1
''Tapi di sana cuma ada Bryan tadi Sya ,'' jelas Linda.
Tasya mengernyitkan alisnya mendengar penjelasan dari Linda,Ia yakin tadi ada Pria lain yang terlebih dulu menolongnya.
Tasya menoleh bergantian menatap Bryan yang ada di dekat brankarnya.
''Bry,Kamu tadi melihatnya kan ?'' tanya Tasya penuh harap.
''Tidak Sya,di sana tidak ada siapa-siapa selain Aku .'' Jawab Bryan berbohong.
''Mungkin Kamu halusinasi Sya,saking takut nya Kamu hampir saja jatuh dari ketinggian .'' Ucap Linda.
''Mungkin juga ya ,'' gumam Tasya membenarkan ucapan Linda.
''Maaf Sya,Aku berbohong sama Kamu .'' Ucap Bryan dalam hati.
Erli yang sedari tadi terdiam mendengarkan pembicaraan mereka, menangkap hal yang tidak beres dengan Bryan.
''Syukur deh Sya,yang penting Kamu gak papa .'' Ucap Erli.
''Kamu istirahat aja di sini,gak usah ikuti pelajaran lagi,Aku yakin Kamu pasti shok dengan kejadian yang tadi .'' Perintah Erli.
''Iya Erli ,'' sahut Tasya.
''Kamu Er,kayak emak atau kakak iparnya saja ,'' canda Linda sambil terkekeh.
Erli memutar bola mata malas tidak menanggapi candaan Linda.
__ADS_1
''Siap Kakak ipar ,'' kekeh Tasya.
''Tau ah kalian ngeselin ,'' ucap Erli pura-pura merajuk.
''Ih kakak ipar Ku tersayang ngambek ,'' Canda Tasya.
Bryan tersenyum melihat Tasya yang bisa bercanda kembali.
Erli cuma tersenyum melihat Tasya yang mulai tertawa.
Sedangkan di kantor PRATAMA.
Re mengepalkan ke dua tangannya setelah mendapat laporan bahwa Tasya hampir saja terjatuh dari atas gedung sekolahnya.Re bersumpah akan menghancurkan keluarga Maya yang sudah berani mengusik keluarganya.
''Cari tahu informasi gadis itu ,''Suruh Re sambil menatap Andre yang berdiri di depan meja kerjanya.
''Baik Re ,'' sahut Andre sambil menundukkan kepalanya.
Andre berbalik dan akan keluar dari ruangan Re,langkahnya terhenti saat Re membuka suaranya.
''Siang ini,informasi itu harus ada di meja kerja Ku .'' Perintah Re tak terbantahkan.
''Baik Aku mengerti ,'' sahut Andre.
Andre lalu menutup pintu ruangan Re. Andre tahu Re sangat marah atas kejadian yang menimpah adiknya.Andre lalu masuk ke dalam ruangannya dan segera duduk di kursi kebesarannya. Tangannya mulai berselancar di atas keyboard dengan lincah untuk mencari data seseorang yang bernama Maya.
Tidak membutuhkan waktu lama Andre untuk mengumpulkan data-data gadis yang bernama Maya itu.Andre sangat mudah untuk mencari identitas Maya.
__ADS_1
Andre menyunggingkan senyum tipis saat data-data gadis itu sudah berhasil Ia retas dan juga data ke dua orang tua gadis itu.
''Tunggu kehancuran kalian karna sudah berani mengusik TuanKu .'' ucap Andre sambil menatap layar laptop yang menampilkan identitas gadis yang bernama Maya.