
''Naya apa kau mencari ini ?''
Naya menoleh dan terkejut melihat Tara ada di kediamannya.Dan lebih terkejut lagi saat Naya melihat surat rumah dan kotak emas miliknya ada di tangan Tara.
Ia menatap Bi Mumun yang menundukkan kepalanya tridak berani menatapnya.
''Sedang apa kau di rumahku Tara ?'' tegur Naya sambil melangkah mendekati Tara yang ada di depan pintu kamarnya.
Tara menyunggingkan senyum tipis, meremehkan Naya yang ada di depannya.Dia sekarang tidak perlu berpura-pura lagi di depan Naya,apa yang ingin di milikinya sekarang sudah Ia dapatkan,walaupun dengan cara licik sekalipun.
''Kembalikan ,'' suruh Naya ingin mengambil kotak perhiasan dan surat rumah miliknya.
Tara mendorong tubuh Naya yang ingin mengambil surat dan kotak emas yang ada di tangan Tara.
''Nyonya....,'' panggil bi Mumun yang melihat Naya hampir terjatuh.
Beruntung Naya tidak jatuh terjerembab di lantai,Ia langsung berpegangan pada sandaran kursi di belakangnya.
''Berhenti di situ Bi ,'' hardik Tara sambil memplototi Bi Mumun yang akan mendekati Naya.
Bi Mumun pun terdiam di tempatnya berdiri,Ia tidak berani membantah Wanita itu.
''Naya akhirnya yang ku tunggu-tunggu kau datang juga ,'' ucap Sandi yang baru masuk ke dalam kamar.
Tara tersenyum melihat kedatangan Sandi.Sandi pun berdiri di samping Tara dan memeluk Tara dan mencium kening Tara di hadapan Naya.
Naya menyunggingkan senyum tipis saat melihat pemandangan yang membuatnya muak.
__ADS_1
''Tara,ku pikir kau sahabat terbaikku,tapi ternyata kau berselingkuh dengan suami ku .''Ujar Naya sambil menggelengkan kepalanya.
''Aku sudah muak berpura-pura lagi di belakangmu Naya ,'' sahut Tara sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
''Kalian berdua menjijikkan ,'' ketus Naya menatap sinis ke dua pasangan yang di depannya.
''Kau juga sama saja menjijikkan Naya ,'' ucap Tara menatap sinis Naya.
''Jangan Omong kosong Tara ,'' hardik Naya sambil memplototi Tara.
Naya takut Tara mengatakan semua rencananya ke pada Sandi.
''Sekarang Aku tidak peduli,kau mau ambil Sandi dariku terserah,Aku akan urus surat perpisahan ku dengan Sandi secepatnya .'' Tegas Naya.
''Tidak perlu Naya,Aku sudah mengurus surat perceraian Kita .'' Cegah Sandi.
Naya tertegun,tidak menyangka Sandi sudah mengurus surat perceraiannya.
''Bagus lah dengan begitu kita bisa secepatnya bisa berpisah ,'' ucap Naya.
''Dengan begitu Aku bisa mendekati Re tanpa takut ketahuan ,'' lanjutnya dalam hati sambil tersenyum.
''Kau senang kan Nay, cepat berpisah dengan Sandi ?'' tanya Tara yang melihat Naya tersenyum.
''Tentu saja ,'' sahut Naya cepat.
''Sayang,coba kau cek siapa tahu Naya membawa barang berharga dari rumah ini .'' Saran Tara sambil menatap Sandi yang ada di sebelahnya.
__ADS_1
''Benar Sayang,Aku akan cek koper itu .'' Sandi melangkah mendekati koper yang ada di atas ranjang.
''Hai mau apa kau Sandi ?'' tegur Naya saat melihat Sandi membuka koper miliknya.
Sandi tidak mempedulikan teguran dari Naya.Ia langsung membuka koper dan mencari barang berharga milik Naya.
''Tidak ada apa-apa Sayang di dalam koper ini ,'' seru Sandi sambil melangkah mendekati Tara lagi.
''Sekarang kembalikan surat rumah itu dan kotak perhiasan milikku ,'' pinta Naya sambil menyodorkan tangannya.
''Apa kau lupa Naya,Kau sendiri yang menyerahkan dan menandatangani surat rumah ini atas nama ku .'' Sandi memperlihatkan surat yang sudah di tanda tangani oleh Naya.
Dahi Naya berkerut,Ia tidak pernah menandatangani surat itu.Bagaimana bisa namanya tertera di dalam surat pengalahin surat rumah dan saham yang ada di kantor Wijaya menjadi milik Sandi.
''Aku tidak pernah menandatangani surat itu ,''elak Naya.
''Jangan pura-pura lupa Naya ,'' kekeh Sandi.
''Lebih baik kau sekarang pergi dari rumah ini ,'' usir Tara.
Tara menyimpan surat penting dan kotak perhiasan milik Naya yang di rampas nya dengan cara licik.Tara lalu menarik lengan Naya untuk keluar dari kamar,dan menyeretnya keluar dari rumahnya sendiri.
Sedangkan Sandi menyusul di belakang nya dengan membawa koper milik Naya,
Saat tiba di depan pintu utama,Tara mendorong Naya hingga Naya terjatuh tersungkur di lantai.Lalu Tara pun melempar koper yang di bawa Sandi tepat di depannya.
''Sekarang rumah ini menjadi milikku .''
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Tara menutup pintu rumah yang di rampas dari Naya.
Naya menatap tajam pada pintu yang baru saja tertutup rapat.Naya mengepalkan kedua tangannya dan bersumpah akan membalas dan mengambil apa yang mereka ambil.