
Erli bernafas lega saat ujian telah usai. Erli bergegas beranjak dari duduknya.
''Erli tunggu ,'' suruh Gibran menghentikan langkah Erli yang akan keluar dari dalam kelas.
Erli membalikkan badannya dan menatap Gibran yang melangkah ke arahnya.
Gibran mengeluarkan kotak dari dalam saku celananya dan menyerahkan kotak itu ke hadapan Erli.
''Apa ini ?'' tanya Erli menatap penasaran kotak yang di sodorkan oleh Gibran.
''Itu dari Bryan ,'' sahut Gibran berbohong.
Erli pun menganggukkan kepalanya dan menerima kotak yang katanya dari Bryan itu,yang sudah pasti kotak itu untuk Tasya.
Erli berbalik dan meninggalkan Gibran di dalam kelas.
Erli keluar dari dalam kelas dan menuju ke kelas sebelah,di mana Tasya dan Linda berada.
Dalam ujian kelas mereka di bagi menjadi 2 kelas,Linda dan Tasya berada di ruangan yang sama sedangkan Erli di ruangan yang berbeda.Mereka pun duduk sendiri-sendiri selama masa Ujian.
Erli masuk ke dalam kelas sebelah di mana kelas itu di gunakan untuk ujian juga.
''Apa mereka sudah ke kantin duluan ya ,'' gumam Erli saat tidak mendapati Linda dan Tasya berada di dalam kelas itu.
Erli lalu berbalik dan keluar dari dalam kelas dan menuju di mana kantin berada.
Sesampainya di kantin,Erli mencari keberadaan Linda dan Tasya.
Tasya melambaikan tangannya saat melihat Erli berdiri di depan pintu kantin.
__ADS_1
Erli tersenyum saat melihat ke dua sahabatnya yang melambaikan tangan ke arahnya.Erli melangkah menuju di mana Tasya dan Linda duduk di dekat jendela kantin.Erli pun duduk di samping sebelah kanan Tasya.
Erli melambaikan tangannya ke arah mang Nurdin.
Mang Nurdin pun melangkah mendekati Erli.
''Mau pesan apa Non Erli ?'' tanya Mang Nurdin sambil menatap Erli,
''Bakso sama minumnya es teh ya mang ,'' pesan Erli ke pada Mang Nurdin.
Mang Nurdin pun menganggukkan kepalanya dan segera pergi untuk mengambil pesanan Erli.
Erli mengeluarkan kotak yang ada di saku bajunya dan meletakkan kotak itu di atas meja di depan Tasya.
''Itu dari Bryan ,'' ucap Erli yang mengerti wajah penasaran dari Tasya.
''Coba lihat apa isinya ,'' ujar Linda sambil menyenggol lengan Tasya.
''Er,sorry ya kemarin Aku tidak bisa hadir di pernikahan Sandrina,soalnya kakak Ku di hari itu juga menikah .'' Ujar Tasya tak enak hati.
''Iya tak apa,Aku juga mengerti .'' Balas Erli sambil tersenyum.
Mang Nurdin pun membawa pesanan Erli dan meletakkan bakso dan es teh pesanan Erli di atas meja di hadapan Erli.
''Terima kasih mang ,'' ucap Erli sambil tersenyum menatap mang Nurdin.
Mang Nurdin pun cuma membalas dengan senyuman.Setelah itu Mang Nurdin kembali ke belakang untuk menyiapkan pesanan para siswa yang baru datang.
''Er,Lin,sepulang sekolah ke tempat Sandrina yok .'' Ajak Tasya.
__ADS_1
''Ayok ,'' sahut Erli dan Linda bebarengan.
Sedangkan tidak jauh dari mereka, seorang pria memakai kaca mata tersenyum saat melihat Tasya menerima kotak pemberiannya.
Pria itu pun segera berlalu pergi setelah memastikan Tasya menerima kotak itu.
Langkah Pria itu terhenti saat beberapa Pria menghadang langkahnya sambil menatapnya dengan tajam.
Pria berkaca mata itu menyunggingkan senyum tipis dan tidak mempedulikan Pria yang seumuran dengannya sedang menatapnya tajam.Pria berkaca mata itu pun berlalu pergi hingga menabrak punggung salah satu Pria yang menghadang langkahnya.
''Kurang ajar,sialan,dia tidak menghargai kamu Bry .'' Seru salah satu pria itu sambil memprovokasi Bryan.
Ya Pria yang menghadang langkah Pria berkaca mata itu adalah Bryan dan ke empat temannya.
Bryan menatap punggung Pria yang memakai kaca mata dengan emosi karna sudah berani diam-diam memperhatikan Tasya kekasihnya.
Bryan mengepalkan ke dua tangannya menatap kepergian Pria yang sudah mengagumi Tasya.
''Bry mau kemana ?'' tanya Tomi saat melihat Bryan tidak jadi masuk ke dalam kantin.
''Aku tidak lapar,kalian saja yang ke kantin .'' Sahut Bryan yang sudah tidak berselera untuk makan.
''Lalu siapa yang akan membayar makanan kami ?'' tanya Bimo sambil menyusul langkah Bryan.
Bryan mendengus dengan kesal,mau tidak mau Ia pun mengambil dompet miliknya dan mengambil uang beberapa lembar dari dalam dompetnya dan menyerahkan uang itu ke hadapan Bimo.
Bimo tersenyum saat menerima uang dari Bryan.
Bryan meninggalkan teman-temannya untuk pergi ke rooftoop atas yang ada di sekolahnya.
__ADS_1
Bimo memamerkan uang yang ada di tangannya di hadapan teman-temannya. Teman-temannya tertawa senang saat melihat uang beberapa lembar yang di pegang oleh Bimo.Dengan begitu mereka bisa makan sepuasnya dan tak perlu mengeluarkan uang mereka sendiri.