Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 85.


__ADS_3

Di dalam mobil milik Tasya.


Tasya dan Erli duduk di depan,dengan Erli yang menyetir.Sedangkan Linda duduk di kursi penumpang.Mereka bertiga berencana ke rumah Tasya,dan tidak memberitahu anggota keluarga Tasya kejadian di sekolah tadi.


Tiba-tiba


Erli mengerem mendadak saat ada seorang Gadis yang tiba-tiba menyebrang jalan.


''Akh....!'' teriak Gadis yang menyebrang jalan.


Mereka terkejut dengan apa yang baru terjadi.Erli keluar dari dalam mobil untuk mengecek keadaan Gadis yang hampir di tabrak nya itu.Linda dan Tasya juga pun ikut keluar dari dalam mobil.


''Mbk gak papa ?'' tanya Erli sambil menghampiri gadis yang sedang menutupi wajahnya dengan ke dua tangan.


Gadis itu perlahan menyingkirkan kedua tangannya yang menutupi wajahnya.


''Sandrina ,'' panggil Tasya saat wajah gadis itu terlihat.


''Erli,Tasya,Linda ,'' ucap Sandrina juga terkejut melihat ketiga gadis yang Ia kenal.


''Kamu dari mana atau mau ke mana San ?'' tanya Erli.


''Aku habis cari makanan ,'' jawab Sandrina.


Erli menatap makanan Sandrina yang terjatuh akibat Sandrina terkejut.


''Maaf San,makananMu jatuh .'' Ucap Erli menyesal.

__ADS_1


''Gak papa,ini juga salahKu .'' Sahut Sandrina sambil tersenyum.


''Kamu sakit San?wajahmu pucat sekali ?'' tanya Linda saat menyadari wajah Sandrina pucat.


''Cuma gak enak badan saja,nanti juga sembuh .'' Jawab Sandrina sambil tersenyum.


''Mau kami antar ke rumah sakit ?'' tawar Tasya.


''Terima kasih Sya,gak usah .'' Tolak Sandrina.


''Lain kali kita ketemu lagi ya San, kita harus pulang sekarang .'' Pamit Tasya.


''Iya ,'' sahut Sandrina.


Saat Tasya,Erli dan Linda ingin masuk ke dalam mobil,tiba-tiba Erli melihat Sandrina jatuh pingsan di jalan.


''Sandrina.....!'' pekik Erli sambil menghampiri Sandrina yang jatuh di jalan.


''Kita bawa Sandrina ke rumah sakit ,'' ajak Erli sambil menatap ke dua sahabatnya.


''Iya,Aku takut Sandrina kenapa-napa .'' Jawab Tasya dan di jawab anggukan oleh Linda juga.


Erli celingukan melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari seseorang untuk di mintai tolong untuk mengangkat tubuh Sandrina.Erli melihat bapak-bapak yang melintas tidak jauh dari tempat mereka berada.


''Pak ,'' panggil Erli kepada bapak-bapak itu.


''Iya dek ada apa ?'' tanya bapak itu.

__ADS_1


''Tolong teman Saya pingsan,bisa bapak tolong angkat teman Saya ke dalam mobil .'' Pinta Erli.


Bapak itu mengangguk untuk menolong teman Gadis yang ada di depannya. Bapak itu mengangkat Sandrina dan meletakkan Sandrina di kursi belakang mobil.


''Terima kasih Pak ,'' ucap Erli saat bapak itu sudah memindahkan tubuh Sandrina ke dalam mobil.


''Sama-sama,Dek .'' Sahut Bapak itu dan segera melanjutkan langkahnya.


Tasya,Erli dan Linda segera masuk ke dalam mobil.Linda menjadikan pahanya untuk bantalan kepala Sandrina.


Erli melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah sakit terdekat.


Kurang lebih 15 menit Mobil Tasya sampai di parkiran rumah sakit.Linda segera keluar dari dalam mobil dan segera berlari masuk ke dalam rumah sakit dengan meminta bantuan untuk membawa Sandrina.


Tasya dan Erli melihat Linda keluar dari dalam rumah sakit dan di belakangnya dua orang suster Pria dan Wanita membawa brankar.


Sesampainya di mobil Tasya,Perawat Pria mengeluarkan Sandrina yang masih pingsan dari dalam mobil dan memindahkannya ke atas brankar.Ke dua perawat itu mendorong brankar untuk masuk ke dalam rumah sakit,dan di belakangnya Tasya,Erli dan Linda mengikuti kemana mereka akan membawa Sandrina.


Ke dua perawat itu membawa Tasya masuk ke dalam ruang perawatan.Tidak lama kemudian dokter pun masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa keadaan Sandrina.


Erli menatap Dokter yang di tanda pengenalnya Dokter Meli.


''Bagaimana Dok , keadaan teman Saya ?'' tanya Erli setelah Dokter Meli selesai memeriksa Sandrina.


Dokter Meri tersenyum.


''Teman Kamu tidak kenapa-napa ,'' sahut Dokter Meli.

__ADS_1


Erli bernafas lega saat dokter mengatakan Sandrina tidak kenapa-napa,


Erli terkejut saat Dokter Meli mengatakan hal yang membuatnya terkejut.Erli langsung terduduk di kursi yang ada di belakangnya setelah Dokter Meli mengatakan yang membuat Erli tidak percaya dengan apa yang Ia dengar.


__ADS_2