Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 126.


__ADS_3

Re melajukan mobil sport miliknya dengan kecepatan rata-rata,untuk menuju ke jalan kencana.Re menatap arloji mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.


Dari kejauhan Re melihat Hendrico berbaring di kap mobil berwarna hitam.


Malam itu entah kenapa jalan kencana begitu sepi,biasanya jalan itu selalu rame di jam di atas 12 ,untuk di jadikan ajang balap liar.


Mobil Re tepat berhenti di samping mobil Hendrico.Re keluar dari dalam mobil.Setelah Re menutup pintu mobil, Re melangkah menuju di mana Hendrico masih berbaring di atas kap mobil milik pria itu.


''Ada apa Kau ingin bertemu denganKu?'' tanya Re langsung berdiri di samping mobil


Hendrico membuka matanya yang terpejam.Ia melirik Re yang berdiri di sampingnya tanpa melihat dirinya. Hendrico beranjak dari berbaringnya dan melompat turun dari kap mobil miliknya, dan mensejajari Re yang berdiri di samping mobil miliknya.


Pandangan Re lurus ke depan seperti ada obyek yang menarik dirinya.


''Kau sama persis seperti dulu,dingin dan tidak mudah di sentuh .'' Ucap Hendrico sambil melirik sekilas Re yang berwajah datar.


''Kau menyuruhKu datang kesini cuma untuk mendengar omong kosongMu itu, sebaiknya Aku pergi.'' Ucap Re sambil ingin melangkahkan kakinya untuk menuju di mana mobilnya berada.


Hendrico tersenyum tipis. ''Ayolah Kau tidak asik sekali,Aku cuma ingin mengajakMu untuk balapan,''


Re menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Hendrico dengan tajam.


''Aku sedang tidak mood untuk balapan,'' ucap Re.


''Ayolah,Aku penasaran apa kau sama persis seperti Re yang dulu,yang dengan mudah mengalahkan Siapa saja di arena balapan.'' Ucap Hendrico yang tidak mau menyerah.


Re tersenyum sinis saat Hendrico meragukan kemampuannya untuk balapan.

__ADS_1


Re memang sudah beberapa tahun yang lalu tidak pernah balapan, jiwa liarnya tertantang saat ada seseorang yang mengajaknya balapan.


''Oke,Aku terima tantanganMu untuk balapan...,'' Re menjeda ucapannya.


Sedangkan Hendrico sudah tersenyum senang saat Re menyetujuinya untuk balapan dengannya.


''Tapi tidak sekarang,'' ucapnya lagi membuat Hendrico menatap kesal Re.


''Apa Kau takut balapan denganKu ?'' tanya Hendrico sambil meremehkan.


Re tersenyum tipis,Ia pun tidak mempedulikan pertanyaan Hendrico.


Hendrico yang kesal cuma bisa menghembuskan nafas kasar,Sambil menatap punggung Re yang masuk ke dalam mobil sport miliknya.


Sedangkan Erlita yang tengah tertidur lelap,tiba-tiba menggeliatkan badannya dan terbangun saat mendengar bunyi ponselnya yang berkali-kali berbunyi.


Erli melirik jam yang ada di atas nakas, jam masih menunjukkan pukul setengah satu dini hari.


Erli terkejut dan melototkan matanya saat melihat siapa yang menelponnya malam-malam begini.Nyalinya menciut saat melihat nama Harder gila yang menelponnya.


Erli pun menghembuskan nafas kasar sebelum menerima telpon yang Ia beri nama julukan Harder gila di layar ponselnya.


''10 menit lagi Aku sampai ,'' Ucap Re setelah panggilan telponnya terhubung.


Belum sempat Erli bertanya apa maksudnya,panggilan itu sudah terputus.


Erli memandagi layar ponselnya yang telah mati dengan raut wajah yang tak mengerti.

__ADS_1


''Apa dia sedang mengigau ,'' gumam Erli.


''Apa katanya tadi tunggu Aku 10 menit lagi,Dia pikir ini sudah pagi.ini masih tengah malam oy,dia lucu sekali.'' gerutu Erli sambil terkekeh.


Erli berpikir Re itu sedang mengigau.Erli berniat ingin kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang.Namun pergerakannya berhenti saat Erli melihat bayangan seseorang di depan jendela balkon kamarnya.


''Eh,Dia seriusan nekat datang kemari,'' gumam Erli tak percaya apa yang Ia lihat.


Erli segera melompat dari tempat tidur karna saking terkejutnya,dan Ia pun buru-buru menuju pintu balkon.


Erli terburu-buru membuka pintu balkon, bukan karna Erli senang Re datang.Erli takut satpam yang berjaga malam akan melihat Re berdiri di balkon kamarnya dan akan menggegerkan keluarganya.


''Sedang apa Kau di sini ?'' tanya Erli saat sudah membuka pintu balkon dan menatap sekeliling kalau-kalau ada pak satpam yang ada di sana.


''Apa Aku tidak boleh mendatangi istriKu ?'' tanya Re.


Erli memutar bola mata malas saat Re mempertanyakan itu.


''Cepatlah pergi sebelum pak satpam melihatMu ,'' usir Erli.


Re tidak mempedulikan Erli yang mengusirnya,Re menerobos masuk ke dalam kamar Erli.


Erli menatap kesal Re yang masuk ke dalam kamarnya.Erli menutup pintu balkon.


Grep.


Erli tersentak kaget saat Re memeluknya dari belakang.

__ADS_1


''Biarkan seperti ini,sebentar saja.'' Ucap Re lirih sambil menyandarkan kepalanya di bahu Erli.


Erli awalnya ingin memberontak dari pelukan Re, akhirnya diam saja dan membiarkan Re memeluknya dari belakang.Erli bingung dengan perubahan sikap Re,tidak biasanya Pria itu bersikap seperti ini padanya.


__ADS_2