Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 159.


__ADS_3

Sesampainya Erli di cafe langganannya, Erli segera masuk ke dalam cafe dan celingukan mencari keberadaan Linda.


''Erli disini !'' teriak Linda sambil melambaikan tangannya di mana Erli berdiri di depan pintu masuk cafe.


Beruntung cafe itu masih tampak sepi, belum serame jam makan siang.


Erli melihat Linda yang duduk di dekat jendela,Erli pun langsung melangkah menuju di mana Linda berada.Erli mendaratkan bokongnya di kursi tunggal di depan Linda.


''Pagi-pagi ngajakin Gue ketemu,ada apa ?'' tanya Erli saat dirinya sudah duduk di kursi sambil meletakkan tas miliknya di atas meja.


Linda tidak langsung menjawab pertanyaan dari Erli,Ia langsung melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan cafe.


Pelayan cafe wanita menghampiri meja Linda dan Erli.


''Silakan mau pesan apa Nona-nona ,'' ucap pelayan Wanita sambil meletakkan buka menu di atas meja.


Lalu pelayan itu mengambil pena dan buku catatan yang ada di saku bajunya, untuk mencatat pesanan Linda dan Erli.


Linda mengambil buku menu yang ada di atas meja,Ia pun lalu memesan salah satu minuman.


''Kamu mau pesan apa Er ?'' tanya Linda beralih menatap Erli.


''Kopi latte aja .'' Jawab Erli.


Pelayan Wanita itu segera mencatat pesanan Erli dan Linda.


''Makanannya Nona ?'' tanya pelayan wanita itu sebelum meninggalkan meja Linda.


''Itu saja pesanan Kami,makanannya nanti saja .'' Jawab Erli sambil tersenyum menatap pelayan Wanita itu.


Pelayan Wanita itu pun mengangguk, Setelah memastikan pesanan Erli dan Linda benar.Pelayan Wanita itu segera pergi ke belakang.


Linda dan Erli tidak lama menunggu pesanan Mereka datang,pelayan Wanita tadi meletakkan dua gelas kopi latte di atas meja.Setelah itu pelayan itu pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.


''Ada apa Lin ?'' tanya Erli yang menangkap raut kegelisahan di wajah Linda.


Linda tidak langsung menjawab,Ia langsung memasang wajah sendu.''Ini tentang Tasya Er .''


''Ada apa dengan Tasya ?'' tanya Erli penasaran.


Linda menghela nafas panjang sebelum Ia mulai bercerita kejadian semalam.


Erli terdiam dan memandang Linda dengan lekat,Ia menunggu Linda memulai ceritanya.


Linda mengambil kopi lattenya,dan lalu menyeruputnya.Ia harus membasahi tenggorokannya dulu sebelum memulai ceritanya.


''Tasya pasti marah sama Aku ,'' ujar Linda sambil meletakkan cangkir kopi lattenya kembali ke atas meja.

__ADS_1


''Marah kenapa ?'' tanya Erli yang belum paham maksud perkataan dari Linda.


''Semalam beberapa pria berpakaian preman datang menyusup ke kosanKu ,'' Linda menjeda ceritanya,Ia memandang lurus ke depan untuk mengingat kejadian semalam.


Erli terkejut saat mendengar beberapa pria datang ke kosan Linda.


''Apa Mereka menyakitiMu ?'' tanya Erli khawatir.


Linda menggelengkan kepalanya.


''Mereka sama sekali tidak menyakitiKu, Mereka cuma mengacamKu .'' Jawab Linda.


''MengamcamMu untuk apa ?'' tanya Erli.


''Mereka menginginkan Aku untuk menelpon Tasya,dan menyuruh Tasya untuk datang ke club.'' Jawab Linda dengan wajah yang merasa bersalah.


''Aku harap,Tasya tidak datang ke club itu .'' Ucap Linda sambil mengusap wajahnya.


''kenapa Kau tidak menghubunginya,dan menanyakan langsung keadaannya ?'' tanya Erli .


''Aku tidak berani ,'' sahut Linda dengan cepat.


''Kenapa ?'' tanya Erli sambil mengambil kopi latte miliknya yang ada di atas meja.


Ia harus membasahi tenggorokannya yang kering.


''Aku takut Tasya akan marah soal kejadian semalam .'' Cicit Linda sambil menatap Erli yang meminum kopi latte.


''Aku yakin Tasya tidak akan marah,Dia pasti memaklumi kenapa Kamu melakukan itu .'' Ucap Erli sambil tersenyum menatap Linda.


Linda tidak bereaksi apa-apa,Ia cuma menundukkan kepalanya sedih sambil menatapi ujung telapak meja.


Erli melanjutkan ucapannya sambil menatap Linda yang menundukkan kepalanya.''Kalau seandainya itu terjadi padaKu,Aku juga akan melakukan hal yang sama .''


Linda mengangkat kepalanya dan menatap Erli yang sedang tersenyum ke arahnya.


''Biar Aku yang telpon Tasya dan menanyakan keadaannya ,'' putus Erli akhirnya agar Linda tidak merasa bersalah lagi.


Linda cuma menganggukkan kepalanya sebagai tanda jawaban Ia.


''Aku harap Tasya baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa ,'' cicit Linda.


''Aku harap begitu ,'' balas Erli sambil mengambil ponsel dalam tas miliknya.


Erli mencari kontak nomor Tasya,dan lalu mendialnya.


Pada deringan pertama telponnya tidak di angkat oleh Tasya,dan pada deringan ke tiga Tasya mengangkat panggilannya.

__ADS_1


''Tasya,bisakah Kita bertemu ?'' tanya Erli langsung saat panggilan telponnya tersambung.


''Maaf Erli,Aku tidak bisa.Siang ini aku ada acara keluarga .'' Tolak Tasya tak enak hati.


''Em...begini Tasya,Sebentar saja Kita bertemu,Ini soal Linda .'' Ucap Erli.


Tasya terdiam sejenak dan teringat kejadian semalam.


''Oh ya bagaimana keadaan Linda ?'' tanya Tasya yang masih berpikir Linda semalam tidak baik-baik.


''Linda baik-baik saja ,'' jawab Erli sambil melirik ke arah Linda.


''Syukurlah Aku takut dia kenapa-napa .'' Jawab Tasya di sebrang sana.


Erli bisa mendengar helean nafas lega di sebrang sana.


''Bisa kita bertemu sebentar?ada hal yang ingin di katakan oleh Linda ?'' tanya Erli.


Tasya terdiam sejenak dan berpikir,tidak ada salahnya bertemu Mereka di restoran yang sama.Lagian ini pertemuan bukan untuk dirinya, melainkan untuk kakaknya.


''Baiklah,Kita bertemu di restoran dekat Plaza mall .'' Jawab Tasya akhirnya.


''Oke kami langsung datang ke sana .'' Sahut Erli sambil memutuskan sambungan ponselnya.


Tasya sendiri yang saat itu sedang berada di bilik toilet restoran, memasukkan kembali ponsel miliknya. Setelah membenarkan riasannya,Tasya keluar dari dalam toilet dan menuju di mana tempat keluarganya duduk.


Tasya melihat Mama,Papa,ke dua pasangan yang baru datang dan seorang Gadis yang sepantaran Rara yang baru duduk di mana meja keluarganya berada.


Pratama memilih duduk di meja yang berisikan 8 kursi dan meja yang panjang.


''Maaf semuanya,Tasya lama dari toiletnya .'' Ucap Tasya sambil mendukkan pantatnya di dekat mamanya.


Semua orang yang ada di meja itu menoleh,dan tersenyum menatap Tasya yang baru duduk di kursi.


''Tasya,di mana Abang Kamu?kenapa Dia belum datang ?'' bisik Rania sambil tersenyum menatap keluarga Inka.


''Aku tidak tahu Mama,Sejak tadi Aku sudah berusaha hubungi Abang.Tapi, Abang tidak menjawab panggilanKu Mama .'' Jawab Tasya sambil berbisik.


''Tuam Pram,di mana putra Mu ?'' tanya Baskoro Papa Inka.


''Apa dia sedang ada di toilet ,'' duga Miranda.


''Maaf Tuan Bas,sepertinya Putra Saya sedang sibuk atau dalam perjalanan kemari .'' Jawab Pratama sambil menatap Baskoro tak enak hati.


''Ya...ya...,Aku mengerti Putra Anda memang pekerja keras,dan tak salah Aku memilih Putra Anda untuk menjadi menantu .'' Ucap Baskoro sambil tersenyum bangga.


Inka tersenyum malu-malu saat Papanya mengatakan itu.

__ADS_1


Inka sudah terlanjur jatuh cinta pada Re saat Ia melihat pada pandangan pertama,dan menyuruh Papanya untuk secepatnya mempercepat pertunangan ini.


Baskoro tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini,Ia tidak akan melepaskan tambang emasnya begitu saja.Baskoro memiliki tujuan pribadi menjadikan keluarga pratama menjadi targetnya,Ia akan melakukan berbagai cara untuk menjadikan Pratama sebagai besannya. Ia akan menumbalkan putrinya untuk kepentingan pribadinya.


__ADS_2