
Erli mengerjapkan ke dua matanya saat dirinya terbangun dari tidurnya.Ia melihat sekeliling ruangan kamar yang menurutnya asing.Ia buru-buru melihat keadaan dirinya.Erli menghembuskan nafas lega saat dirinya masih memakai pakaian lengkap.
Erli pun teringat saat terakhir kali dirinya memakai gaun,bukan piyama yang di pakainya sekarang.Dan dirinya juga teringat terakhir kali dirinya berada di club bersama kakak nya.Tapi kenapa dirinya sekarang berakhir di dalam kamar yang mewah dan entah kamar siapa.
Cklek.
Erli menoleh saat pintu kamar terbuka, Erli melihat seorang wanita setengah baya dengan pakaian pelayan masuk ke dalam kamar.
Wanita itu tersenyum saat melihat Erli tengah menatapnya.
''Saya ada di mana ?'' tanya Erli sambil menatap pelayan itu yang tengah membuka tirai jendela kamar yang tidak Erli tahu kamar ini milik siapa.
Pelayan Wanita itu tersenyum melihat raut wajah gadis yang ada di atas ranjang yang penasaran.
''Nona ada di mansion pribadi milik Tuan,dan tepatnya Nona ada di kamar pribadi milik Tuan .'' Jawab wanita setengah baya sambil menatap gadis yang di bawa Tuannya semalam.
''Siapa TuanMu ? dan sekarang di mana TuanMu itu ?'' tanya Erli yang ingin tahu siapa yang sudah membawanya ke tempat ini.
Wanita setengah baya itu cuma menanggapinya dengan senyuman.
''Eh tunggu....,'' Suruh Erli yang bingung harus memanggil apa pada wanita itu, saat Wanita setengah baya itu akan keluar dari dalam kamar.
Wanita setengah baya itu menghentikan langkahnya dan tersenyum menatap gadis yang masih duduk di atas ranjang.
''Panggil saja saya bi Nani Non ,'' ujar wanita yang bernama Nani itu yang mengerti gadis itu bingung memanggilnya apa.
''Nona membutuhkan sesuatu ?'' tanya bi Nani lanjutnya lagi.
''Siapa yang sudah mengganti baju Saya ?'' tanya Erli yang penasaran siapa yang sudah mengganti gaunnya dengan piyama yang sekarang yang di pakainya.
Bi Nani terdiam dan tersenyum menatap Erli yang masih menatapnya butuh jawaban.
__ADS_1
''Apa Bibi yang sudah mengganti gaun Ku ?'' tanya Erli lagi karna bibi tidak juga memberi jawaban.
Bi Nani cuma menganggukkan kepalanya sebagai tanda jawaban iya.
''Tuan yang menyuruh Saya untuk mengganti gaun Nona dengan Piyama itu ,'' jawab Bi Nani sambil tersenyum.
''Syukurlah ,'' gumam Erli bernafas lega.
Erli takut yang mengganti bajunya seorang pria yang belum di ketahuinya.
''Kalau begitu saya permisi Nona,ada hal yang harus segera saya selesaikan .'' Pamit Bi Nani saat Erli sepertinya tak membutuhkannya lagi.
Erli cuma menganggukkan kepalanya, dan membiarkan Bi Nani untuk keluar dari kamar yang entah dirinya tidak tahu kamar ini milik siapa.
Sebelum Bi Nani keluar dari kamar dan menutup pintu itu.
''Sebaiknya Nona segera mandi dan bersiap karna sebentar lagi Tuan akan segera kembali ,'' pesan Bi Nani sebelum keluar dari kamar.
Setelah mengatakan itu Bi Nani keluar dari kamar dan langsung menutup pintu kamar milik Tuannya.
Sedangkan dua pria yang juga tak kalah tampannya dengan pria yang sedang duduk di kursi penumpang.Saat ke dua mata pria itu tak sengaja melihat lewat kaca spion yang ada di depannya,dan menatap penasaran pada pria yang sedang melihat layar laptopnya di saat pria tampan itu tersenyum.
Ke dua pria itu pun saling berpandangan sesaat sebelum salah satu pria itu kembali melihat jalanan karna dirinya yang saat itu menyetir.
Sedangkan pria yang duduk di sebelahnya masih menatap penasaran apa yang di lihat atasannya itu,sampai- sampai atasannya itu tersenyum-senyum sendiri.Jiwa kepo pria itu pun meronta.
Pria itu ingin melihat apa yang di lihat oleh atasannya.Pria itu cukup kesulitan untuk mencari tahu apa yang di lihat oleh atasannya itu.
''Apa Kau tidak mempunyai pekerjaan lain ?'' tanya Pria tampan yang duduk di kursi pengemudi sambil menatap Pria yang duduk di depan kursinya sambil menendang kursi yang ada di depannya.
Pria tampan itu tahu kalau sebenarnya pria yang duduk di depannya sedang mencuri-curi pandang ke arahnya.
__ADS_1
Pria yang duduk di samping kursi pengemudi cuma tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sedangkan Pria yang sejak tadi diam menyetir menggelengkan kepalanya melihat kekonyolan sahabatnya yang kepo.
''Sial,kemana perginya dia ?'' gumam Pria tampan yang tengah duduk di kursi pengemudi saat melihat layar laptopnya yang kosong tidak menemukan keberadaan Gadisnya.
Kedua pria yang duduk di depannya mengerutkan keningnya saat tidak sengaja mendengar gumaman atasannya itu.
Pria tampan itu terus melihat layar laptop miliknya untuk mencari keberadaan gadis yang masih ada di dalam kamarnya.Pria itu terkejut saat melihat gadisnya yang baru keluar dari dalam kamar mandi hanya tertutup handuk,yang menutupi area pribadinya itu.
Saat Gadis itu ingin membuka handuk, buru-buru Pria tampan itu langsung menutup laptopnya.
Pria tampan itu yang hanya melihat punggung Erli yang terbuka sudah membuat adik kecilnya yang tertidur langsung terbangun.
''****,sialan .'' Umpat pria tampan itu sambil menutup layar laptopnya.
''Ada apa ?'' tanya Pria yang sedang menyetir saat mendengar umpatan dari atasannya.
''Fokuslah kau menyetir,jangan sampai kau menabrak dan membuat kita celaka .'' Ucap pria tampan itu tanpa menjawab pertanyaan dari pria yang sedang menyetir itu.
Pria yang sedang menyetir itu menatap pria yang sedang duduk di kursi penumpang dengan tatapan yang sulit di artikan lewat kaca spion yang ada di depannya.
''Ada apa dengan Dia ?'' tanya Pria yang duduk di samping kursi pengemudi sambil melirik pria yang sedang menyetir.
Pria tampan yang sedang menyetir cuma mengendikkan bahunya tidak tahu kenapa dengan atasannya dan juga sahabatnya itu.
Pria tampan yang sedang duduk di kursi penumpang tengah mati-matian menahan sesuatu yang terasa sesak di dalam celana yang di pakainya.Pria tampan itu tidak sengaja melihat pemandangan yang membuat gairahnya meningkat.
Ckit...
Pria tampan yang duduk di kursi penumpang mengeram kesal pada pria yang tengah menyetir saat mobil tiba-tiba berhenti mendadak.
__ADS_1
''Lihatlah di depan sana sebelum Kau mengumpat Ku ,'' ujar pria yang duduk di kursi pengemudi sebelum atasannya itu melontarkan kata-kata yang pedas dan umpatan.
Pria tampan yang duduk di kursi penumpang menatap di depan sana dan menyunggingkan senyum tipis saat melihat siapa yang ada di depan sana.