Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 162.


__ADS_3

Seorang wanita yang memakai jaket hodi,sedang mengawasi keadaan toilet yang sedang sangat sepi.Wanita itu menatap anak buahnya yang sedang membawa Erli yang sedang pingsan.


"Ayok cepat,bawa wanita itu ke dalam mobil.'' suruh Wanita berjaket hodi sambil menatap anak buahnya.


Anak buahnya langsung membawa Erli yang sedang pingsan,keluar dari restoran lewat pintu samping.


Dengan cepat Erli di masukkan ke dalam mobil.


Wanita berjaket hodi itu tersenyum sinis menatap Erli yang tidak sadarkan diri.


Tasya ketika akan masuk ke dalam toilet,kakinya tidak sengaja menginjak gelang yang ada di lantai.Tasya berjongkok dan mengambil gelang itu.


"Aku seperti pernah melihat gelang ini," pikir Tasya.


Tasya mencoba mengingat gelang yang ada di tangannya milik siapa.


"Ini kan milik Erli," gumam Tasya saat teringat gelang milik Erli.


Tasya memasukkan gelang itu ke dalam tasnya,Ia pun masuk ke dalam toilet. Namun di dalam toilet itu tidak ada tanda-tanda orang di dalamnya.


''Erli,apa kau ada di dalam?'' tanya Tasya sambil mengetuk pintu bilik toilet.


Bilik toilet itu kosong,tidak ada orang di dalamnya.


Tasya buru-buru keluar dari dalam toilet, Ia pun menghampiri di mana meja Linda.


"Lin,di mana Erli ?'' tanya Tasya saat baru sampai di meja di mana Linda berada.


''Bukankah Erli masih ada di toilet ,'' sahut Linda sambil menatap arah toilet.


''Dia tidak ada di toilet ,'' jawab Tasya.


" Erli kemana ?'' tanya Linda langsung panik.

__ADS_1


Tasya langsung melangkah di mana keluarganya berada.


''Abang ,'' panggil Tasya saat sudah sampai di meja keluarganya sedang makan siang yang terlambat.


''Ada apa Sya ?'' tanya Re sambil menatap adik bungsunya.


''Teman Tasya menghilang bang,tolong bantu nyari teman Tasya.'' Ucap Tasya memberitahu.


Re mengerutkan keningnya saat Tasya mengatakan temannya menghilang.Re menatap di mana meja teman Tasya berada,dan dirinya tidak melihat keberadaan Erli.


''Maaf semuanya,Re harus mencari teman Tasya.'' pamit Re sambil beranjak dari duduknya.


''Iya tidak apa-apa,semoga teman Tasya cepat ketemu .'' Ucap Miranda sambil tersenyum dengan terpaksa.


''Maaf ya jeng,makan siangnya jadi terganggu.'' ucap Rania menyesal.


''Tak apa-apa jeng,Kami mengerti kok.'' sahut Miranda sambil tersenyum.


Inka sendiri tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa.Walaupun di dalam hatinya kesal setengah mati,karna acara makan siangnya terganggu dengan kedatangan Tasya.


Re dengan mudah langsung masuk ke ruangan CCTV yang ada di restoran itu. Pengawas yang ada di ruangan CCTV itu langsung menunduk hormat,saat melihat pemilik Restoran masuk ke dalam ruangan CCTV.


''Saya ingin melihat rekaman CCTV yang ada di toilet,'' ujar Re sambil duduk di tempat pengawas tadi duduk.


Re mulai menatap layar laptop yang ada di hadapannya.


''Sial ,'' umpat Re saat tidak melihat rekaman CCTV yang ada di sekitar toilet.


''Maaf Tuan,rekaman CCTV itu rusak dan belum di sempat di perbaiki.'' Ucap pengawas itu memberitahu kerusakan CCTV.


Rayyan masih tetap menatap layar laptop dan mulai memperhatikan CCTV di area samping.


Dan Re menatap curiga perempuan yang memakai Hodi,dan tidak lama kemudian wanita itu muncul lagi.Fokus Re mengarah ke arah pria yang sedang membawa seorang gadis yang pingsan. Dan tidak salah lagi Gadis itu adalah Erli, istrinya.Dan CCTV yang menampilkan Erli berhenti di situ,karna area parkir tidak ada CCTV yang terpasang di sana.

__ADS_1


Re,Tasya dan Linda setelah mengetahui Erli di culik.Mereka pun keluar dari ruangan CCTV untuk segera mencari keberadaan Erli.


Sesampainya Re,Linda dan Tasya di parkiran.


''Kalian masuk ke dalam mobil terlebih dahulu ,'' suruh Re kepada Tasya dan temannya.


Tasya mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil bersama Linda.


Re mengeluarkan ponselnya yang ada di dalam saku jasnya,Ia pun menelpon Marcel.


''Marcel Aku butuh bantuan Mu ,'' ucap Re langsung saat panggilan ponselnya tersambung.


''Bantuan apa ?'' tanya Marcel sambil mengernyitkan dahinya,walaupun Re tidak akan melihatnya namun Marcel melakukannya.


''Kerahkan semua anak buahmu untuk mencari keberadaan Erli,dan lacak ponsel milik Erli.'' Suruh Re.


''Oke,kau tenang saja.Aku akan mengerahkan semua anak buah Kita untuk mencari keberadaan Erli.'' Sahut Marcel di sebrang sana.


''Kabari Aku secepatnya kalau Kau menemukan keberadaan Erli.'' Ucap Re sambil mematikan sambungan telponnya.


Re langsung masuk ke dalam mobil, setelah memasang sealtbeat Ia pun melajukan mobilnya meninggalkan pelataran restoran.


''Bang Kita cari Erli kemana ?'' tanya Tasya yang khawatir dengan keadaan Erli.


''Kau tenang saja,Erli pasti ketemu.'' Ucap Re menenangkan.


sedangkan mobil yang sedang membawa Erli memasuki area perkampungan,mobil itu melewati pohon-pohon karet yang cukup luas.


Mobil berhenti tepat di depan rumah kosong di tengah hutan.


Wanita yang menutupi kepalanya dengan Hodi,keluar dari dalam mobil dan menyuruh anak buahnya untuk membawa Erli untuk masuk ke dalam rumah kosong itu.


Marcel sudah menemukan keberadaan Erli dimana,Ia langsung mengirim letak lokasi di mana Erli berada ke ponsel milik Re.

__ADS_1


Re tersenyum tipis saat Marcel sudah menemukan keberadaan istrinya.Ia langsung bergegas menuju di mana Erli berada.


__ADS_2