Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 49


__ADS_3

Di kantin sekolah SMK PELITA.


Erli,Tasya,dan Linda sedang menikmati waktu istirahat mereka dengan duduk di kantin dengan memesan bakso dan jus kemasan.


Sembari menunggu pesanan mereka datang,sesekali mereka bercerita hingga mengundang gelak tawa.


Seorang gadis dengan membawa nampan berisikan bakso dan jus kemasan datang menghampiri mereka. Erli tersenyum saat gadis itu meletakkan bakso dan jus kemasan di atas meja mereka.


''Terima kasih Mbak ,'' ucap Erli.


Gadis itu cuma menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala.Gadis itu lalu pergi kebelakang untuk melayani pembeli yang lain.


''Sya,jangan banyak-banyak cabenya .'' Pesan Erli.


''Iya-iya Kakak Ku tersayang ,'' jawab Tasya bercanda.


''Ih geli Aku dengarnya ,'' ucap Linda bergidik geli.


Mereka pun menikmati bakso yang masih panas sambil di tiup-tiup ketika akan masuk ke dalam mulut Mereka.


''Sya ,'' panggil Linda di sela-sela suapannya.


''Hm .'' Tasya cuma menjawab dengan dehemam karena mulutnya penuh dengan bakso yang baru di suapnya.


''Aku kok tidak lihat ke dua harder Kamu itu ?'' tanya Linda yang penasaran.


Tasya menelan bakso yang sedang di kunyahnya.

__ADS_1


''Mereka berdua di tugaskan di pedalaman terpencil kali sama abang Aku ,'' jawab Tasya asal.


Tasya pun kembali menyuap satu sendok bakso ke dalam mulutnya.


Linda,Erli,dan Tasya melihat arah pintu masuk kantin saat mendengar suara berisik dan histeris para siswi yang ada di kantin.


Tasya tersenyum saat melihat siapa yang baru masuk ke dalam kantin, sehingga membuat keberisikan di dalam kantin.Ya orang yang baru masuk ke dalam kantin adalah Bryan dan anggota gengnya.


Senyum Tasya memudar dan berubah sendu kala melihat Gadis yang ada di samping Bryan.


Detik selanjutnya Tasya meninggalkan bakso yang masih separo di atas meja.


''Tasya....,tunggu....!" teriak Linda saat tiba-tiba Tasya berlari meninggalkan kantin.


Linda pun mengejar Tasya yang duluan keluar dari dalam kantin meninggalkan bakso yang masih setengah.


Erli menghembuskan nafas kasar,Ia pun lalu membayar bakso dan jus yang masih setengah itu dengan ful.


Erli mengejar kedua sahabatnya yang sudah pergi meninggalkan kantin.


Erli menghentikan langkahnya saat ada di depan Bryan dan Maya yang sedang bersandar di bahu Bryan.Erli menatap marah Bryan.


Sedangkan Bryan menatap punggung Tasya yang pergi keluar dari kantin dengan tubuh yang bergetar.


Bryan tahu Tasya sedang menangis.Tapi Bryan tidak bisa melakukan apa-apa atau mengejar Tasya untuk memberi penjelasan.


Bryan sadar memang ini salahnya,kalau saja Ia tidak kalah dalam taruhan.Ia tidak mungkin membiarkan Maya bergelayut di lengannya dan bersandar di bahunya.

__ADS_1


''Er.......,''


''Elo tega Bry ,'' ketus Erli sambil berlalu pergi mengejar Tasya dan Linda.


Tidak jauh dari Bryan dan Maya,seorang pemuda mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam Bryan yang telah membuat gadis yang di cintainya menangis.


Pemuda itu menatap tajam Bryan yang menatap kepergian Erli.


Sedangkan di bawah pohon seorang Pria memotret setiap kegiatan Erli dan mengirim potret itu kepada seseorang.


Potret saat Erli berhenti di depan Bryan pun di kirimnya.


Erli melihat Tasya dan Linda berada di bangku taman.Ia pun menghampirinya dan mendengar Linda yang sedang menenangkan Tasya.


''Udah dong Sya nangisnya,malu di lihat teman-teman yang lain .'' Bujuk Linda sambil menatap sekeliling taman.


Tasya mengurai pelukannya dan menatap sekeliling taman.Benar saja apa yang di katakan Linda para siswa dan siswi yang ada di taman menatap kearahnya.


''Aku lagi sedih tahu gak sih Lin ,'' ucap kesal Tasya sambil kembali memeluk Linda.


Linda pun pasrah saat seragam yang di pakainya di gunakan Tasya untuk mengelap ingusnya.


''Ih,Tasya jorok ih .'' kesal Linda.


Erli terkekeh melihat Tasya mengelap ingusnya menggunakan baju seragam yang di gunakan Linda.


Itu semua tidak luput dari bidikan seseorang yang bersembunyi di belakang pohon dan mengirim foto itu ke bosnya.

__ADS_1


Sedangkan di kamar pribadi yang ada di ruang kerja seorang Pria menatap tajam pada foto yang baru di kirim oleh bawahannya.


__ADS_2