Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 169.


__ADS_3

Erli duduk di atas batu sambil menatapi sungai yang ada di depan nya,entah kenapa Ia tiba-tiba merindukan suaminya.


Tidak jauh dari tempatnya duduk,Siti dan gadis-gadis muda lain nya sedang berendam di sungai.


"Teteh...," panggil Siti.


Erli tersentak kaget dan menatap Siti yang ada di bawah air.


"Teteh tidak ikut mandi?''


''Kamu duluan aja,aku masih ingin menatapi pemandangan di sini.''


Siti pun mengangguk,Ia pun kembali lagi menyelam ke dalam air.


Sedangkan Re melihat ibu pemilik warung yang baru datang,Re mengcode anak buah nya untuk membantu ibu pemilik warung untuk membawa dagangan nya.


Seorang Pria datang menghampiri Ibu pemilik warung dan langsung mengambil barang-barang bawaan ibu pemilik warung.


Ibu pemilik warung awal nya kaget saat tiba-tiba seorang Pria mengambil barang dagangan nya,Ia pun ingin menolak.tapi,pria itu bersi kekeh untuk membawakan nya.Ibu pemilik warung pun akhirnya pasrah saat barang-barang bawaan nya di bawakan.

__ADS_1


Ibu pemilik warung langsung membuka warung nya dan menata dagangan nya.


Re menghampiri Ibu pemilik warung.


"Bu boleh saya bertanya sesuatu pada ibu?'' tanya Re saat sudah berdiri di samping ibu pemilik warung.


''Mau tanya apa dek?'' tanya Ibu pemilik warung dengan gugup.


Re mengeluarkan ponsel nya.


"Apa ibu pernah melihat gadis ini?'' tanya Re sambil memperlihatkan foto Erli di dalam ponsel nya.


Ibu itu menatap layar ponsel yang ada di hadapannya,dan tidak salah lagi gadis yang ada di dalam ponselnya itu adalah gadis yang ada di rumahnya.Siapa Pria ini?apakah Pria ini orang baik atau bukan,pikir ibu itu.


Ibu itu terkesiap,dan menatap Pria muda yang ada di hadapannya.


''Dia istri saya,apa ibu pernah melihatnya?'' tanya Re lagi sambil menarik kembali ponselnya.


Ibu itu menelisik wajah pria tampan di hadapannya, Ibu itu takut pria itu penjahat dan berbohong tentang gadis itu istrinya.

__ADS_1


Ibu itu menggeleng dan pura-pura tidak pernah melihat gadis yang ada di dalam layar ponsel itu.


"Bu kalau saya ingin mandi,di mana ya bu?'' tanya Re yang sudah mulai gerah dengan keringat.


''Semua warga di sini kalau mau mandi di sungai yang ada di ujung sana.'' Jawab Ibu itu sambil menunjuk ke arah sungai yang ada di belakang warung.


"Terima kasih Bu,saya titip mobil ya bu.'' Ucap Re .


Ibu itu mengangguk,dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Re dan ke dua bodiguardnya melangkah menapaki jalan setapak untuk menuju di mana sungai berada,Re terpaksa meninggalkan mobilnya di warung.


Sepanjang perjalanan Re tidak melihat adanya kamar mandi di kampung itu, sungguh miris memang warga di sini. Re jadi memikirkan dirinya akan membuat kamar mandi umum di desa ini,agar semua warga tidak berdesakan mandi di sungai.


Sesampainya Re dan ke dua bodiguardnya di sungai, Re menatap banyaknya para pria yang sedang mandi di sungai.Re tertegun saat melihat semua pria mandi secara bersama-sama di sungai yang sudah tidak terlalu jernih lagi.


Dan Re pun melihat para wanita sedang mencuci pakaian,Re menoleh dan menatap wanita yang duduk di atas batu.Re tidak salah lagi, itu Erli gadis yang selama ini di cari.


Seorang bodiguard yang bertugas mengikuti Ahmad dan si ibu pemilik warung,menghampiri Re yang sedang berdiri menatapi sungai di depan nya.

__ADS_1


''Tuan ,itu Nona Erli .'' Tunjuk bodiguard pada gadis yang duduk di atas batu.


Re tidak mungkin langsung menghampiri, di bawah sana masih banyak gadis-gadis yang sedang mandi. Bisa-bisa Ia di kira akan mengintip nanti, Ia akan menghampiri Erli saat gadis itu sudah akan kembali ke rumah ibu pemilik warung itu.


__ADS_2