Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 61.


__ADS_3

Erli menatap bangunan yang menjulang tinggi di hadapannya.Ya Erli dan Samuel telah tiba di apartemen elit milik Re.Erli dan Samuel masih berdiam diri di dalam mobil.


''Ayo turun ,'' ajak Samuel sambil melepas sealtbealt.


Erli pun melepas sealtbealt dan membuka pintu mobil di samping kursi pengemudi.


Samuel dan Erli masuk ke dalam lobi apartemen dan langsung menuju di mana lift berada.


Sesampainya di depan pintu lift.Samuel memencet tombol di samping lift,dan pintu lift pun terbuka.Erli dan Samuel masuk ke dalam lift,pintu lift tertutup setelah Samuel menekan tombol yang ada di dinding lift.


Ting.


Erli dan Samuel keluar dari dalam lift saat mereka tiba di lantai 55.


Samuel menghentikan langkahnya di depan pintu kamar apartemen milik Re, di susul Erli yang ada di belakangnya.


Samuel menekan angka-angka untuk membuka pintu apartemen Re.


Pintu apartemen terbuka setelah Samuel berhasil mengingat kata sandi yang di berikan oleh Re.Samuel masuk ke dalam apartemen dan di ikuti oleh Erli di belakangnya.


Erli menatap ruangan apartemen yang dominan warna abu-abu.


Samuel menunjukkan letak ruangan yang ada di dalam apartemen itu,dan Samuel pun tidak lupa memberitahu kata sandi apartemen milik Re,yang nantinya akan di tempati oleh Erli,

__ADS_1


''Apartemen ini sudah lama tidak di tempati,maaf jadi banyak debu ,'' ujar Samuel sambil memegang sandaran sofa yang berdebu.


Erli menatap kursi sofa yang di pegang Samuel,dan benar saja memang ada debunya.


Samuel teringat dengan kartu ATM milik Re yang ada pada dirinya.Samuel mengambil dompet yang ada di saku celananya,lalu Ia membuka dompet itu dan mengambil kartu sakti milik Re.


Erli mengerutkan dahinya saat Samuel menyodorkan kartu sakti dan tertera nama pemilik kartu sakti itu adalah Renaldi Pratama di hadapannya.


''Aku titip kartu ini,tadi Aku lupa untuk mengembalikannya ,'' ucap Samuel yang melihat Erli penasaran dengan kartu sakti itu.


''Kenapa tidak kak Sam saja yang mengembalikannya ,'' ujar Erli.


''Kamu atau Aku yang mengembalikan nya sama saja kan ?'' sahut Samuel sambil meletakkan kartu sakti itu di tangan Erli.


Gleg.


Erli menelan salivanya susah saat mengetahui kartu yang ada di tangannya adalah kartu tanpa limit.


''Er,kak Sam pulang ya,masih ada pekerjaan lain yang harus kak Sam lakukan .'' pamit Samuel.


Erli yang masih shok dengan kartu yang ada di tangannya,tidak menyadari Sam yang sudah keluar dari apartemen.


Erli yang baru tersadar dari keterkejutan nya,mengedarkan pandangannya di setiap sudut ruangan mencari keberadaan Sam.

__ADS_1


''Kak Sam sudah pergi rupanya ,'' gumam Erli menatap ruangan yang kosong.


Erli memasukkan kartu tanpa batas itu ke dalam dompet miliknya.Ia akan memberikan kartu itu kepada Re kalau mereka sudah bertemu.


Erli menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa,Ia pun menatap nanar pada surat perjanjian yang ada di atas meja.Ia mengambil surat perjanjian itu dan mulai membuka dan membacanya.


''Apa-apaan ini ,'' ucap Erli mendelik gusar saat membaca surat perjanjian yang menurutnya merugikan dirinya.


Saat dirinya kembali membaca poin-poin yang ada di surat perjanjian itu,tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi.


Erli meletakkan surat perjanjian itu di atas meja,dan mengambil ponselnya yang ada di dalam tas sekolahnya.


''Papa ,'' gumam Erli saat melihat yang menelpon dirinya adalah papanya.


''Bagaimana ini,Aku harus jawab apa .'' Erli bermonolog Sendiri sambil menggigiti kuku jempolnya.


Erli tidak berani mengangkat panggilan telpon papanya,Erli berdiri dari duduknya dan berjalan mondar-mandir sambil sesekali melirik ponselnya yang terus berbunyi.


Lagi-lagi ponsel Erli berbunyi.Dengan menyiapkan keberaniannya akhirnya Erli mengangkat panggilan telpon.


Apa yang akan Erli katakan pada papanya.


Dan apakah Erli akan tinggal di apartemen atau pulang ke rumah papanya,di malam pertama ia menikah.

__ADS_1


Ayo berikan komentar,like,favorit,hadiah dan votenya ya biar Author update lagi.


__ADS_2