Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 45


__ADS_3

Tasya menggoyangkan lengan Abangnya yang cuma diam saja.


''Bang , boleh ya ,'' rengek Tasya menatap penuh harap pada Abangnya.


''Ya udah Abang izinin Kamu belajar kelompok ,'' jawab Re tersenyum mengiyakan permintaan Adiknya.


Tasya tersenyum dan mencium pipi Abangnya.


''Terima kasih Bang ,'' ucap Tasya sambil memeluk Abangnya.


Re tersenyum dan mengusap rambut panjang Tasya yang ada di pelukannya.


Tasya mengurai pelukannya,Tasya dan Re pun menuruni anak tangga menuju di mana keluarga besarnya sedang menunggu di ruang makan.


''Pagi Ma,Pa,Kak Hendra,Nenek ,'' sapa Tasya saat sudah tiba di ruang makan.


''Pagi Sayang ,'' sapa juga Rania tersenyum melihat Putri bungsunya dan Re yang berjalan di belakang Tasya.


Tasya dan Re pun duduk di tempat masing-masing untuk ikut sarapan.


Rania mengambil nasi dan lauk untuk putrinya dan juga untuk putranya.


''Sudah Ma,Cukup ,'' seru Re menghentikan gerakan Mamanya yang akan mengambilkan lauk lagi untuk Re.


Rania pun tersenyum dan meletakan piring berisi makanan di depan meja Re.


Mereka pun makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara.

__ADS_1


Setelah Mereka makan.


''Dimana Ke dua pengawal Tasya , kenapa Aku tidak melihatnya ?'' tanya Hendra yang tidak melihat kedua pengawal Tasya.


Tasya menatap Abangnya,Ia takut Hendra mempengaruhi Abangnya yang sudah mengizinkan Tasya tidak ada pengawal lagi.


Re tersenyum menanggapi pertanyaan Hendra.


''Mereka berdua Aku tugaskan untuk melakukan pekerjaan yang lain ,'' jawab Re sambil beranjak dari duduknya meninggalkan keluarganya yang ada di ruang makan.


Pratama dan Rania menatap punggung Re yang hilang di balik pintu.


Maria menatap Tasya yang tersenyum senang saat terbebas dari kedua pengawal suruhan Abangnya.


Senyum Tasya memudar kala Hendra menatapnya tajam.


''Hendra , jangan tatap AdikMu seperti itu ,'' tegur Pratama.


Hendra dan Pratama pun pamit berangkat ke kantor.Sedangkan Tasya pun juga pergi ke sekolah dengan di antar supir tanpa kedua pengawal yang selalu mengikutinya.


...****************...


Sedangkan di kediaman Wijaya.


Cklek.


Erli membuka pintu kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya.Ia sudah tidak melihat Mamanya lagi ada di dalam kamarnya.Erli menuju lemari dan membuka pintu lemari lalu mengambil seragam sekolahnya.

__ADS_1


Setelah Ia sudah berpakaian,Ia pun menatap kotak yang ada di atas meja rias.


''Apa isinya ya ,'' gumam Erli sambil mendekati kotak itu.


Erli mengambil kotak itu dan mulai membukanya secara kasar.Erli membulatkan matanya saat kotak itu terbuka.


''Apa-apaan Pria itu ,'' gerutu Erli saat melihat isi kotak itu ternyata sebuah Gaun malam lengkap beserta asesorisnya.


Erli meletakkan kembali kotak itu di atas meja rias.


''Aku terlambat,kotak sialan ,'' gerutu Erli sambil cepat-cepat bersiap.


Erli yang buru-buru melupakan kotak itu untuk di simpan nya di dalam lemarinya. Ia membiarkan kotak itu di atas meja riasnya.


Erli menuruni anak tangga dengan berlari.


''Sayang sarapan dulu ,'' tegur Tari saat melihat Erli akan meninggalkan ruang makan.


''Erli buru-buru Ma,nanti sarapan di sekolah aja ,'' jawab Erli sambil menghentikan langkahnya sebentar untuk menatap Mama dan Papanya yang sedang sarapan.


Tari dan Wijaya menggelengkan kepalanya melihat Erli yang kembali berlari keluar dari dalam rumah.


Erli langsung keluar dari gerbang rumahnya untuk menyetop satu taksi.


''Kenapa si sial banget hari ini,motor kenapa tiba-tiba mogok ,'' gerutu Erli sambil melihat jalan.


Erli terkejut saat tiba-tiba mobil mewah tepat berhenti di sampingnya.Ia penasaran siapa pemilik mobil ini.Ia membulatkan matanya dan menutup mulutnya saat melihat siapa yang ada di dalam mobil saat kaca jendela mobil di turunkan oleh sang supir.

__ADS_1


Erli mengerjapkan matanya tidak percaya dengan apa yang Ia lihat.


Sedangkan di kursi penumpang seseorang tersenyum melihat Erli terkejut.


__ADS_2