Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 122.


__ADS_3

Erli yang duduk di dalam mobil di samping Re yang sedang mengemudi menatap kesal Re yang fokus menatap jalanan yang ada di depannya.Erli kesal karna sejak tadi Re menolaknya untuk membawa ke rumah sakit.Sesampainya tidak jauh dari gerbang kediaman Wijaya,Re menghentikan mobil nya tidak jauh dari gerbang rumah Erli.Dari sana Erli bisa melihat mobil taksi tepat berhenti di depan rumahnya.Erli tersenyum saat melihat Papanya sudah sembuh dan segar kembali.


Papa dan Mamanya baru saja keluar dari dalam mobil taksi.


Erli tidak tahu kalau Papanya sudah di perbolehkan keluar dari rumah sakit.


Erli menatap Re yang fokus menatap depan dengan wajah datar.


''Bang ,'' panggil Erli.


''Hemmm ,''


''Terima kasih ,'' ujar Erli sambil menatap Re.


''Untuk ?'' tanya Re pura-pura tak mengerti sambil menatap Erli.


''Untuk semuanya,karna abang sudah menyelamatkan Ku dan menyelamatkan nyawa Papa .'' Sahut Erli dengan wajah tersenyum.


''Itu semua tidak gratis ,'' ucap Re memandang Erli yang tersenyum.


Senyum Erli memudar kala Re mengatakan itu semua tidak gratis.


''Aku harus membayar nya dengan apa ?'' tanya Erli sendu.


''Lagian kan Aku belum bekerja ,'' ucap Erli lagi dengan wajah polosnya.


''Kau tidak perlu membayarnya dengan uang ,'' ucap Re sambil tersenyum menyeringai menatap Erli.


''Lalu Aku harus membayarnya dengan apa ?'' tanya Erli yang tidak mengerti.


Re tersenyum nakal menatap Erli.


''Kau mau apa ?'' tanya Erli saat melihat Re mencodongkan tubuhnya dan menahan dada Re untuk mendekatinya.


''Tentu saja meminta bayaran Ku ,'' sahut Re sambil menunjukkan pipinya.

__ADS_1


''Tidak masalah cuma di pipi saja kan ,'' ujar Erli dan bersiap ingin mencium pipi Re.


Erli terkejut saat Re menempelkan bibirnya di bibir milik Erli.Tidak cuma itu Re pun ******* bibir pink milik Erli.


Re melepas pagutannya dan menempelkan kening mereka.


''Kau hanya milikKu ,'' tekan Re sambil menatap Erli yang wajahnya memerah.


Erli yang masih mengatur nafasnya cuma bisa mengedip-ngedipkan matanya sambil menatap wajah tampan Re.


Re terkekeh saat melihat Erli keluar dari dalam mobil dengan terburu-buru.


Sedangkan di tempat lain.


Tasya yang tengah jalan-jalan di dalam mall bersama Rara.Dan jangan lupakan para pengawal yang mengikuti mereka di belakang.


Tasya dan Rara sebenarnya risih di ikuti oleh para pengawal,tapi mau bagaimana lagi mereka harus patuh pada peraturan kakaknya.


Rara dan Tasya masuk ke dalam salah satu toko tas yang ada di dalam mall.


Tasya menghentikan langkahnya di depan pintu toko,Tasya pun berbalik dan menatap ke dua pengawal yang sejak tadi mengikuti mereka.


''Tapi Nona....,''


''Tidak ada tapi-tapian kalian tetap tunggu di sini ,'' potong Tasya menghentikan ucapan salah satu pengawal.


Ke dua pengawal itu akhirnya mengangguk patuh dan menunggu ke dua majikannya di depan pintu masuk toko.


Tasya dan Rara dengan leluasa memilih tas tanpa di awasi ke dua pengawal.


''Sya ini bagus deh ,'' ucap Rara sambil menunjukkan tas mewah yang menurutnya bagus.


''Kalau kak Rara suka ambil saja,uang kak Hendra kan banyak .'' Ucap Tasya sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari tas yang menurutnya bagus.


Tasya tersenyum saat pandangan matanya melihat tas yang cocok untuk dirinya.Saat Tasya akan mengambil tas yang ada di etalase toko,tiba-tiba seseorang juga mengambil tas yang akan Tasya ambil.

__ADS_1


Tasya menoleh dan terkejut saat melihat tangan siapa yang juga akan mengambil tas itu.


Tasya terkejut saat melihat tangan itu ternyata adalah Maya.


Maya tersenyum sinis saat melihat Tasya yang merebutkan tas itu dengannya.


''Aku duluan yang menemukan tas ini ,'' ucap Tasya sambil mengambil tas yang di pegang Maya.


''Enak saja,Aku duluan yang menemukan tas ini.'' Tasya kali ini tak mau mengalah dengan Maya.


Tasya dan Maya saling tarik menarik tas yang sedang di pegang mereka.


Pelayan toko pun menatap mereka dengan tatapan takut-takut.


''Tasya hentikan ,'' suruh Rara.


Namun ucapan Rara dan beberapa pegawai tak di hiraukan oleh mereka.


Tiba-tiba tas yang mereka perebutkan talinya putus.Sehingga membuat Tasya dan Maya menghentikan tarik menarik tas itu.


''Ini untuk lo aja ,'' ucap Tasya sambil melempar tas yang sudah rusak itu ke arah Maya.


''Enak saja, sudah rusak begini di berikan pada Ku ,'' tolak Maya yang tidak terima dirinya harus membayar tas yang rusak.


''Aku sudah tidak butuh tas itu ,'' ucap Tasya sambil melempar kembali tas itu ke arah Maya.


''Sudah cukup hentikan !'' teriak pemilik toko saat melihat kekacauan yang terjadi.


Tasya dan Maya terdiam dan menatap Pemilik toko yang berwajah jutek.


''Siapa yang akan mengganti rugi tas itu ?'' tanya pemilik toko dengan kesal.


''Tentu saja Dia ,''


Maya dan Tasya saling menyalahkan dan saling menunjuk.

__ADS_1


''Diam...!'' teriak pemilik toko saat Maya dan Tasya akan kembali terlibat adu mulut.


''Biar saya yang akan mengganti kerugian tas Anda ,'' ucap Seorang Pria tiba-tiba dan sejak tadi melihat pertengkaran Maya dan Tasya.


__ADS_2