
Erli dan Linda masuk ke dalam mobil taksi yang di pesan oleh Erli,lewat aplikasi online.Sebenarnya Re sudah menyiapkan mobil dan seorang supir untuk mengantar Erli kemana pun Gadis itu pergi.Tapi Erli tidak mau menggunakan fasilitas yang di berikan oleh Re,Ia tidak mau Linda sampai mencurigainya karena menggunakan mobil mewah.Linda tahu keluarganya sedang dalam masalah.
Erli mengambil ponselnya yang ada di dalam tas.Erli pun membuka aplikasi berwarna hijau,dan mulai mengetik sesuatu di ponselnya.
''Tasya,Aku sudah sampai di restoran yang Kamu maksud.Kamu di sebelah mana ?'' Erli mengirim pesan itu ke pada Tasya.
Tidak membutuhkan waktu lama,Tasya langsung membalas pesan yang di kirim oleh Erli.
''Tunggu di situ Aku akan segera kesana .'' Tasya mengirim balasan ke Erli.
''Ma,pa .'' panggil Tasya kepada ke dua orang tuanya.
''Iya sayang,ada apa ?Apa AbangMu sudah sampai ?'' tanya Rania antusias sambil mencari keberadaan putranya.
''Bukan itu Ma ,'' sahut Tasya cepat.
''Tasya mau pamit undur diri,soalnya ada teman Tasya .'' Lanjutnya lagi.
Setelah Tasya berpamitan kepada ke dua orang tuanya,dan tamu yang ada di di tempat itu.Ia pun segera menuju ke pintu restoran,Tasya melambaikan tangannya saat melihat Erli dan Linda yang baru masuk ke dalam restoran.
Tasya pun mengajak ke duanya duduk di meja yang tidak jauh dari tempat kedua orang tuanya.Jarak meja dari ke dua orang tua Tasya,cuma berjarak 4 meja saja.
''Maaf ya,jadi ganggu acara keluarga Kamu .'' Ucap Erli menyesal karna sudah mengganggu acara makan siang Tasya dengan keluarganya.
''Tak apa,tak masalah.Malahan Kalian berdua menyelamatkanKu dari makan siang yang canggung ini .'' Kekeh Tasya yang merasa terselamatkan dengan kedatangan sahabatnya.
Erli menggelengkan kepalanya dengan respon yang di berikan oleh Tasya.
Erli menatap di mana meja keluarga Tasya,Ia tertegun sejenak saat melihat wanita yang pernah Ia lihat di rumah Tasya.
Entah kenapa dadanya terasa sesak saat melihat Tante Rania yang perhatian pada Wanita itu.
Karna ini sudah waktunya jam makan siang,Mereka bertiga memesan makanan dan minuman.
__ADS_1
Tidak lama kemudian pesanan Mereka datang,seorang pelayan meletakkan makanan dan minuman di atas meja. Setelah pelayan itu menyelesaikan tugasnya,Ia pun meninggalkan meja itu.
''Makan dulu,nanti ngobrolnya,Aku udah laper .'' Ucap Erli cepat saat melihat Linda ingin membuka mulutnya.
Linda menelan kembali ucapannya dan menutup rapat-rapat mulutnya,Ia makan dengan tidak bersemangat.
Linda melirik Tasya yang sepertinya biasa saja,Ia bernafas lega melihat Tasya baik-baik saja.Dan sepertinya tidak marah kepadanya.
''Ayo Lin di makan ,'' suruh Tasya yang melihat Linda sejak tadi tak menyentuh makanannya.
''Makan dulu,setelah itu Kita ngobrol .'' Ujar Erli sambil menyenggol lengan Linda.
''Iya .'' sahut Linda sambil mulai menyuap makanannya.
Mereka pun makan dengan diam. Beberapa menit kemudian Mereka telah menyelesaikan makan siangnya.
Linda memejamkan mata sejenak dan menghembuskan nafas dengan kasar. Linda membuka matanya dan mulai membuka suaranya.
''Tasya,Aku minta maaf soal kejadian semalam .'' Ucap Linda memberanikan diri untuk meminta maaf.
''Lupakan saja.lagian Kamu lihat sendirikan,Aku baik-baik saja .'' Ucap Tasya.
''Syukur deh,Kamu tidak datang ke tempat itu .'' Ucap Linda bernafas lega.
''Siapa bilang Aku tidak datang,karna khawatirnya Aku sampai tidak berpikir jernih,mana mungkin Kamu ada di club selarut malam itu .'' Kekeh Tasya sambil menggelengkan kepalanya.
''Lalu apa yang terjadi ?'' tanya Erli yang penasaran.
''Semalam itu.......,
Tasya memulai menceritakan kejadian semalam,tanpa ada yang di kurangi ataupun di tambahkan.Soal Gibran yang menyakiti dirinya sendiri pun tak luput dari ceritanya.
Linda dan Erli mendengarkan cerita Tasya tanpa memotong ucapannya.
__ADS_1
''Ya begitulah ceritanya,dan Aku baik-baik saja .'' Ucap Tasya menutup ceritanya.
''Wah,Gibran Pria sejati .'' Celetuk Linda tanpa sadar mengagumi Si cupu.
''Coba saja kalau itu bukan Gibran,Aku nggak tahu apa yang terjadi pada Ku .'' Ucap Tasya.
''Memang sulit si bagi Pria untuk mengendalikan nafsunya,di tambah lagi dengan obat perangsang.Tapi Gibran melakukannya,Aku salut banget sama Gibran .'' Ucap Erli sambil memuji Gibran.
''Ya,Aku harus berterima kasih padanya .'' Tasya bertekat akan menemui Gibran dan berterima kasih pada pria itu.
Erli memikirkan perkataannya tadi dan cepat-cepat menggelengkan kepalanya. Bisa-bisanya Ia kepikiran Re yang menahan nafsunya yang tidak menyentuhnya.
''Apa AbangMu tahu soal semalam ?'' tanya Erli yang kepikiran soal Re yang pergi semalam tanpa pamit padanya.
''Ya,Abang yang sudah menyuruh anak buahnya untuk melacak keberadaan Ku .'' Jawab Tasya.
''Kenapa Kau menanyakan itu ?'' tanya Tasya sambil memicingkan matanya.
''Tidak..tidak..jangan salah paham,Aku cuma bertanya saja.Abang Mu itu kan posesiv banget .'' Ucap Erli sambil mengibaskan tangannya dan menutupi kegugupannya.
''Ya kau benar,Abang Ku itu memang posesiv banget .'' Ucap Tasya membenarkan ucapan Erli.
Mereka pun kembali mengobrol dengan ringan.
Mobil Re berhenti tepat di restoran yang di maksudkan oleh mamanya,Re menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.Dan jam sudah menunjukkan Angka 12 lewat 45 menit. Ia sangat malas untuk datang ke restoran itu.Tapi,Mamanya selalu menghubunginya untuk cepat datang. Sebenarnya Dia sudah memberi alasan dirinya sedang sangat sibuk,Mamanya mengancam akan datang ke kantor dan dengan membawa Inka kesana.Akhirnya Re pun mengalah akan datang ke restoran.
Dan sekarang dirinya sudah berada di parkiran restoran.Re menghembuskan nafas kasar.Entah kenapa,tiba-tiba Re merindukan istrinya.
Re membuka pintu mobil dan keluar dari dalamnya.
Sesampainya di dalam restoran,Ia mencari keberadaan keluarganya.Re tertegun sejenak saat pandangannya tidak sengaja melihat meja di mana Adik dan Istrinya berada.Sebenarnya Re ingin sekali menghampiri meja itu,dan memeluk gadis yang di rindukannya.
Ia tersenyum tipis saat melihat Istrinya yang tertawa.
__ADS_1
''Re.......,''