Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 99.


__ADS_3

Sudah hampir satu minggu Wijaya terbaring koma di rumah sakit,Erli yakin Papa nya akan sadar.


Cklek.


Erli tersenyum saat melihat Mamanya yang masuk ke dalam ruang rawat papanya.


''Kamu sudah datang sayang ?'' tanya Tari saat baru masuk ke dalam kamar rawat suaminya.


''Iya ma,mama dari mana ?'' tanya Erli sambil menghampiri mamanya yang berdiri di dekat nakas sambil meletakkan kantong kresek di atas nakas.


''Mama dari beli sarapan ,'' sahut Tari sambil tersenyum menatap Erli.


Tidak lama kemudian Pintu ruangan rawat inap Wijaya di buka dari luar.Tasya dan Linda masuk ke dalam ruangan Wijaya.


''Pagi tante ,'' Sapa Linda dan Tasya bebarengan sambil mencium punggung tangan Tari.


''Pagi ,'' sapa balik Tari sambil tersenyum menatap Tasya dan Linda.


''Bagaimana keadaan Om tante ?'' tanya Tasya sambil menatap Pria paruh baya yang berbaring di atas ranjang dengan beberapa selang di atas tubuhnya.


''Ya masih seperti itu belum ada perubahan ,'' jawab Tari sambil menatap sendu Suaminya yang berbaring di atas ranjang.


''Yang sabar ya Tante,pasti Om akan sadar kembali .'' Ucap Tasya sambil mengusap bahu Tari.


''Terima kasih ya sayang ,'' sahut Tari sambil tersenyum menatap Tasya.


''Udah jam segini,cepat kalian berangkat sekolah takutnya kalian nanti terlambat .'' Suruh Tari sambil menatap ke tiga gadis yang ada di hadapannya.


''Iya ma ,'' sahut Erli.


''Iya Tante ,'' sahut Linda dan Tasya bebarengan.


Erli menghampiri papanya yang sedang terbaring di atas ranjang.


''Pa,Erli berangkat ke sekolah dulu ya ,'' pamit Erli sambil mengambil tangan papanya dan Erli mencium punggung tangan papanya.


Tari menatap sendu Erli yang mengajak Papanya selalu berbicara.

__ADS_1


Erli berbalik dan lalu beralih menyalami mamanya.Setelah itu Erli,Linda dan Tasya keluar dari ruangan rawat Inap Wijaya.


Di sepanjang perjalanan mereka melewati lorong rumah sakit.


''Er,gimana hasil penyelidikan dari polisi ?'' tanya Linda penasaran.


Erli menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari Linda.


''Iya Er,pasti polisi menemukan bukti baru dalam kasus kecelakaan papa Mu?'' lanjut Tasya.


''Penyelidikannya di hentikan ,'' sahut Erli sambil menatap lurus.


''Kenapa di hentikan ?'' tanya Linda sambil keluar dari rumah sakit.


''Aku tidak tahu ,'' jawab Erli.


Mereka bertiga menuju ke parkiran di mana mobil Tasya berada.Sesampainya di tempat parkiran mereka pun masuk ke dalam mobil.Tasya duduk di balik kemudi,sedangkan Erli duduk di kursi belakang dan Linda duduk di samping Tasya.


''Nanti siang Jadi datang ke acara pernikahan Sandrina Er ?'' tanya Linda sambil menatap Erli yang duduk di kursi belakang.


Linda terdiam dan membiarkan Erli memejamkan matanya,Linda tahu kesedihan yang di rasakan Erli.


Sedangkan di tempat lain di kantor pratama grup.


Di dalam ruangan Ceo seorang pria sedang duduk di kursi sofa sambil mengusap wajahnya frustasi saat teringat beberapa jam lagi dirinya harus bersiap-siap.


Sedangkan seorang pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya berdecak sebal menatap pria yang duduk di kursi sofa.


Cklek.


Re menoleh ke arah pintu yang baru di buka dari luar,dan Re menatap datar ke empat pria yang baru masuk ke dalam ruangannya.


Sedangkan ke empat pria itu langsung duduk di kursi sofa di samping Andre. Ke empat Pria itu adalah,Marcel,Samuel, Angga dan Aldo.


''Ngapain kalian datang kemari ?'' tanya Andre menatap tak suka pada ke empat sahabatnya yang baru datang.


''Aku takut kau akan kabur ,'' jawab Marcel sambil beranjak dari duduknya menghampiri Re yang sedang duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


Andre berdecak dengan sebal menatap punggung Marcel.


''Re kau serius sekali ,kau sedang mengerjakan apa ?'' tanya Marcel sambil melirik komputer yang ada di depan Re.


Re cuma diam,tidak mempedulikan pertanyaan dari Marcel.


''Kau tenang saja Cel,dia tidak akan bisa kabur dari sini .'' Seru Re sambil menatap Marcel yang ada di sampingnya.


''Cel,Kau jemput lah pengantin Wanitanya ,biar Andre yang akan kami urus dan pastikan dia tidak akan bisa kabur .'' Perintah Samuel sambil melirik Andre yang menatapnya sebal.


''Baiklah ,'' sahut Marcel sambil melangkah mendekati Angga.


''Mau apa ?'' tanya Angga sambil menatap Marcel yang mendekat ke arahnya.


''Tentu saja mau mengajak Mu untuk ikut dengan Ku .'' Sahut Marcel sambil menarik tangan Angga untuk mengikutinya.


Angga menatap kesal dengan seenaknya saja Marcel menarik tangannya untuk ikut dengannya.


Marcel dan Angga keluar dari ruangan Ceo dan langsung menuju di mana lift khusus Ceo berada.Sesampainya di depan pintu lift,Marcel menekan tombol dan pintu pun terbuka.Marcel dan Angga masuk ke dalam lift dan segera menekan tombol yang ada di dinding untuk menuju ke lantai dasar.


Ting


pintu lift terbuka.


Marcel dan Angga keluar dari dalam lift saat sampai di lobi.Saat Marcel dan Angga keluar dari dalam kantor,Mereka berpapasan dengan Naya.


''Mau apa Kamu Naya ?'' tanya Marcel menghentikan langkah Naya yang akan masuk ke dalam kantor.


Naya menatap sinis Marcel yang menghalangi langkahnya.


''Bukan urusan Mu , minggir .'' Ketus Naya sambil menatap sinis Marcel dan Angga.


''Pergilah Re tidak ada di kantor ,'' suruh Marcel menatap tak suka Naya.


''Kau tak berhak melarang Ku untuk menemui Re ,'' ketus Naya sambil menerobos masuk ke dalam kantor melewati Marcel dan Angga.


Marcel dan Angga menggelengkan kepalanya melihat kekeras kepalaan Naya yang ingin mengejar-ngejar Re.

__ADS_1


__ADS_2