
Setelah perdebatan panjang antara Re dan Erli di dalam mobil,sehingga membuat sang supir pusing di buatnya. Erli berdiri di depan gerbang rumahnya setelah meyakinkan Re untuk tinggal di kediamannya bukan di apartemen mewah Re.Dengan terpaksa Re menyetujui kemauan Erli yang tinggal di rumahnya.
''Apa yang kau lihat Erli ?'' tanya Naya yang baru ke luar dari dalam taksi dan melihat Adiknya yang melihat jalanan.
Erli menoleh dan terkejut melihat kakaknya yang membawa koper di tangannya.
''Erli sedari tadi kau melihat ke sana,kau melihat apa ?'' tanya Naya lagi yang melihat Erli diam saja.
''Tidak ada ,'' sahut Erli sambil menggelengkan kepalanya.
Erli dan Naya pun masuk ke dalam gerbang rumahnya.
Erli dan Naya menganggukkan kepala mereka saat pak satpam menundukkan kepalanya.Mereka pun berjalan beriringan masuk ke pelataran rumah menuju pintu mansion utama.Dengan Naya menyeret koper miliknya.
**
**
**
Sedangkan Re di dalam mobil tersenyum-senyum sendiri kala mengingat perdebatan antara dirinya dengan Erli,yang nantinya akan menguntungkan dirinya sendiri.Erli yang bersih kekeh ingin tinggal di kediaman nya dan tidak mau tinggal di apartemen milik Re.
Flasback perdebatan antara Re dan Erli.
''Plis Bang,biarkan Aku pulang ke rumah .'' pinta Erli.
''Tidak,kau harus tinggal di apartemen milikku .'' Tolak Re.
__ADS_1
''Aku tidak mau tinggal di apartemen ,'' tolak Erli cepat. ''Aku takut papa ku khawatir .'' Lanjutnya lagi sambil menatap Re.
''Aku tidak peduli ,'' ucap Re yang tidak peduli.
''Kalau Aku tinggal di apartemen Abang, Aku harus mencari alasan apa ke papa ?'' tanya Erli.
''Terserah,kau mau memberi alasan apa ,'' sahut Re sambil menatap ponsel miliknya.
Erli mengerucutkan bibirnya,Erli menatap kesal Re yang fokus menatap ponsel miliknya.
''Abang....,'' panggil Erli.
''Hmm.....,'' Re cuma menjawab dengan deheman.
''Boleh ya ?''
Erli menatap kesal ke arah Re.Erli berpikir bagaimana caranya Ia agar mendapat izin dari Re.
''Bang...,'' panggil Erli lagi.
''Kalau kamu ingin mengetahui jawabanku,tidak ya tidak .'' Sahut Re menatap sekilas Erli yang menatapnya kesal.
''Ist,dengerin dulu ,'' kesal Erli sambil menatap kesal Re yang tidak mau menatapnya.
Re lalu menatap Erli,ingin tahu apa yang ingin di ucapkan gadis itu.
''Aku janji setelah ayahku tahu pernikahan Kita,Aku janji akan menuruti apa pun perintah kamu ,'' janji Erli.
__ADS_1
''Apa kau yakin dengan yang kau ucapkan ? tanya Re memastikan.
Erli menganggukkan kepalanya dengan mantap.
''Oke,Aku akan mengijinkan mu untuk tinggal di kediaman Wijaya .'' ucap Re sehingga membuat Erli tersenyum dan reflek memeluk Re.
''Maaf...,'' ucap Erli sambil melepas pelukannya.
Flasback of.
Re masih senyum-senyum sendiri saat teringat perbincangan terakhir dirinya dengan Erli.
''Akan ku buat papamu segera mengetahui pernikahan Kita ,'' ucap Re dalam hati sambil tersenyum misterius.
Pak supir yang melihat Tuannya tersenyum lewat kaca spion yang ada di depannya,bergidik ngeri saat melihat Tuannya tersenyum seperti itu.
...****************...
Sedangkan Erli di dalam kamar,merutuki kebodohannya saat teringat perkataan terakhir yang Ia ucapkan kepada Re.
''Oh astaga kenapa Aku mengucapkan janji yang akan merugikan diriku sendiri,'' gumam Erli sambil menggigiti ujung kukunya.
Erli tersentak kaget saat ponsel miliknya yang ada di dalam tas berbunyi.Erli segera membuka tas miliknya dan mencari keberadaan ponsel kesayangannya.
Erli menyipitkan matanya saat pandangannya tidak sengaja melihat dompet miliknya yang terbuka,dan melihat kartu ATM milik pria yang berstatus suaminya.
''Oh my good ,Aku melupakan kartu ATM milik Abang .'' Ucap Erli sambil menepuk keningnya.
__ADS_1