Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 71.


__ADS_3

Re menutupi perasaannya dengan memasang wajah datar,Ia menutupi perasaan gugup dan perasaan yang sulit di artikan setelah bibir mereka tidak sengaja bertautan.


''Jalan....,'' titah Re pada supir pribadinya.


Sebelum supir pribadinya menjalankan mobil,supir itu menoleh ke belakang untuk melihat Tuannya.


''Kita mau kemana Tuan ?'' tanya supir pribadi itu sambil menatap Re yang melihat jendela.


Re menoleh dan menatap Erli yang memalingkan wajahnya menatap jalanan.


''Kau lapar ?'' tanya Re pada gadis yang ada di sebelahnya.


''Sudah tahu Aku lapar,malah bertanya lagi ,'' gumam Erli tanpa mengalihkan perhatian dari jalanan.


Erli menoleh dan menatap Pria yang berstatus menjadi suaminya.


''Tidak ,'' ucap Erli berbohong.


Krucuk...


Suara perut Erli berbunyi.


Re tersenyum tipis saat tidak sengaja mendengar perut Erli berbunyi.


''Bibirmu bisa mengatakan tidak lapar, tapi perutmu tidak bisa berbohong .'' Kekeh Re sambil menyuruh supirnya untuk menuju ke restoran terdekat.


Erli segera memalingkan wajahnya saat ketahuan dirinya berbohong tidak lapar. Erli tidak berani menatap wajah tampan suaminya lebih lama.Apalagi saat teringat ciuman mereka yang tidak di sengaja,membuat wajah Erli memerah.

__ADS_1


Re menatap sekilas Erli yang memilih memandang jalanan dari pada menatapnya.


Ponsel Erli berdering,Erli mengalihkan perhatiannya dan mencari ponselnya yang ada di dalam tas yang ada di sebelah Re.Erli mengambil ponselnya dan tersenyum saat melihat siapa yang menelponnya.


Re melirik sekilas dan nama papa yang tertera di layar ponsel milik Erli.


Tiba-tiba Pak supir lagi-lagi mengeram mendadak sehingga membuat ponsel Erli jatuh tepat di tengah-tengah kaki Re.


''****,sial .'' Umpat Re saat kepalanya terbentur sandaran jok.


''Aw '' ringis Erli saat dahinya membentur dada Re.


Erli mengadahkan kepalanya dan melihat wajah tampan Re yang ada di hadapannya.Pandangan mereka bertemu.Rona merah terlihat jelas di kedua pipi Erli.


Namun Re lagi-lagi memasang wajah datar menyembunyikan perasaannya.


Erli mengerjapkan ke dua bola matanya yang menurut Re lucu.


''Maaf Tuan , di jalan ada motor yang berhenti mendadak ,'' ucap supir memberitahu sebelum Tuannya marah.


Erli tersadar dari posisinya yang seakan dirinya memeluk Re.Erli menjauhkan tubuhnya dan kembali duduk seperti semula.


Re menatap tajam pak supir,lalu Ia pun melihat ke depan.Benar saja di katakan pak supir,di depan sana sebuah motor tiba-tiba berhenti mendadak.


''Cepat singkirkan motor itu ,'' perintah Re.


Pak supir pun mengangguk,lalu Ia keluar dari dalam mobil untuk mengurus pemilik motor yang tiba-tiba berhenti di depannya.

__ADS_1


Lagi-lagi ponsel Erli berdering.Erli melihat Ponselnya yang ada di bawah,di tengah-tengah kaki Re.


Erli ragu untuk mengambil ponselnya yang ada di tengah-tengah kaki Re,


Re menatap ponsel yang ada di tengah-tengah kakinya tanpa ada niatan untuk mengambil ponsel itu.


Erli memberanikan diri untuk mengambil ponsel yang ada di tengah-tengah kaki Re.Erli mulai mencodongkan tubuhnya di atas paha Re,otomatis dada Erli mengenai paha Re.


Re memejamkan matanya saat buah kenyal milik Erli mengenai pahanya. Belum lagi terlintas saat tangan kanannya memegangnya.Dan sekarang Ia harus menahan di bagian bawahnya yang tiba-tiba bangun.


Erli tidak menyadari wajah Re yang berubah memerah menahan hasrat,Erli masih sibuk menggapai-gapai ponselnya yang ada di bawah kaki Re.


Erli tersenyum saat Ia berhasil mendapatkan ponselnya.Ia buru-buru menarik tubuhnya saat tersadar posisinya.Erli tidak berani memandang wajah Re,Ia buru-buru menatap jendela.


Sedangkan Re mati-matian menahan adik kecilnya yang tiba-tiba bangun, saat Erli tepat di dekatnya.


Pak supir pun masuk,dan melirik sekilas Tuannya yang seperti sedang menahan sesuatu.Setelah memasang sealtbealt Pak supir pun kembali melajukan mobilnya menuju restoran milik Re.


Erli menatap kagum pada bangunan yang ada di di depannya saat mobil berhenti.


''Tuan kita sudah sampai ,'' ucap Pak supir sambil menatap Tuannya yang memejamkan matanya.


''Hmm .'' Re membuka matanya.


Re menoleh dan menatap istrinya yang sedang tersenyum menatap bangunan yang ada di depannya.


''Aku harus periksa ke dokter,kenapa jantungku tiba-tiba berdebar pasti ini ada yang tidak beres dengan jantungku .'' ucap Re dalam hati sambil menatap Erli yang tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2