Kakak Ipar Pengganti

Kakak Ipar Pengganti
Sangat yakin


__ADS_3

"Aaaaaaa!" teriak Vandu sangat kencang.


DOR!


Sebuah peluru kini mengenai kaki kanannya setelah kaki kiri yang tertembak. Saat itu juga, Vandu tersungkur ke lantai ketika berusaha untuk kabur dari kejaran polisi.


Sedangkan Tuan Pras ikut tertembak dan jatuh tersungkur karena niat yang sama seperti putranya untuk kabur. Naas, Tuan Prasetyo gagal untuk melarikan diri dari rumah lantaran ketidaksiapan nya karena ia pikir semua akan baik-baik saja.


"Perse*tan kau Hardika! aku akan menuntut balas denganmu." Umpat nya sambil mengarahkan pandangannya pada Tuan Hardika dan juga putranya, David."


Tuan Hardika hanya melihat pemandangan yang sangat menyedihkan itu, menolongnya pun tak bisa dan juga tak ada guna. Secepatnya Beliau menepisnya, ia kembali memikirkan keselamatan Gane yang berada di balik jeruji besi. Yang mana Tuan Hardika sendiri jarang menjenguknya kalau bukan perintah dari Tuan Prasetyo.


Begitu juga Bunda Sere yang ikut terlibat dalam rencana suaminya dari dulu, ia ikut diringkus oleh anggota polisi.


Ciko yang mendapatkan kabar telah ditangkapnya Tuan Pras beserta anak dan istrinya, hatinya benar-benar sangat lega.


"Akhirnya tujuanku telah tercapai." Gumam Ciko dan mengusap wajahnya karena merasa sangat bahagia ketika masalah yang paling besar dapat terselesaikan.


"Bapak juga merasa lega, semoga semuanya akan cepet terselesaikan dan Nak Gane segera dibebaskan. Besok, kita akan memberi keterangan dan memprosesnya." Sahut Pak Elyam dan duduk di sebelah Ciko yang tengah sibuk dengan ponselnya.


Ciko menoleh pada Pak Elyam dan tersenyum bahagia.


"Ini semua berkat kehadiran Bapak yang sudah memberi bukti dan membantu untuk menyelesaikan masalah besar ini. Sekali lagi saya wakil dari Bos Gane mengucapkan banyak terimakasih atas segala kebaikan Bapak kepada keluarga Huttama. Tanpa adanya kebaikan dari Bapak, kami tidak bisa apa-apa untuk menyelesaikan masalah sebesar ini tanpa adanya bukti yang kuat."


"Benar yang dikatakan Ciko, Pak. Karena kesetiaan Bapak untuk keluarga Huttama, kami benar-benar sangat berterimakasih kepada Bapak." Sahut Doin ikut menimpali dan tak lupa juga untuk mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Elyam yang sudah ikut andil dengan masalah yang sedang ditanganinya.


"Sebuah amanah, kita harus menyelesaikan dengan sebaik mungkin. Tidak mungkin kita lari tanggung jawab itu, Nak." Ucap Pak Elyam.


"Sama Pak, saya pun telah mendapatkan amanah dari Beliau. Tidak mungkin juga saya lari dari pesan itu." Jawab Ciko.


"Sudah larut malam, ayo kita istirahat. Besok kita harus berangkat ke Lapas untuk memberi keterangan dan semoga kita bisa membebaskan Nak Gane."

__ADS_1


"Tapi Pak, kasusnya lain. Bos Gane di penjara karena kasus perdagangan senjata tajam dan senjata api lainnya yang ilegal. Tidak ada hubungannya sama sekali." Kata Ciko yang merasa gagal di tahap selanjutnya.


Pak Elyam tersenyum mendengarkannya.


"Memangnya kamu belum tahu selama ini siapa yang meyetir kalian berdua?" tanya Pak Elyam.


Ciko menggeleng pelan, karena dirinya menyadari jika selama ini tak pernah mengetahuinya.


"Tuan Pras dari segal rencananya sehalus mungkin, agar semua berjalan dengan lancar dan tak diketahui oleh kamu dan Nak Gane."


"Jadi, pelakunya adalah Tuan Prasetyo sendiri?"


Ciko yang merasa di bohongi dan dipermainkan selama bertahun-tahun, dirinya merasa dongkol. Ingin rasanya untuk menjebloskan ke penjara seumur hidupnya.


"Benar-benar terk*utuk, kau! Tuan Pras."


Ciko yang sudah mengetahui kebenarannya, ingin rasanya untuk menghabisi orang yang sudah membuat hidupnya hancur. Yang mana dirinya harus kehilangan kedua orang tuanya, kehilangan adik perempuannya dan juga kehilangan kedua orang tuan Gane dan Regar.


"Bersabarlah, semua butuh proses untuk dijadikan kebahagiaan. Lebih baik kita beristirahat, besok kita lanjutkan lagi untuk membereskan semua masalah yang harus ditindak lanjuti." Ucap Pak Elyam dan menepuk punggung, Ciko mengangguk dan nurut dengan apa yang diperintahkan oleh pengacara keluarga Huttama yang sebenarnya.


Sedangkan di balik jeruji besi, lagi-lagi Gane tak bisa untuk tidur. Bayangan istrinya terus menghantui dan bersemayam dalam ingatannya.


Gane yang merasa bosan dalam tahanan, ingin rasanya segera keluar dari ruangan yang dianggapnya sangat terkutuk itu.


Iswan yang selalu mendapati Gane yang sering gelisah, ia ikut duduk disebelahnya.


"Kamu ini, tak ada bosan bosannya untuk melamun. Memangnya kamu sedang memikirkan apa, Bro? sudah larut malam ini loh."


"Aku sudah tidak sabar untuk meninggalkan tempat ini, aku kepikiran terus dengan istriku. Aku takut, kesehatan istriku tak ada yang memperhatikan. Aku sangat takut terjadi sesuatu padanya dan juga calon anak yang dikandungnya." Jawab Gane dengan perasaan yang tidak karuan.


"Bersabarlah dan terus berdo'a, semoga semua masalah segera terselesaikan dengan baik."

__ADS_1


"Ya, kamu benar."


"Kalau begitu, ayo kita lanjutkan tidurnya. Siapa tahu saja, besok akan ada keajaiban." Ucap Iswan menghiburnya, Gane mengangguk da kembali melanjutkan tidurnya karena masih ada waktu untuk beristirahat.


Begitu juga dengan Nanney, ia terbangun dari mimpinya. Kemudian, ia menguap dan memilih untuk mengganti posisinya duduk bersandar di atas tempat tidurnya.


Diraihnya satu gelas air minum didekat tempat tidur dan meminumnya.


"Kenapa aku masih terus kepikiran jika Kak Gane bertemu dengan adiknya, bagaimana ini? aku benar-benar sangat takut, jika akan terjadi sesuatu yang tidak baik diantara mereka berdua." Gumamnya dengan penuh kekhawatiran.


Tidak hanya Nanney yang tidak bisa tidur, tetapi sosok Danu sama halnya gelisah seperti Nanney.


Karena kenyataan tidak dapat memejamkan kedua matanya, ia beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar.


Seperti biasanya, ia duduk di ruang tamu ditemani secangkir kopi panas yang ia buat dan menyalakan lampu.


Sembari menikmati secangkir kopi, ia menyibukkan diri dengan ponselnya. Sosok Danu sengaja mencari dalam pencarian untuk mengetahui siapa pemilik wajahnya itu.


Karena rasa penasaran dan ingin tahu, sosok Danu akhirnya mencari dalam pencarian lewat fotonya sendiri.


'Aku yakin dengan caraku ini, pasti akan ditemukan titik terangnya.' Batinnya penuh yakin akan menemukan siapa dirinya sebenarnya.


Setelah melakukan pencarian, muncullah berbagai macam berita tentang fotonya yang mirip dengannya.


Karena penasaran, akhirnya membuka berita yang paling banyak pembacanya.


Dengan seksama membaca pada setiap kalimatnya dengan begitu teliti dan tidak ada yang tertinggal walaupun hanya satu kata.


Alangkah terkejutnya ketika membaca tentang kecelakaan yang terjadi, yakni kecelakaan pada kapal saat akan pergi ke Pulau terpencil untuk berbulan madu. Bahkan disebutkan namanya dengan sangat jelas.


"Regar Huttama dan Nanney, benarkah? aku yakin jika berita ini adalah diriku. Karena waktu itu, kata Nenek Aruma sedang liburan di Pantai bersama Henny. Kemudian, mereka berdua menemukanku dipinggir pantai." Gumam Regar yang terus meggeser kebawah untuk mengetahuinya lebih banyak lagi tentang kebenarannya.

__ADS_1


__ADS_2