Kakak Ipar Pengganti

Kakak Ipar Pengganti
Ungkapan


__ADS_3

Henny yang tidak bisa berkutik, dirinya hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu.


"Tat-tap-tapi," jawab Henny dengan gugup.


Takut, jika dirinya hanya dijadikan pelampiasan semata, pikirnya.


"Mau atau tidak? jika tidak, keluar dari kamarku dan jangan pernah menampakkan wajahmu dihadapan ku." Ucap Regar kembali memberi pilihan pada istrinya.


Henny yang tidak mempunyai pilihan lain, akhirnya mengangguk pelan. Tidak peduli jika baginya dengan yang dipikirkan suaminya. Setidaknya bisa melayani suaminya sebagaimana tugas seorang istri yang diwajibkan untuk menuruti permintaan dari sang suami.


Regar tidak ambil diam, setelah mendapatkan izin pada yang punya, Regar tidak menyia-nyiakan kesempatan emasnya yang sudah tidak dapat untuk ditahannya lagi.


Urusan bertanggung jawab adalah belakangan, pikirnya. Selain dirinya suami-istri yang sah, Regar tidak begitu memikirkan akan perasaan dari istrinya sendiri.


Henny yang hanya bisa pasrah, sebisa mungkin untuk mengikuti permainan dari suaminya hingga pada puncaknya. Meski rasanya ingin menjerit dan menangis, Henny menahannya hingga terasa sesak pada bagian dadanya.


Bukannya tidak ingin melayani sang suami, Henny hanya merasa takut jika dirinya dijadikan pelampiasan semata.


Sakit, kecewa, itu sudah pasti. Hubungan yang dilakukan sebagaimana suami-istri melakukannya dengan rasa cinta dan sama-sama suka, tetapi tidak untuk Henny.


Entah perasaan apa yang pantas untuk diutarakan oleh dirinya untuk sang suami, Henny tidak mampu untuk menjabarkannya. Begitu sulit dan juga terasa sakit, tetap saja berusaha untuk memperlihatkan perasaan yang sesungguhnha.


Tidak hanya Henny saja, begitu juga dengan Regar sendiri tentunya. Ada rasa yang juga sama sakitnya, keduanya sama-sama menyembunyikan perasaannya masing-masing yang entah seperti apa.


Regar yang masih terhanyut dalam permainannya, ia semakin gai*rah hingga pada titik puncaknya dan keduanya mengakhiri ritual suami-istri pada umumnya.


Setelah menyelesaikan ritual panjangnya, Regar langsung meraih selimut dan menutupi tubuh polosnya dan juga milik istrinya.


Merasa bersalah atas perbuatannya, Regar memeluk istrinya dari posisi sang istri yang membelakangi suaminya.

__ADS_1


"Maafkan aku yang sudah merenggut barang berharga milikmu. Bahkan harus memberimu sebuah ancaman, aku benar-benar meminta maaf." Ucap Regar di dekat telinga istrinya sambil mengeratkan pelukannya.


"Mas Regar tidak perlu meminta maaf denganku, karena melayani suami adalah kewajiban." Jawab Henny masih tidak bergerak.


"Terimakasih banyak, istriku. Aku tidak menyangka jika kamu rela memberikan mahkota mu untukku. Aku berjanji, aku akan bertanggung jawab semuanya, lahir dan ... batin mu." Ucap Regar yang akhirnya meyakinkan istrinya.


Henny yang mendengarnya pun, ia masih ragu untuk mempercayai omongan dari suaminya sendiri. Bagaimana tidak meragukan suaminya, sang suami yang rupanya pernah menjalani hubungan yang spesial bersama kakaknya sendiri.


Tentunya, Henny masih meragukan dengan perkataan suami sendiri. Sekalipun kedengaran serius, Henny terus mewaspadainya.


"Apa kamu tidak percaya dengan perkataan ku? sehingga kamu masih sulit untuk mempercayai ku. Ataukah kamu ingin marah denganku, karena perbuatan ku, kamu harus kehilangan sesuatu berharga milik mu."


Regar yang tidak mendapat respon dari istrinya, ia kembali berucap dan juga bertanya. Takut, jika dirinya telah menyakiti hati istrinya.


Saat itu juga, Henny langsung mengganti posisinya dan menghadap pada Regar suaminya sambil membenarkan selimut yang dikenakan dapat menutupi tubuh polosnya.


"Mas Regar ingin tahu?" tanya Henny yang akhirnya berterus terang.


Regar yang mendapati sebuah pertanyaan dari sang istri, tak lupa meninggikan satu alisnya karena penasaran.


"Ya, aku ingin tahu." Jawab Regar asal memberi jawaban untuk sang istri, meski dirinya tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh istrinya.


Henny menatap wajah suaminya dengan lekat.


"Bayangkan saja, jika Mas Regar menjadi posisiku yang hanya menjadi pelengkap saja, tapi tidak begitu di perhatikan. Tapi sepertinya tidak perlu di bayangkan, karena aku hanya istri pelengkap saja." Ucap Henny dan langsung kembali ke posisi semula, yakni membelakangi suaminya.


Meski terasa geli karena keduanya sama-sama polosnya tanpa sehelai benang pun yang melekat dibalik selimut tebal.


Regar yang paham apa yang dimaksudkan oleh istrinya, ia tersenyum tanpa sepengetahuan istrinya karena sudah kembali ke posisi semula, yakni membelakanginya.

__ADS_1


Pelan-pelan, Regar mendekatkan wajahnya didekat telinga istrinya. Sedangkan tangannya memeluk tubuh polos dengan sangat erat.


"Kamu cemburu dengan kakak mu? ayo, mengaku saja. Aku tahu, selama ini kamu sudah jatuh hati denganku, bukan? jangan mengelak, karena aku sudah mengetahuinya. Bahkan, kamu sempat menc*ium ku dikala aku tengah tertidur." Ucap Regar berbisik di dekat daun telinga istrinya.


Seketika, Henny merasa malu ketika perbuatan konyolnya dapat diketahui oleh suaminya sendiri.


Henny langsung menutup kedua matanya dengan telapak tangan karena merasa malu.


"Untuk apa aku meminta hak ku, jika tidak ada rasa denganku. Aku bukan lelaki bodoh yang meminta hak dengan paksa, itu akan menyiksa batin mu. Meski aku tidak tahu dengan perasaan ku, asal kamu selalu memberi perhatian untukku, aku pasti akan jatuh hati denganmu. Aku tidak munafik, karena aku mempunyai masa lalu, tentu saja akan teringat. Tapi, seiring berjalannya waktu, aku dan kamu pasti bisa melewatinya." Ucap Regar dan mencium rambut milik istrinya.


Henny yang mendengarkannya pun, hatinya tiba-tiba berbunga-bunga. Bahkan, menang lotre saja bisa lewat.


Henny langsung kembali membalikkan badannya dan keduanya saling menatap satu sama lain.


"Mas Regar tidak bohong, 'kan?" tanya Henny yang masih diliputi dengan perasaan takut dengan sebuah perasaan.


Regar tersenyum, kemudian mengangguk pelan dan mencium kening milik istrinya.


"Bantu aku untuk melupakan masa laluku, dan juga lara ku." Ucap Regar menatap serius pada istrinya.


Henny mengangguk dan memeluk suaminya. Penantian yang sudah begitu lamanya, dengan kesabaran, Henny mampu mendapatkan sesuatu yang sangat ia dambakan.


Pengakuan dan kejujuran dari suami telah merubah raut wajahnya menjadi ceria. Senyum manis yang selalu disembunyikan olehnya, kini Regar dapat melihat senyum manis milik istrinya.


Regar yang baru menyadari akan perasaan istrinya, benar-benar ingin rasanya mengutuk dirinya sendiri karena kebodohannya yang sudah diperbuat.


Tidak ada lagi kebohongan yang ditutupi, kini keduanya saling menyadari akan perasaan satu sama lain.


Akhirnya.... lega rasanya ya...

__ADS_1


Setelah ini, kita lanjut ke babang Gane ya... yang mana harus sabar menghadapi istrinya yang sedang ngidam akut.


__ADS_2