Kakak Ipar Pengganti

Kakak Ipar Pengganti
Memilih diam


__ADS_3

Nanney yang seperti mendapatkan kejutan, dirinya benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihat disekelilingnya.


Saat itu juga, Nanney langsung memeluk suaminya. Dirinya kembali teringat dengan masa kecilnya, selalu dimanja oleh suaminya. Benar-benar sangat beruntung, pikir Nanney dengan perasaan bahagianya.


Setelah itu, Nanney melepaskan pelukannya dan menatap wajah sang suami yang tidak semuda dulu. Meski tidak lagi muda dengan jarak usia sembilan tahun, tetap saja masih terlihat tampan dan mempesona.


"Kakak tidak pernah berubah, selalu memanjakan aku. Terimakasih banyak untuk semuanya." Ucap Nanney dan mencium pipi sebelah kanan milik suaminya.


Sosok yang selalu dianggapnya seorang kakak dengan sebutan seorang pangeran, kini telah menjadi suaminya.


"Ini sudah janjiku untuk membahagiakan kamu, sayang." Jawab Gane dan mencium kening milik istrinya.


"Terimakasih banyak ya Kak, atas semua perhatian dari Kakak." Ucapnya, Gane pun tersenyum dan merangkul tubuh istrinya.


"Sudah menjadi kewajiban-ku untuk membahagiakan kamu, sayang. Kalau begitu, ayo kita ke sana." Ajak sang suami, Nanney mengangguk dan berjalan beriringan dengan suami.


"Wah ... lebat banget buahnya ya Kak, jadi ingat sama kebon buahnya Nenek Aruma." Ucap Nanney sambil memperhatikan tanaman buah jeruk yang begitu lebat.

__ADS_1


"Ah ya, kenapa tadi kita tidak mengajak Regar dan Henny juga ya."


"Ya juga ya, Kak. Apalagi kalau ada Kak Iko sama Kak Doin, pasti akan lebih seru." Kata Nanney membayangkan kebersamaan.


"Tara .... kita berdua sudah datang."


"Kak Iko, Kak Doin, kalian ...."


"Ya, sesuai permintaan suami kamu." Jawab Ciko sambil menunjuk Gane, sedangkan Nanney langsung menoleh pada suaminya.


"Kemanapun kita pergi, mereka berdua akan selalu mengikuti kita selama jam kerja belum aktif. Karena mau bagaimanapun, kita harus waspada. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kamu dan juga calon anak kita, sayang. Tapi bukan berarti aku memperkerjakan mereka berdua, tetap saja aku sudah menyuruh beberapa anak buah-ku untuk berjaga-jaga di sekeliling kita." Ucap Gane berusaha untuk meyakinkan istrinya.


"Bukan, sayang." Jawab Gane meyakinkan istrinya.


"Yang dikatakan suami kamu itu, benar. Kakak ingin melakukan yang terbaik untuk kamu. Yang dikatakan suami kamu itu ada benarnya, waspada itu penting. Lagi pula, Kakak dan Doin sedang tidak ada pekerjaan. Bukankah tadi kamu bilang, kenapa tidak mengajak Kak Iko dan Kak Doin? nah, sekarang Kakak sudah ikut, 'kan? atau ... Kakak balik aja nih." Jawab Ciko.


"Bukan begitu maksud aku, Kak. Aku kan, meminta Kakak ikut liburan, bukan menjadi bodyguard." Ucap Nanney sambil menunjukkan muka cemberutnya.

__ADS_1


"Siapa juga yang menjadi bodyguard? tidak ada, adikku sayang." Kata Ciko meyakinkan adik perempuan nya.


Karena sudah terbiasa dengan bantuan Ciko dan Doin, terkadang Gane sendiri masih dengan kebiasaannya. Sampai-sampai dirinya sendiri lupa dengan siapa dirinya berhadapan, yakni gadis kecilnya dulu dan kini telah sudah menjadi istri sahnya.


Karena malas untuk berlama-lama mengobrol, Nanney langsung melepaskan rangkulan dari sang suami. Kemudian, Nanney berjalan melati pepohonan buah jeruk yang di tanam berjejer diikuti suami dari belakang dan juga Doin bersama Ciko.


"Kak," panggil Nanney sambil memperhatikan buah jeruk yang berada pada tangkainya.


"Ya sayang, ada apa?" sahut Gane dan bertanya.


"Aku pingin buah jeruk yang itu, sepertinya sangat segar." Jawab Nanney sambil menunjuk pada buah jeruk yang dimaksudkan.


"Itu kan, masih masam, Nona." Timpal Doin yang terasa ngilu pada bagian giginya saat melihat istri Bosnya menunjuk pada buah yang belum matang.


"Tapi itu sangat menggoda, Kak Doin." Jawab Nanney yang tetap memilih buah yang ditunjukkan itu.


"Ya sayang, Doin benar. Itu rasanya masih masam, belum matang." Ucap sang suami yang juga sependapat dengan Doin.

__ADS_1


Ciko yang tidak ingin mendapatkan getahnya, dirinya lebih memilih diam. Baginya berhadapan dengan perempuan hamil harus ekstra sabar dan juga memilih untuk menurutinya dari pada ikut berkomentar, pikirnya dengan apa yang pernah ia temui.


__ADS_2