Kakak Ipar Pengganti

Kakak Ipar Pengganti
Merasa gugup


__ADS_3

Ketika sepasang suami istri sudah masuk ke kamarnya masing-masing termasuk Nenek Aruma, Henny hanya bisa berdiri dan tidak tahu harus berbuat apa.


Karena tahu jika suaminya tak menganggapnya sebagai istri beneran, Henny hanya bisa diam dan tak berani untuk sekedar bertanya. Sikap pemalu nya sudah melekat pada diri Henny, senda gurauan pun tidak ada.


Henny mengerti dengan kondisi itu, perempuan yang tidak diharapkan kehadirannya dan juga bukan sosok perempuan yang berasal dari keluarga berpunya.


"Kamu ngapain masih berdiri di situ? kamu tidak merasa gerah? tidak ingin mandi? sans, kalau kamu mau mandi duluan. Aku ingin istirahat sebentar, badanku sangat capek."


"Kalau bole tahu, kamar mandinya dimana?" tanya Henny dengan rasa malu. Karena menyadari jika dirinya hanya perempuan biasa.


Takut, jika dirinya banyak bicara akan di sangka perempuan yang tidak punya etika dan juga matre, pikirnya. Bayangan itu terus-menerus bersemayam didalam ingatannya.


"Itu, kamar mandinya. Semua perlengkapan baju kamu sudah ada di lemari, kamu tinggal. pilih mau memakai baju yang mana." Jawab Regar dan sekaligus menunjuk pada lemari pakaian istrinya.


"Terus, handuknya?"


Lagi-lagi Henny kembali bertanya karena tidak tahu. Tentunya, Henny takut salah dan lebih memilih untuk bertanya terlebih dahulu.


"Sudah ada di kamar mandi, kamu tinggal pakai dan mandi dengan bersih." Jawab Regar sambil melepas jaket dan celana panjangnya tanpa malu dihadapan istrinya.


Regar tidak peduli, toh semua telah berakhir dan sekarang dirinya tidak mempunyai harapan lagi untuk mendapatkan istri pertamanya lagi.


Jadi, Regar seakan masa bodoh dengan apa yang akan dilakukannya. Antara kebablasan atau tidaknya, Regar tidak peduli.


Henny yang melihat suaminya melepaskan celana panjangnya, keduanya matanya segera ditutup dengan telapak tangan.


Regar tersenyum ketika melihat istrinya yang menurutnya sangat lucu itu. Seakan dirinya tidak ada bosannya untuk mengerjai sang istri seperti yang pernah dilakukannya di warung makan saat mau pulang ke kota.

__ADS_1


Dengan sikap jahilnya, Regar berjalan mendekat hanya mengenakan celana kolor tanpa baju.


Henny masih diam ditempat, sedikitpun tidak berani berpindah. Regar semakin bersemangat untuk mengerjai istrinya sendiri.


Bagaimana tidak malu? selama tinggal di kampung, Henny tidak melihat suaminya seperti yang barusan dilihat. Justru, apa yang dilihatnya sekarang seakan menghipnotis kedua matanya.


"Untuk apa ditutupi? aku ini suamimu, bukan musuh mu."


Henny masih tidak berani membuka kedua telapak tangannya yang digunakan untuk menutupi wajahnya yang ayu.


Regar yang sedari tadi menunggu istrinya untuk membuka telapak tangannya, dengan terpaksa melepaskan tangan milik sang istri.


Pandangan yang jaraknya begitu sangat dekat diantara keduanya telah membuat Henny semakin ketakutan jika suaminya akan melakukan sesuatu yang bisa saja mengerjai dirinya.


Dengan lekat, Regar memperhatikan wajah ayu milik istrinya. Henny yang sedari tadi perhatikan oleh sang suami, benar-benar membuat pikirannya tidak karuan.


"Sudah sana mandi, aku mau istirahat." Ucap Regar membuyarkan lamunan istrinya.


Karena tidak ingin banyak drama diantara dirinya dan suami, Henny segera bergegas masuk ke kamar mandi. Regar tersenyum puas ketika istrinya berubah menjadi gugup.


Karena badan terasa pegal-pegal, Regar berbaring di tempat tidur untuk beristirahat. Sedangkan Henny sudah berada didalam kamar mandi.


Betapa terkejutnya ketika masuk ke kamar mandi setelah masuk ke rumah besar milik keluarga suaminya.


"Ini beneran kamar mandi? aku sedang tidak bermimpi, 'kan? kamar tidurku saja tidak sebagus kamar mandi. Mimpi apa aku semalam, bisa nyasar di rumah yang sangat bagus dan mewah serta megah." Gumam Henny yang masih mengamati isi didalamnya.


Henny celingukan untuk mencari tahu bagaimana cara mandinya, tentu saja dirinya masih sangat awam. Ditambah lagi dengan banyaknya tombol dihadapannya itu, semakin rumit untuk memilih yang mana harus di tekan tombolnya.

__ADS_1


"Ampun dah, ternyata masih ada rumus yang lebih memusingkan dari pada rumus matematika. Ya, ya tombol ini contohnya. Mana tulisannya bahasa apa ini, bahasa Inggris juga bukan." Gumam Henny yang merasa pusing hanya sekadar mau mandi, pikirnya.


Karena tidak ingin mengganggu suaminya yang tengah beristirahat, Henny bisa menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Tapi, jika dirinya tidak bertanya, yang pasti belum juga mandi. Mau tidak mau dan dengan terpaksa, Henny membangunkan suaminya yang tengah beristirahat. Tidak peduli jika suaminya akan murka sekalipun, yang terpenting tidak membuatnya salah.


Setelah itu, Henny kembali keluar untuk memanggilnya.


"Mas, Mas Regar, bangun." Panggil Henny berusaha untuk membangunkan suaminya.


Regar yang memang belum tidur dengan lelap, sekali dipanggil juga bakalan terbangun.


"Ada apa lagi?" tanya Regar dengan mata yang mengantuk.


"Aku tidak bisa membuka kran nya, tolong bantu aku ajarin." Jawab Henny dengan polos dan sedikit gugup dan menggigit bibir bawahnya.


Regar pun, ia langsung membuang napasnya dengan kasar dan segera masuk ke kamar mandi.


Sampai di kamar mandi, Regar menujukkan satu persatu dan cara menggunakannya.


Apa yang akan terjadi setelah ini.... hayooo... penasaran kan ya...


Oh ya, saya ada kabar baru nih... karena novel ini akan mendekati tamat, saya sudah update novel baru loh.


Penasaran? yuk kita intip ceritanya,


judul novelnya

__ADS_1


"PENUTUP NODA"


Terimakasih dan salam hangat dari saya, Anjana


__ADS_2