Kakak Ipar Pengganti

Kakak Ipar Pengganti
Tergoda


__ADS_3

Dengan fokus, Henny mendengarkan apa yang diucapkan oleh suaminya dan mengingat apa yang sudah diberitahukan.


"Sudah mengerti, 'kan? aku mau tidur, ngantuk." Tanya Regar sekaligus untuk beristirahat karena terasa capek.


Tidak hanya capek pada fisiknya, tetapi juga capek hatinya. Istri yang sesungguhnya kini bagaikan hadirnya lewat mimpi, tapi masih dapat diingatnya jika mimpinya itu nyata.


Henny tidak meresponnya, pikirannya masih dengan apa yang dikatakan suaminya tadi mengenai tata cara menggunakan air bersih dari yang dingin sampai ke yang panas.


Saat itu juga tanpa disengaja, Henny menyemburkan air ke arah suaminya yang hendak keluar. Naas, justru Regar basah kuyup oleh istrinya yang tanpa sengaja salah memencet tombolnya.


"Henny ...!" Teriak Regar dengan geram saat badannya semua basah kuyup akibat ulah dari istrinya yang tidak sengaja menekan tombolnya.


"Maaf, Mas. Aku benar-benar minta maaf, tadi beneran tidak sengaja." Ucap Henny yang langsung mematikan aliran listriknya.


Takut, jika suaminya kembali murka karena perbuatan yang tidak disengaja itu, Henny menggigit bibir bawahnya karena ada rasa takut.


Saat itu juga, Regar mendekati istrinya dengan tatapan yang terlihat tajam. Kemudian ia meraih sesuatu yang masih dipegang oleh istrinya.


Biar impas, Regar ingin melakukan apa yang sudah dilakukannya hingga badan dirinya basah kuyup.


"Mas Regar mau ngapain?" tanya Henny dengan detak jantungnya berdegup sangat kencang.


"Mau mandiin kamu, biar bersih itu badanmu." Jawab Regar yang entah kenapa pikiran kotornya travelling.


Saat itu juga, Regar melakukan apa yang sudah dilakukan istrinya, yakni membuat Henny basah kuyup seperti dirinya itu.


"Mas, jangan. Aku mohon jangan lakukan, nanti bajuku basah." Ucap Henny berusaha untuk menghentikan apa yang tengah dilakukan oleh suaminya.


Regar tidak peduli, ia terus membalasnya dengan hal yang serupa.


Naas, saat hendak meraih sesuatu yang ada di tangan suaminya, Henny jatuh dipelukan sang suami dengan keadaan sama-sama basah.

__ADS_1


Henny mendongak pada sang suami dalam posisi memeluknya. Keduanya saling menatap satu sama lain dengan keadaan sama-sama basah kuyup.


Detak jantung milik Henny dapat dirasakan oleh Regar, hingga tidak disadari oleh keduanya tengah merasakan kehangatan.


Henny yang tersadar, ia langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf Mas, bukan maksudku untuk lancang. Aku mohon Mas Danu keluar sebentar, aku ingin mandi." Ucap Henny sambil menunduk.


Tanpa menjawab, Regar langsung melepaskan sesuatu yang melekat pada tubuhnya tanpa ada rasa malu sedikitpun dengan istrinya.


Henny yang tidak ingin kedua matanya ternodai, ia langsung mengalihkan pandangannya ke lain tempat. Takut, akan ada sesuatu hal lain yang akan terjadi pada dirinya. Setelah itu, Regar langsung mengenakan handuknya dan keluar tanpa betkata apapun pada sang istri.


Henny merasa sangat lega, akhirnya tidak ada sesuatu yang terjadi didalam kamar mandi.


Karena tidak ingin berlama-lama dalam kamar mandi, buru-buru segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket itu. Tidak lama kemudian, Henny telah selesai mandinya.


"Ah sial, aku tidak membawa baju gantinya. Bagaimana ini? masa ya, aku harus mengganti pakaian di hadapan Mas Regar. Tidak, itu tidak mungkin terjadi. Itu sangat melakukan, nanti bisa-bisa aku disangka perempuan penggoda." Gerutu Henny merasa kesal pada diri sendiri karena kecerobohannya.


'Mam*pus, aku. Aku harus bagaimana ini? ah! kenapa bisa-bisanya aku ceroboh seperti ini? benar-benar sial aku ini.' Batin Henny dengan rasa takut, gugup, dan juga malu.


Ditambah lagi dengan keadaan dirinya yang hanya menggunakan handuk yang dililitkan. Tentu saja, bisa membuat otak laki-laki melanglang buana.


Tidak ada pilihan lain, Henny terpaksa mengambil baju gantinya dengan apa yang sedang dikenakan sekarang.


Pelan-pelan Henny berjalan menuju lemari pakaiannya. Dengan detak jantung yang serasa ingin copot, Henny berusaha untuk tetap tenang. Dirinya menganggap yang ada dihadapannya itu sesuatu yang sangat horor. Tetapi lebih horor yang sedang dihadapinya, pikir Henny sambil mengigit bibir bawahnya.


Sedangkan Regar yang tengah memainkan ponselnya, pikirannya masih tertuju pada mantan istrinya.


Sekilas, Regar mendapati istrinya yang hanya mengenakan handuk biasa, bukan handuk kimono sejenisnya. Tentu saja, terlihat jelas yang bisa menggoda pikiran kotornya.


Henny masih mencari pakaian yang pas dan cocok untuk dikenakannya, sedangkan Regar sendiri terus memperhatikan istrinya hingga tanpa sadar menelan ludahnya kasar.

__ADS_1


Regar juga lelaki normal, pastinya juga menginginkan hal lebih ketika disuguhkan dengan pemandangan yang dapat menaikkan gai*rahnya.


Mungkinkah karena harus kehilangan istri pertamanya itu, hingga akal sehatnya menjadi lupa siapa yang ada dihadapannya.


Bagaimana hatinya tidak terasa dongkol, wanita yang sudah menjalani hubungan cukup lama dengannya, dan kini harus menjadi milik kakak kandungnya sendiri. Benar-benar sangat menyakitkan, pikir Regar dengan rasa cemburu dan sakit hatinya.


Bahkan, malam pertama saja belum ia lakukan, justru sang kakak lah yang sudah memenangkannya. Api cemburu dan kemarahan menjadi satu di benaknya, secepat mungkin untuk menepis pikiran agar tidak ada yang menjadi pelampiasannya. Meski Regar sendiri pun tahu, jika mantan istrinya itu adalah gadis kecil milik kakaknya. Tetap saja, rasa cemburu itupun ada.


Regar yang mulai dikuasai naf*sunya, Regar langsung meletakkan ponselnya dan bangkit dari posisinya.


Karena sesuatu yang sulit untuk dikendalikan dan sudah menggebu, Regar tidak peduli siapa yang ada dihadapannya itu. Yang terpenting has*ratnya terpenuhi.


Regar yang juga hanya mengenakan handuk saja dan tanpa ada helaian benang lainnya yang menempel di tubuhnya, tentu saja akan. membuat sensa*sinya mejadi lebih memburu.


Regar yang sudah tidak sabar menahan sesuatunya, ia langsung memegangi kedua pundak istrinya dan memutar balikkan badan hingga kedua saling berhadapan satu sama lain.


"Em ... Mas Regar, mau ngapain?" tanya Henny dengan terbata-bata dan juga semakin gugup dibuatnya.


Tidak hanya gugup saja, Henny sendiri merasa takut dan masih teringat dengan tatapan tajam di kamar mandi.


Tanpa pikir panjang, Regar langsung menc*ium bibir istrinya itu dengan lembut. Seketika, Henny terkejut saat suaminya berani menciumnya.


Ingin memberontak pun, Henny tidak mungkin untuk melakukannya. Disamping itu, Henny sangat menginginkannya. Tapi, disatu sisi dirinya takut jika hanya dijadikan pelampiasan saja, pikirnya.


Regar yang tidak kuasa untuk menahan sesuatu yang sudah terasa hingga sampai ke ubun-ubun, Regar langsung menjatuhkan tubuh istrinya diatas tempat tidur.


"Layani aku, sebagai kewajiban mu menjadi seorang istri." Ucap Regar sebelum melakukan hal lebih pada istrinya.


Nanti dilanjut lagi ya... jangan panas jangan tegang. Semua akan berakhir dengan indah...


"Senyum"

__ADS_1


__ADS_2