Kakak Ipar Pengganti

Kakak Ipar Pengganti
Salah sangka


__ADS_3

Saat menikmati makan siangnya, tiba-tiba Nanney merasakan mual pada perutnya. Karena tidak ingin mengganggu yang lain, Nanney menahan perutnya yang terasa tidak karuan itu.


Regar yang kebetulan tempat duduknya berhadapan dengan Nanney, tentu saja dapat memperhatikannya dan mengamati gerak-geriknya sambil mengunyah makanan tanpa sepengetahuan yang lain, termasuk istrinya sendiri.


"Minumlah air hangat ini, sepertinya kamu terasa mual. Jika kamu tidak tahan, kamu bisa pergi ke kamar mandi." Ucap Regar sambil menyodorkan minumannya.


Saat itu juga, Gane langsung menoleh pada istrinya. Begitu juga yang lainnya, pandangannya tertuju pada Regar yang tengah memberi perhatian pada istri kakaknya.


"Kamu kenapa? perutmu mual? aku antar kamu ke kamar mandi, ayo."


"Ya, perutku terasa mual. Tapi aku tidak ingin muntah. Takut, badan aku menjadi lemas. Pesankan saja jus jeruk, sepertinya akan terasa mendingan." Jawab Nanney memilih untuk meminta jus jeruk pada istrinya.


Saat itu juga, Regar langsung bangkit dari posisinya dan pergi untuk memesan jeruk.


"Tunggu sebentar, aku pesankan minuman jeruknya." Ucap Gane dan segera pergi untuk memesankan jus jeruk untuk istrinya.


Entah ada angin apa, tiba-tiba Regar memberi perhatian pada mantan istrinya. Nenek Aruma maupun Henny dan yang lainnya termasuk Ciko dan Doin merasa bingung melihat sikap Regar yang seperti memberi api cemburu pada Henny dan Gane.

__ADS_1


Gane sendiri tidak peduli dengan apa yang dilakukan adiknya, dirinya tetap memesan jus jeruknya.


Saat Gane tengah memesan jus jeruk, Regar sudah mendapatkannya dan segera kembali ke tempat duduknya.


Merasa geram dan kesal bercampur dengan cemburu, Gane berusaha untuk menahan emosinya. Entah apa maksud dari Regar, sampai-sampai dirinya tiba-tiba memberi perhatian pada Nanney.


Sampainya di tempat duduknya, Regar masih memegangi gelas dengan posisi yang masih berdiri.


Semua yang tengah duduk hanya bisa diam, membuka suara saja tidak ada yang berani.


Henny yang merasa suaminya masih berdiri dengan membawa satu gelas jus jeruk, tiba-tiba dengan lahapnya menikmati makan siangnya hingga tanpa sadar sudah habis duluan.


"Pelan-pelan kalau makan, nyawa kamu itu satu. Ini, minumlah jus jeruknya." Ucap Regar sambil menyodorkannya pada sang istri.


Henny menatapnya seperti tidak percaya. Ada rasa malu itu sudah pasti, mana sudah menghabiskan makannya juga. Tentu saja, Henny benar-benar merasa sangat malu saat melihat satu persatu diantara yang ikut makan bersama, termasuk pada Nanney kakaknya sendiri.


Semua yang melihatnya pun, menahan tawanya masing-masing saat Henny menunjukkan sikap cemburunya karena disangka telah memberi perhatian pada kakaknya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa kamu menatap ku begitu? hem, di lap itu mulutnya." Tanya Regar dan memberikan tissue pada istrinya.


Dengan malu-malu Henny menerimanya karena perbuatan konyolnya yang begitu lahap menikmati makan siangnya, sedangkan yang lainnya masih ada separoh nya lagi.


Setelah mendapatkan jus jeruk yang diminta oleh istrinya, Gane kembali ke tempat duduknya dan memberikannya pada sang istri.


"Sayang, ini jus jeruknya."


Nanney tersenyum dan menerimanya.


Saat mau duduk, Gane memperhatikan satu persatu seperti ada sesuatu yang tidak ia ketahui.


"Kalian semua kenapa jadi mendadak pada aneh begini? apakah istriku muntah di sini?" tanya Gane merasa aneh, padahal yang lainnya tengah menahan tawanya hingga terlihat aneh.


"Tidak ada apa-apa, ayo kita lanjutkan lagi makan siangnya." Jawab Regar mewakili.


Pandangan Gane tiba-tiba tertuju pada sebuah gelas yang berisi jus jeruk yang rupanya berada di hadapan adik iparnya.

__ADS_1


Yang awalnya merasa geram, tiba-tiba Gane merasa lega jika sang adik tidak memberikannya pada sang istri.


__ADS_2