MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)

MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)
Kekuatan tersembunyi


__ADS_3

" Iya Pak saya dengar." Jawabku seraya menunduk kan kepala.


Pak edra menarik ku dan mengajak ku duduk dipojok ruangan.


"Bagaimana menurut kamu?"


"Saya ngga tahu Pak, Saya pun bingung harus jawab apa."


"By... Demi Diana yang sudah kamu anggap Kakak mu sendiri, Maukah kamu menikah dengan saya?" Tanya Pak edra dengan penuh keseriusan.


"Saya memang ingin menikah Pak, tapi tidak dengan cara seperti ini, saya takut jika nanti saya akan dicap sebagai oorang ketiga yang merusak rumah tangga Bapak dan Kak diana."


"By, Rumah tangga kamu tak akan rusak hanya karna kehadiran kamu. Kamu tahu seberapa besar cinta saya pada Diana, dan selama kamu menjadi istri saya, maka kamu akan ada dalam perlindungan saya. Tidak akan ada yang bisa mengusik kamu terutama mama dan yang lain nya."


"Iya Pak, itu persis yang dikatakan oleh Kak diana pada saya tadi."


"Ya... Seperti itu lah. jadi bagaimana?"


"Beri saya waktu sebentar saja untuk memikirkan nya, terlebih lagi saya harus menanyakan pada Ibu dan Bapak dikampung." Jawabku.


"Kirim  alamat mereka, biar besok supir saya akan menjemput mereka dikampung. Ibu dan Bapak langsung yang akan menikahkan kita dihadapan penhulu terutama Diana."


Aku terperanga mendengar nya, ternyata Pak edra adalah benar-benar orang yang bijaksana, dan memikirkan semuanya dengan matang.


Aku hanya mengangguk dan menuruti semua instruksi nya.


"Baiklah... Sekarang kita persiapkan semua nya untuk kepulangan Diana, kita beritahu kabar bahagia ini."


Kami pun berjalan beriringan untuk menemui Kak diana diruangan nya. Aku dengan perasaan yang kacau hanya memilih diam dan tak berkata apa-apa.


"Dee, sudah ngajak pulang sayang?" Tanya Pak edra.


"Iya mas, udah ngga betah disini." jawab kak diana.


"Ehmmm... Dee, Aku mau bicara sebentar boleh?"

__ADS_1


"Iya mas, mau bicara apa? ngomong aja."


"Kamu begitu menginginkan aku menikah dengan Rubby?"


"Jangan ditanya lagi Mas, itu keinginan terbesarku sekarang, tapi kalau kalian tidak mau ya ngga papa udah nasibku."


"Ehmmm, Aku dan Rubby akan menuruti nya, kami akan menikah sesuai permintaanmu." UCap Pak edra.


Ku lihat rona diwajah Kak diana langsung berubah ceria, senyumnya mengembang menambah keceriaan dan cantik wajahnya.


"Benarkah Mas, By beneran kan? Kalian ngga bohong?" Tanya Kak diana.


"I... Iya kak, Pak edra ngga bohong, Kami akan menikah sesuai permintaan kakak." Jawabku.


"Ya allah akhirnya. Baiklah, ayo kita sekarang pulang saya mau enyiapkan semua keperluan untuk pernikahan kalian." Ucapnya dengan begitu semangat.


"Dee, sabar sayang... Biar bagaimanapun Rubby masih punya orang tua yang lengkap jadi kita harus minta persetujuan mereka dulu ya sayang." Bujuk Pak edra.


"Mas, kalau nunggu By pulang kampung kelamaan. Ntar Mama malah keduluan berbuat sesuatu yang enga-engga lagi."


"Dee, aku tahu itu makanya aku suruh Danang menjemput Orang tua Rubby dikampungnya, jadi mereka yang akan kemari besok."


Tiba dirumah semua menyambut kami dengan gembira, kecuali Nyonya Mirna yang datang bersama Maya. Wanita yang dijodohkan nya dengan Pak edra.


"Hadeeeh, Bukan nya sembuh malah tambah sering bolak balik rumah sakit kamu Dee, ngga capek apa?" Ucap Bu mirna.


Kak Diana berusaha setenang mungkin tak menghirau kan kata-kata pedas mertuanya itu.


"Ma, darimana Ma? Tumben jengukin yamg baru balik dari Rumah Sakit?"


"Mama bukan mau jengukin kamu, Mama cuma mau ketemu Edra. Mana dia?"


"Iya Ma, kenapa cari Edra?" Sahut Pak Edra dari kamar.


"Eh sayang, ini Mama mau kenalin kamu sama Maya, Masih inget kan sam Maya? Dulu waktu kecil kalian suka main bareng. Dia ini calon istri yang pas buat kamu."  Ucap Bu murn dengan menyodorkan Maya.

__ADS_1


"Hay mas, lama ngga ketemu, masih kenal sama Maya kan?" Tanya maya dengan memberikan tangannya.


"Iya ingat, makin cantik aja kamu May." Balas Pak edra.


"Ma sjuga makin ganteng, makin dewasa pokonya sempurna sesuai dengan tipe lalaki idaman aku." Rayu maya.


"Maaf may, aku sudah punya istri." Cetus Pak edra.


Aku berjalan menghampiri kak diana dan mulai memberi nya obat oral sesuai jadwal dari dokter.


"Istri penyakitan gitu Dra, mau apa-apa aja dilayanin sama perawat pribadi, gimana mau ngerawat kamu. Ngerawat aja ngga bisa, apalagi mau ngasi anak Dra." Ucap Bu mirna dengan judesnya.


"Ma... Lantas apa mau Mama?"  Tanya Pak edra lagi.


"Mama mau kamu nikah lagi. Biarin lah kalau Diana ngga mau dicerai juga, yang penting kamu nikah lagi terus dapat momongan." 


"Tenang ma, mas edra emang mau nikah lagi kok. Dee sendiri yang pilihin calon." sahut Kak diana dengan senangnya.


"Apa, siapa? Mama ngga mau kalau orang asing ya, harus jelas Bibit, Bebet dan Bobotny."


"Ma, edra akan enikah dengan Rubby." Tambah Pak edra.


Perkataan nya sontak membuat tubuhku gemetar, jantungku berdegup kencang tak beraturan.


"Pak edra sudah semantap itu mengatakan nya, namun hati ku masih ragu hingga sekarang." Batinku.


"APA??? Ngga mungkin. kenapa harus Dia dra?"


"karna Diana yang memintanya Ma, Mama pengen edra nikah  lagi kan, yaudah edra nurut."


"Tapi ngga sama Dia, Dra... Kamu, Kamu perawat ngga tahu diri, udah saya bilang jangan rayu anak saya tapi kamu masih nekat! Saya hajar kamu."


Bu Mirna langsung menhampiriku dan seolah ingin menghajarku, namun ditangkis Kak diana.


"Ma, jangan pernah Mama sentuh dia. Kalau Mama nekat Diana yang akan turun tangan langsung." Ucapnya.

__ADS_1


Mataku terbelalak melihat Kak diana saat itu, begitu juga dengan Pak edra yang terkejut saat istrinya bisa sekuat itu.


"Awas kamu Dee, sudah berani kamu melawan saya." Ancam  Nyonya mirna lalu pergi menggandeng Maya.


__ADS_2