MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)

MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)
Bermanja sebentar saja


__ADS_3

"Edra... Perkenalkan, ini semua paman-paman nya Rubby." ucap Pak Anton.


Edra menyalami mereka satu persatu dengan ramah, begitupun sebaliknya. Mereka cepat menjadi akrab dan berbincang-bincang mengikuti alur pembicara'an.


"Nak edra, dikota kerja dimana?" tanya salah seorang paman Rubby.


"Edra ngga kerja... Edra punya perusaha'an, malah perusaha'an nya udah bercabang dimana-mana. Disini yang belum ada sepertinya," balas paman Rubby yang lain, bernama Dodi.


"Wah... Om Dodi tahu benar rupanya. Iya, Saya punya perusaha'an. Tapi, itu perusaha'an milik Almarhum Papa saya, saya tinggal meneruskan saja."


Jawab edra.


"Nah... Iya Kan. Nyatanya si Halim dikasi mobil, Mas Anton juga, tapi mangkrak karna ngga bisa make nya. Hahahaha!" balas Om dodi lagi.


"Coba aja buka cabang disini Dra'. Disini banyak pemuda nganggur, mau cari kerja dikota jauh, perlu modal banyak. Iya kalau langsung dapet, lah kalau harus lama menunggu 'kan modal lagi." balas Om Bimo.


Om Bimo adalah seorang mandor yang biasa kekota mengurusi proyek. Selama ini, Ia sering membantu merekrtu anak muda disana untuk bekerja dikota. Tapi, semakin lama lapangan kerja pun semakin berkurang, dan semakin banyak pengangguran.


"Wah... Ide yang lumayan bagus Om. Tapi, apakah disini ada tempat strategis yang bisa dibuat sebuah hotel atau penginapan? Karna sebenarnya, Edra sedang ingin membuka sebuah hotel sekarang."


"Begini Dra... Om itu punya tanah, didekat danau, lumayan sebenarnya Lima hektar. Nah nanti kita rundingkan lagi lah, tentang bagaimana prospeknya."


Perbincangan mereka menjurus ke jenjang yang semakin serius. Hingga Rubby harus bangun untuk menegur mereka."Mas... Tidur dulu, ngga capek apa? "


"Iya By... By kenapa bangun? Kalau ada apa-apa kan bisa panggil," balas Edra.


"Wajarlah Dra... Istri kalau lagi hamil memang begitu. Bawa'anya sensi, manja, ngga bisa ditebak maunya apa. Om aja sampai pusing ngurusin tante mu dulu. Tiap malem ada aja ngidam nya. Mana ribet," ujar Om Dodi.


Rubby kembali masuk ke kamar, dan membaringkan tubuhnya kembali.


"Rubby... Kenapa ngga gitu ya Om. Kayaknya biasa aja, ngga banyak pengen. Edra hanya takut, jika Rubby menahan rasa pengen itu, mempunyai pemikiran ngga mau merepotkan kami."


"Edra harus bisa memahami makna tersirat dari prilaku Rubby. Rubby memang seperti itu, lebih banyak mengesampingkan keinginan nya sendiri, dan mementingkan urusan orang lain Dra. Terlebih lagi, kami semua tahu, kondisi kalian disana." ujar Om Bimo, dengan menyulut rokoknya.


" Kalian sudah tahy kondisi kami? "

__ADS_1


" Iya Dra... Diantara kami, tak pernah ada rahasia. Lagian itu bukan aib, Pria boleh mempunyai istri lebih dari Satu, tapu kamu mencintai By 'kan? " tanya Om Dodi.


"Iya... Hati saya milik mereka berdua sekarang."


"Bagus... Kami mendukung kalian dari belakang, kalau ada apa-apa, hubungi kami disini."


"Baik Om... Saya ke Rubby dulu ya, nanti ngambek dia." ujar Edra, dengan berdiri meninggalkan para saudaranya dan menghampiri Rubby.


Pov Edra.


"By kenapa?"


"Ngga papa...." jawab nya datar.


"By kenapa... Mas ngga akan tanya Tiga kali,"


"By capek.... Perut By keram, kenceng banget rasanya."


"Ya kalau gitu kan bisa bilang langsung, By. By tahu, Mas bukan orang yang peka sama perasa'an By. Yang Mas paham hanya Kak dee."


"By... Kita tahu hubungan kita diawal gimana. Kita bahkan ngga sempat saling mengenal sebelumnya, Mas hanya tahu karna By itu perawat Kakak. Tapi, By jangan begini. By itu istri Mas, kita harus saling mengingat kan."


Rubby terlihat meneteskan air matanya, dan wajahnya memerah karna sempat menahan tangis.


"By boleh menahan keinginan By karna menghargai perasa'an Kak dee atau pun Mas. Tapi By harus ingat, menahan perasaan terlalu dalam itu ngga baik buat psikologis By, terutama Bayi kita. Katakan apa yang By ingin kan, katakan apa yang By rasakan. Biar kita sama-sama tahu dan sama-sama mencari solusinya. Kak dee juga bukan orang yang pencemburu, apalagi sama By. "


" Iya... By tahu, "


" Bagus kalau By tahu... Mulai sekarang, jangan pernah pendam apapun dari Mas dan Kakak, apapun itu. Kita bertiga yang memutuskan untuk menjalani hubungan seperti ini, jadi kita bertiga juga yang harus bisa menjadi pengontrol perasa'an kita masing-masing."


Aku meraih Baby oil yang ada dimeja. Ku buka perut Rubby, dan ku oleskan minyak itu diperutnya secara perlahan.


"Waaaah... Sudah mulai aktif gerakan nya By." ujarku, tatkala merasakan sebuah tendangan bayi dari perut By. Begitu terasa ditangan ku saat itu.


Ku cium perutnya yang penuh baby oil itu, dan ku bisik kan sesutu padanya. "Nak... Maafin Papa ya. Papa belum bisa memberi perhatian penuh sama kamu. Jagan Mama mu baik-baik, jangan nakal, jangan buat Mama sakit. Terimakasih, sudah menjadi pelengkap hidup kami. Papa, Mama dan Bunda senantiasa menunggu kelahiran mu sayang."

__ADS_1


Mendengar perkata'an ku, sang jabang Bayi pun bergerak semakin aktif, dan menendang tepat di bibirku.


"Ya.... Belum apa-apa bibir Papa nya udah ditendangin," ucapku dengan tertawa terbahak-bahak setelahnya.


Rubby hanya terlihat tersenyum begitu bahagia dengan kelakuan ku sa'at itu. Mungkin itu lah hal yang diingin kan Rubby selama ini, yang tak pernah Ia katakan padaku, dan lebih memilih menyimpan keinginan itu.


"By lapar ngga?"


"Engga Mas... By cuma ngantuk, capek, pengen tidur aja."


"Besok acaranya apa disini?"


"Ngga ada sih... Tapi biasanya, sore itu  banyak tamu undangan dateng, orang deket sini, sama kampung sebelah. Terus malamnya acara bapak-bapak, besoknya baru resepsi."


"Bang Halim dirumah mempelai wanita?"


"Iya... Kemarin akad disana. By ngga boleg dateng sama Ibu, karna kondisi kita. Lagian Mas sibuk kemarin,"


"Baik lah... Mas bersyukur punya mereka semua yang begitu mengerti sama kita. By kasih apa buat Kado Abang?"


"Kasi amplop ajalah... Malah berguna nanti, bisa buat modal juga."


"Oke.... Nanti Mas kasi sendiri ngga papa ya. By sekarang tidur, tidur yang nyenyak. Perutnya udah enakan 'kan?"


"Udah... Mas mau kemana?"


"Mau lanjut ngobrol, boleh ngga? Baru kali ini 'kan Mas ketemu sama mereka,"


"Iya... Ngga papa, By tidur ya. Mas jangan lama-lama, inget Mas capek. Telpon Kakak juga, ngomong kalau kita udah sampai."


"Iya sayang... Yaudah, Mas keluar dulu,"


Rubby hanya mengangguk, dan kembali tidur. Ia terlihat begitu lelah, wajar saja jika Ia hanya ingin berbaring seharian ini.


Aku meninggalkan nya, dan kembali berbincang dengan yang lain. Membicarakan semua hal yang asyik untuk dibicarakan.

__ADS_1


Aku merasa benar-benar mempunyai sanak saudara disini. Aku benar-benar merasa nyaman. Aku bisa menjadi diriku sendiri sa'at bersama mereka, meskipun baru pertama kami bertemu.


__ADS_2