MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)

MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)
Mengambil Rubby


__ADS_3

Pov Rubby.


Hari berganti malam. Ku lihat semua persiapan sudah beres, dan tinggal menunggu para tamu Mama berdatangan.


"By... Kamu sudah siap?" tanya Mama menghampiriku.


"Udah Ma..." jawab ku.


Mama terlihat tak suka melihat penampilanku, dengan busana yang kukenakan saat itu.


"Astaga, By... Kenapa. Seperti ini? Pakaian bertumpuk-tumpuk. Belum lagi kerudungmu, ngga banget ini. Ganti cepetan!" ucap nya padaku.


"Tapi Ma... By nyaman seperti ini, baju yang Mama kasih itu terlalu pendek buat By, makanya By lapis. Yang penting gaun dari Mama masih terpakai 'kan Ma?"


"By... Ini bener-bener ngga macht banget By... Badan mu mungil, makanya Mama pilihin gaun itu. Semakin cantik kamu,"


"Ma... By ngga bisa......"


"By... Patuh....! Jangan buat malu Mama dihadapan para teman sosialita Mama. Sebentar lagi mereka datang, persiapkan diri kamu."


Dengan langkah malas, aku menuruti perminta'an Mama mirna, dan segera mengganti kembali pakaian ku dikamar.


"Oke By... Malam ini saja, demi kehormatan Mama." gumam ku.


Aku merubah riasanku kembali, dan menghampiri Mama yang sudah berada dikerumunan tamu pesta itu.


"Nah... Ini bintang kita malam ini." Sambut Mama padaku.


Aku membalasnya dengan senyum, dan menyapa mereka semua, meskipun sebenarnya kurang nyaman dengan diriku saat itu.


"Ya ampun jeng... Ini mantu mu cantik banget, Kalah Diana. Eh iya... Mana dia, ngga dateng?" tanya dalah seorang tamu Mama.


"Ngga saya undang dia... Nanti malah ngerepotin kalau penyakitnya kumat disini. Fokus ke Rubby aja, dia yang jadi bintang malam ini. Jangan bahas produk gagal itu." ujar Mama dengan lantang.


Hatiku sakit, kesal, dan marah. Namun, harus tetap menjaga hati ku saat itu."Sabar By... Ini acara Mama. Kamu harus hormat, bersyukur Mama mertuamu buatin pesta begini,"


Malam semakin larut, tubuh ku semakin lelah, namun mereka justru semakin ramai.


Bukan aku tak bersyukur, karna mereka telah memberikan banyak kado mewah untuk kado kehamilan ku. Tapi, kaki ku sakit karna high heels yang ku kenakan. Terutama, gaun lengan pendek ku, Aku kedinginan.


"Ma... Acara masih lama? By capek," keluhku padanya.


"By... Ini baru masuk acara inti, baru jam segini juga."

__ADS_1


"By ganti sendal sama baju, ya Ma... Ngga nyaman,"


"Ngga boleh... Ini acaramu, kamu harus terlihat sempurna disini." tegur Mama padaku.


"Mas... Kok jam segini belum pulang, tolongin By. Mas kemana sih?" gumam ku, setengah tertekan.


Pov Author.


Sementara Rubby yang sudah tidak nyaman dirumah Mama mirna, Diana pun gelisah dirumahnya.


Ia mencoba menghubungi nomor Rubby, namun hp Rubby Ia tinggal kan dikamar. Lalu, Ia mencoba menghubungi Aledra berulang kali, hingga Aledra menjawabnya.


"Hallo Dee..."


"Mas... Kamu dimana? Kenapa daritadi nelpon ngga dijawab. Kamu tahu, Rubby dirumah Mama diapain?" omel Diana.


"Rubby kenapa? Mas lagi dihotel, ada rapat. Dee tahu sendiri rapatnya sudah tertunda berhari-hari." jelas Edra.


"Mama disana lagi buatin By baby shower, Mas ngga tahu?"


"Lah... Mas ngga tahu, By sama Mama juga ngga kasih tahu Mas. Terus gimana sekarang? Mas belum bisa pulang,"


"Dee ngga tahu, Dee gelisah sekarang. Benar-benar gelisah," ujar Diana.


"Dee... Percayalah, Mama ngga akan ngapa-ngapain Rubby. Tapi, kontak batin kalian benar-benar kuat. Jangan jangan, memang terjadi sesuatu pada Rubby,"


"Dee... Bagaimana bisa, ini klien dsri Luar negri, janjian udah dari seminggu baru ketemu sekarang," jawab edra.


"Aku Capek sama Kamu Mas....!" bentak Diana, lalu mematikan telpon nya.


*


*


*


Rubby perlahan melangkahkan kaki kekamarnya, meninggalkan keramaian itu. Dikamar, berulang kali Ia memijat kaki dan merenggangkan punggungnya.


"Capek, ngantuk, keram... Ya Allah, ini pesta orang kaya kok begini ya. Mana abis dari kampung belum ilang capek nya. Semoga aja, Mama ngga sadar kalau Aku kabur dari sana." gumam ku, dengan membaringkan tubuh sebentar, ditempat tidur.


Ia memegangi perutnya yang semakin keram, dan tanpa sadar meneteskan air mata.


*

__ADS_1


*


*


Diana gusar, marah, dan semakin gelisah. Ia meraih kunci mobilnya, lalu memacu nya dengan kecepatan tinggi.


"Setelah lebih dari Lima tahun, Aku tak menginjak kan kaki kesana. Sekarang demi Rubby, Aku harus kembali menatap dan memasuki rumah itu." gumam nya sepanjang perjalanan.


Lima belas menit kemudian, Ia sampau dirumah Mama mirna. Parkiran mobil penuh, hingga Diana harus parkir dihalaman luar.


Sementara waktu, Diana menatap tajam kearah rumah mertuanya itu. Bulir-bulir air mata mulai menetes, tapi dengan cepat Ia hapus kembali.


Perlahan Ia turun, dan menjaga langkah nya, agar tak gemetar. Langkah demi langkah lamban memasuki rumah itu.


Ia berdiri diam ditengah kerumunan. Mama mirna menatapnya, lalu menghampirinya.


"Kamu tidak diundang kesini," ucap Mama mirna.


"Tidak perlu undangan untuk saya kemari. Mana Rubby,?" tanya ku dengan terus mencarinya ditengah kerumunan.


"Kenapa? Rubby bahagia disini. Dia senang dalam pesta ini," ujar Mama mirna.


"Mana Rubby? Kalau dia bahagia, Dia pasti ada ditengah-tengah kalian."


Rubby mendengar keribuatan itu dari dalam kamar, lalu bangun dan berlari menghampiri Diana diluar.


"Kakak...." teriaknya pelan.


"By... Kamu ngga papa? Kamu capek?" tanya Diana, dengan memeluk Rubby.


"Capek... Perut By keram lagi," jawab Rubby.


"Kita pulang... Nanti Mas nyusul pulang kerumah." rangkul Diana pada Rubby. Dan mereka berdua berjalan menuju pintu keluar rumah.


"Diana! Kamu sudah merusak acara Mama... Kembalikan Rubby kemari, atau?....."


"Atau apa? Mama mau apa sekarang?" ujar Diana tanpa membalik tubuhnya.


Mama mirna memegangi dada nya yang mulai sakit, dan nyaris tersungkur dilantai.


Diana menghampirinya dengan perlahan, dan berjongkok dihadapanya.


"Kenapa Ma? Sakit....?"

__ADS_1


"Kamu keterlaluan... Kamu jahat sama Mama. Kamu menyakiti hati Mama. Nafas Mama sesak." ujarnya.


"Ma... Mama ingat 'kan, jika Mama itu ngga boleh sakit. Nanti kalau Mama sakit, terus dibawa kerumah sakit, ketahuan, kalau ginjal Mama masih lengkap. Dan bagaimana reaksi Mas edra jika mengetahui semua itu?" tanya Diana. Lalu berdiri dan kembali menggandeng Rubby pergi dari rumah itu.


__ADS_2