MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)

MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)
Bertemu keluarga baru


__ADS_3

Pov Author.


Rubby istirahat sebentar di Camp, hingga saat nya tiba dan Ia diantar ke tempat kerja baru nya. Ia membayang kan bagaimana pekerjaan nya disana, bagaimana calon Bos baru nya, dan seberapa besar rumah dari Bosnya nanti.


"Katanya Beliau itu salah satu orang terkaya dikota ini... Orang terkaya dikota ku saja, rumah nya sebesar itu, apalagi dengan disini. Lalu, bagaimana disana nanti ya. " Gumam nya.


Hari sudah menunjuk kan pukul Empat sore, aku melaksanakan shalat Ashar. dan setelah itu, aku dipanggil untuk bersiap pergi.


"Rubby... Ayo segera berangkat, Tuan Aledra sudah menunggu mu dirumah. "


"Baik Bu, saya ambil tas dulu." Ucap ku.


Sementara dirumah Tuan Aledra.


"Mas... Perawat ku akan datang hari ini, benarkah? " Tanya Diana.


"Iya sayang... Sebentar lagi Dia datang. Kita tunggu aja ya. " Ucap Edra.


"Perempuan kan?"


"Ya iyalah sayang, kan aku cari buat ngerawat kamu. Masa aku cari yang cowok. "


"Hehe... Iya mas, aku cuma gurau. " Ucap Diana seraya tertawa kecil.


Mereka saling melempar canda'an untuk beberapa lama. Hingga akhir nya  terdengar suara mobil berhenti dan memasuki halaman rumah.


"Nah itu sudah datang. " Ujar Diana lagi dengan penuh semangat.


"Yaudah duduk di ruang tamu yuk, sekalian kita sambut. " Ajak Edra.


"Asslamu'alaikum." Ucap mas Toni , yang tidak lain adalah supir yayasan.


"Wa" Alaikum salam. " Jawab Edra dan Diana bersamaan.


"Maaf Tuan... Saya dari Yayasan penyalur perawat, datang untuk mengirim kan perawat yang Anda minta. " Ucap Toni.


"Oh iya, kami sudah menunggunya daritadi. Ayo silahkan masuk. " Ajak Diana.


Mas Toni mengajak Rubby untuk masuk kerumah Tuan Edra, Ia terkejut bukan main saat melihat rumah mewah tersebut.


"Ya ampun... Ini rumah apa istana? Bahkan lebih besar berkali-kali lipat dari rumah juragan Badrun, orang terkaya dikampungku, " Gumam Rubby.


"Rubby... Ayo perkenalkan, ini calon majikan mu. " Ucap Toni.


"Oh iya, perkenalkan Tuan, Nyonya, saya Rubby... " Ujar Rubby dengan memberikan kedua tangan nya.


"Saya Diana, dan ini suami Saya Aledra. " Ujar Diana sembari menyenggol Aledra yang sibuk dengan Gawai nya.

__ADS_1


"Iya saya.... Loh kamu bukan nya yang tadi pagi? " Ucap aledra.


"Wah... Iya Pak. Saya yang tadi pagi Bapak tolong dari perampok, maaf saya lupa bilang terimakasih. " Ujar Rubby.


"Oh iya , it's oke. Jadi kamu yang akan menjadi perawat istri saya? " Tanya nya lagi.


"Iya Pak.. Eh Tuan."


"Yaudah panggil saya senyaman kamu aja, mau Pak, mau Tuan ngga papa. "


"Mas udaj kenal Dia? " Tanya Diana.


"Yang kita tolongin tadi pagi itu. " Jawab Edra.


"Oh cewek itu... Wah ternyata dunia sempit juga ya." Ucap Diana pada Rubby.


"Oke Mas Toni... Saya merasa cocok sama Rubby, terlebih lagi setelah melihat CV nya. " Ucap Diana.


"Baik Nyonya, ini surat kontraknya, Rubby sudah tanda tangan. Tinggal Tuan dan Nyonya lagi " Ucap Toni sambil. Memberikan sebuah map.


Aledra dan Diana tanpa ragu menanda tangani surat perjanjian itu. Dan langsung menyimpan salinan nya.


"Oke By, selamat bekerja. Kamu sudah dokontrak lima tahun, mau tidak mau harus betah disini." Pesan Toni.


"Iya Mas... Makasih ya udah nganter sampai kesini." Ucap Rubby.


"Rubby... Mari saya antar ke kamar kamu," Ajak Diana.


"Panggil By aja Bu, lebih akrab. "Balas nya.


" Oke, lebih singkat dan mudah dipanggil. Mari ikuti saya. " Ajak Diana lagi.


Rubby mengikuti nya dari belakang dengan sesekali berdecak kagum pada Rumah majikan nya itu.


"Nah By... Ini kamar kamu,. Sengaja saya pilih didekat kamar saya agar bisa cepat datang saat dipanggil. Kamu sudah faham kan tentang penyakit saya? "


"Iya Bu... Leukimia stadium Dua."


"Oke, bagus jika kamu faham By, saya sudah menjalani kemo selama dua tahun ini, dan bolak balik dirawat karna kondisi yang sering drop. Bahkan, entah sudah berapa kali saya harus transfusi darah. Demi bertahan hidup By. "


"Tapi yang saya lihat, Ibu seperti baik-baik saja, ceria dan tanpa beban. "


"Iya... Semua demi suami saya, semua rasa saya sembunyi kan, agar Dia tidak sedih. Saya harus kuat didepan Dia. " Ujarnya dengan mata berkaca-kaca.


"Ah... Kok saya malah jadi curhat ya By. " Ucapnya lagi.


"Gga papa Bu, lagian kan saya juga akan merawat Ibu nantinya. Jadi, semua tentang Ibu, saya harus tahu. "

__ADS_1


Pov Diana.


Setelah mengobrol panjang lebar, tiba saat nya aku mencari tahu tentang Rubby. Bagaimana seorang gadis sepertinya bisa nekat merantau ke kota sendirian.


"Saya hanya ingin mencari ketenangan Bu, saya ingin melupakan masa lalu saya yang indah. "


"Loh... Masa lalu indah kok malah dilupakan?" Ucapku heran.


"Ngga papa Bu... Justru karna terlalu indah, maka saya harus melupakan nya, agar tak terjebak dalam kenangan itu. ".


" Oke... Sepertinya kamu belum siap cerita. Sekarang kamu istirahat ya, nanti kita makan bersama. " Ucapku padanya


"Baik Bu, terimakasih. " Jawab Rubby.


Aku meninggal kan nya yang mulai beberes kamar. Dan kembali menemui Mas Edra dikamar.


"Udah ngbrolnya?" Tanya suami ku itu.


"Udah Mas... Tapi, dia masih sungkan. Mungkin karna memang baru kenal sih. Tapi ngga papa la, lama-lama juga akrab sendiri. " Jawabku.


"Oke, kamu istirahat dulu sana. Udah itu nanti tinggal makan sama minum obat. Aku mau lanjutin rapat online nya." Ucap Mas Edra dan langsung pergi menuju ruang kerjanya.


Aku merebahkan diri ditempat tidurku, melelapkan mata ku sejenak. Saat mulai terlelap, ku rasakan aku seperti sedang pilek, dan hidungku gatal. Saat aku menguceknya, ternyata darah yang keluar dari sana.


"Mas... Mas... Aku mimisan Mas. " Teriak ku.


Aku menyeka nya dengan tisu, namun darah masih juga mengalir.


"By... Tolong saya By! " Panggil ku pada Rubby.


Rubby datang dengan berlari.


"Iya Bu, kenapa? " Tanya nya.


"Tolong, saya mimisan. "


"Ya allah Bu. Sebentar saya ambil kan tisu lagi. Persediaan obat Ibu ada? "


"Itu dilaci." Tunjuk ku.


Dengan sigap nya, Rubby membersihkan darah dari hidungku, dan memberikan ku obat agar darah nya berhenti.


"Udah By, saya udah ngga papa. Udah biasa juga begini. " Ucap ku padanya.


"Iya Bu, saya permisi dulu, mau lanjutin beres-beres kamar. " Pamitnya langsung pergi.


"Kerja nya bagus dan rapi, aku mulai menyukainya. " Batin ku.

__ADS_1


__ADS_2