MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)

MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)
Lelaki sempurna


__ADS_3

"By kenapa kesini ngga nelpon dulu?" tanya Mas edra.


"Pengen kasih kejutan... Ngga papa 'kan?"


"Ngga papa.... By bawa bekal lagi?"


"Iya... Ini. Mas laper? Yuk makan dulu," ajak Ku padanya. Dan Mas edra perlahan mengajak ku duduk disofa.


Aku menyiapkan makanan, dan memberikan padanya, lalu Ia santap dengan penuh nikmat.


"Mas..."


"Iya sayang, kenapa?


"Mama tadi pagi kerumah,"


"Ada apa?"


"Mama tadi nemuin By yang lagi duduk sama Kak Dee diteras belakang. Mama puji-puji By didepan Kakak, By ngerasa ngga enak."


"Ngga enak sama siapa?" tanya Mas edra, cuek.


"Sama Kakak lah... Takut nanti Kakak tersinggung atau sakit hati gitu,"


"By... Kakak mu ngga akan pernah sakit hati atau tersinggung, hanya karna ucapan Mama mirna, dan semua pujian nya terhadapmu."


"Ya... Cuma ngerasa ngga enak aja,"


"Ngga perlu kamu fikirkan. Kamu tahu Kakak mu gimana. Dia bahkan lebih takut jika kamu yang tersakiti oleh Mama mirna, daripada dirinya sendiri. Mas udah selesai makan nya, By udah makan?"


"Belum Mas... Tapi, By ngga selera makan. By pengen rujak," pinta Ku dengan manja.


"Kenapa tadi ngga minta Bik Nunik atau Bik Inah yang carikan?"


"Ngga mau... Mau nya Mas yang beli'in, terus Mas sendiri yang kasih ke By,"


"Ya Allah... Coba nelpon daritadi, kan bisa Mas cari'in, terus Mas anter kerumah."


"Ngga tahu... By pengen nya kesini, ayo Mas, cari rujak." rengek Ku.


"By tunggu disini... Ngga usah kemana-mana. Ada dideket sini tukang rujaknya, biar Mas keluar."


"Iya..." jawab Ku singkat.


Mas edra pun segera pergi keluar dengan setengah berlari demi menuruti keinginan ku. Rasa bahagia, dan kagum bercampur aduk dalam hati ku seketika.

__ADS_1


"Pantas saja, Kak Dee tak pernah rela melepas kan Mas edra bersama wanita lain. Dan Kak dee, ngga pernah bisa meninggalkan Mas edra sendirian hingga bersikeras menitipkan nya pada ku. Dan sekarang, setelah kami sudah menyatu, kami akan sekuat tenaga bersama-sama menjaga dan merawat Kak dee."


" Selamat siang, Bu. Bapak nyuruh saya bawain teh anget, " ucap Winda, yang memasuki ruangan kerja Mas edra.


"Eh... Mba Winda, makasih ya. Padahal saya ngga mesen,"


"Ngga papa... Saya langsung permisi Bu, masih banyak kerjaan lainnya. Kalau ada butuh sesuatu, Ibu panggil aja saya, atau karyawan lain." pesan nya pada ku.


"Iya... Makasih, ya." jawab ku.


Pov Edra.


"Mas... Rujaknya bungkusin Satu, ngga pake nanas, terus jangan pedes ya,"


"Baik Pak...." jawab tukang rujaknya.


Hari lumayan terik, dan aku duduk dibawah pohon menunggu rujak pesanan Rubby selesai dibuat.


Lima belas menit kemudian, Rujak pesanan ku selesai. Segera ku bayar aku berlari kecil menuju kembali kekantor untuk memberikan nya pada Rubby. Terbayangkan olehku, saat Ia melahap rujak ini dengan nikmatnya dihadapan ku.


"Pasti manis sekali. Terlebih lagi, saat ini Ia sedang hamil. Kenapa semakin menggemaskan bagi ku," gumam Ku disepanjang jalan.


Tersenyum dan bergumam sendiri. Itu lah kegiatan ku sedari tadi, seraya berjalan santai menuju ruang kerja. Hingga aku terhenti memperhatikan sekelompok karyawan yang sedang membicarakan sesuatu.


"Ya... Mungkin Ibu muda merasa lebih dari Ibu Diana. Karna lagi hamil, jadi... Ya gitu deh," ujar mereka satu persatu.


Aku hanya memperhatikan, tanpa mau menegur mereka sekarang. Karna jika itu ku lakukan, maka Rubby akan tahu jika Ia masih dijadikan bahan pembicara'an hingga sekarang.


"Ke Rubby dulu lah. Kasihan Anak ku ngiler nanti," gumam ku.


.


.


.


"By..." panggil Ku, saat melihatnya bersandar di bahu sofa dengan memainkan hp nya.


"Iya Mas... Udah dapet rujaknya?" tanya Rubby dengan girangnya, lalu menerima bungkusan itu dariku. "Hmm... Yummmy, seger banget kayaknya. Mas, mau?"


"Engga... By makan aja, abisin. Udah itu pulang, ya."


"Mas ngusir By, Mas ngga suka By disini?"


"Mana ada... Kan kasihan Kakak sendirian dirumah. Kasihan juga Baby nya kalau diajak keluyuran terus. Tapi, kalau By betah dan mau disini lama-lama ya ngga papa. Palingan nanti Mas ngga konsen kerja,"

__ADS_1


"Kok gitu? By ganggu?" tanya nya polos.


"Ya... By ganggu banget. Apalagi kalau disini, duduk disamping Mas. Pasti Mas ngga akan konsen kerja karna pandangan Mas bakal tertuju ke By terus," goda ku.


"Ish... Gombal...." sahut Rubby dengan wajah memerah, karna tersipu malu.


Aku meraih rujak yang dipegangnya, lalu beralih menyuapi nya.


"Maaf ya... Kalau dirumah, Mas ngga bisa memanjakan kamu seperti ini. Padahal, dimasa ini... Kamu benar-benar perlu perhatian khusus dan harus sering dimanja," sesalku.


"Mas... By ngga papa, Baby ngga manja juga. Bersyukur Baby ngga rewel dan ngga banyak minta nya, baru sebatas rujak." ujar Rubby.


"Iya... Mas bersyukur punya kalian yang begitu sabar dan saling suport. Tetap seperti ini ya, jangan terpengaruh oleh apapun yang bisa mengusik kita,"


"Iya.... Yaudah, makan rujak nya udah deh. By kenyang, By mau pulang aja. Oh iya... Nanti By mau mampir ke toko tanaman hias, mau beli'in Kakak berbagai tanaman,"


"Oke... Bagus lah, nanti bisa buat kegiatan Kakak mu selama dirumah, uangnya ada?" tanya ku.


"Uang By sekarang banyak, Kakak selalu ngasi uang, tapi By ngga pernah bisa belanjain karna kalau belanja Kakak yang bayarin."


"Bersyukur sayang.... Yaudah, By pulang ya, hati-hati dijalan." ujar ku dengan mengecup keningnya.


Perlahan Ia pergi dari hadapan ku, dan segera ku panggil winda untuk keruangan.


"Bapak panggil saya?" tanya Winda.


"Panggil staf yang receptionist, yang bernama Amel dan Rani."


"Baik, Pak." jawab nya. Lalu pergi meninggalkan ku.


Beberapa menit kemudian.


Tok... Tok.. Tok....!


"Permisi... Bapak panggil kita?" tanya mereka kompak.


"Iya... Saya mau tanya, apakah ada yang menggaji kalian lebih untuk bergunjing dikantor ini?"


"Ma... Maksud Bapak, apa?" tanya salah seorang dari mereka.


"Iya... Adakah yang akan memberikan bonus pada kalian, jika kalian bergunjing dikantor saya? Terutama, menggunjingkan istri saya?"


"Ma... Maaf Pak... Kami tidak bermaksud-...."


"Tidak bermaksud bergunjing, tapi hanya membicarakan istri saya? Ada hak apa kalian!!"

__ADS_1


__ADS_2