MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)

MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)
Mengejar restu.2


__ADS_3

Makan malam tiba.


Kami berkumpul diruang makan saat itu, begitu juga dengan Kak diana yang benar-benar antusias meskipun dengan selang infus yang masih terpasang.


"Bagaimana Pak, Bu, makanan nya enak?" Ucap Kak diana.


"Enak Bu, ternyata begini makanan orang kaya ya." Jawab Ibu.


"Ah biasa saja Bu, kami tidak merasa jika diri kami ini kaya, karna kami pun hanya menjalankan usaha milik keluarga besar."


Obrolan menjadi semakin hangat dan penuh keakraban, hingga tiba saat Bapak menanyakan tentang hari pernikahan.


"Jadi... Rencana nya, saya akan menkahi Rubby tiga hari lagi Pak." Jawab Mas edra.


"Tidak terlalu cepat?" Tanya Bapak.


"Tidak Pak, karna kami butuh persiapan dengan Wo. Meskipun ini pernikahan kedua, tapi saya ingin pesta yang meriah buat Rubby." Ucap Kak diana.


"Baik lah..." Jawab Bapak.


"Apa anda yakin akan membuat pesta yang meriah untuk perinikahan kedua suami anda?" Tanya Bang halim.


"Iya, tentu saja. Saya akan undang semua kolega saya, dan semua sahabat kami, dan memperkenalkan Rubby pada mereka." Ucap kak diana lagi.


"Apa anda tidak berfikir efeknya untuk Rubby nanti?"


"Kenapa? Takut jika Rubby akan dianggap orang ke tiga?"


"Iya, jujur kami menakutkan itu." Jawab Bang halim.


Aku yang merasa suasana kembali memanas, akhirnya memberanikan diri untuk menengahi.


"Ehmmm... Kak, Bang. Rubby mau kasi saran boleh?" Tanya ku.


"Iya By... Silahkan." Jawab kak diana.


"By mau nya yang sederhana aja lah Kak, yang penting sah, lagian Kaka juga masih sakit. Takut nya, nanti lagi acara kakak kecape'an terus drop."


"By benar Dee... Kita buat sederhana aja, yang penting sah dimata agama dan hukum." Sahut Mas edra.


"Ya... Baik lah kalau itu mau kalian. Makasih sudah begitu memperhatikan Kaka ya By."


"Iya kak."

__ADS_1


Sebenarnya aku hanya tak ingin terbawa perasaan saat akad nanti.


Semua keputusan sudah diambil. Kami akan menikah tiga hari lagi sesuai rencana.


Menjelang hari pernikahan, Kak diana mengajak aku dan otang tua ku berbelanja berbagai perlengkapan. Diantara nya pakaian couple.


"Kak..."


"Iya By?"


"Bagaimana dengan Nyonya?"


"Aah itu tenang saja. Kami tak memberi tahu nya tentang acara ini."


"Tapi, beliau pasti tahu."


"Sudah ku kirim orang untuk menjaga rumah itu, hingga Ia tak akan bisa kemana-mana."


"Oh... Syukurlah." Ucapku dengan nacas lega.


"Bapak Ibu sudah selesai belanja nya?" Tanya Kak dee.


"Udah, yuk pulang." Ajak ku.


"Hallo mas," tanya nya pada Mas edra. Wajahnya langsung berubah saat itu, dan aku tak tahu apa yang mereka katakan. Hingga Kak diana menutup telfon nya.


"Mas edra, nelfon Kak?" Tanya ku padanya.


"Iya, rupanya Mama mirna manggil dia untuk kerumah,"


"Sendirian?"


"Iya By, semoga tidak ada apa-apa ya," ucapnya dengan tenang sembari menatapku.


Pov Aledra.


"Kenapa Mama meminta ku kerumah? Apa yang ingin dibicarakan nya?" Batinku bertanya-tanya sepanjang perjalanan.


Setibanya dirumah itu, para pengawal yang ku tugas kan untuk berjaga dengan sigap membuka pintu nya.


"Keadaan aman kan," tanyaku pada mereka.


"Aman Tuan. Nyonya tak bisa kemana-mana selama ada kami disini," ujar mereka kompak.

__ADS_1


Aku segera memarkirkan mobilku digarasi dan masuk kerumah itu.


"Ma, kenapa manggil edra?" tanya ku seraya menghampiri nya diruang tamu.


"Kamu lama-lama mau nentang Mama ya dra, kamu mau nikah lagi tanpa persetujuan mama, udah hebat kamu," ucap Nyonya mirna dengan sikap anggun nya.


"Ma, sebelumnya Edra minta maaf sama Mama. Ini semua demi kebaikan kita bersama dan untuk menjaga perasaan masing-masing."


"Mama tahu dra, Mama ini hanya lah ibu sambung buat kamu. Tapi yang harus kamu tahu sayang, jika Mama mencintai kamu itu seperti anak kandung mama sendiri. Mama mendidik mu dan membesarkan kamu dengan kasih sayang selama ini."


"Iya Ma, Edra tahu, tapi edra juga takut jika nanti Mama hadir dipesta itu, maka semua nya akan jadi berantakan. Edra ngga mau Diana drop lagi Ma," ucapku dengan menggenggam tangan nya.


"Dia lagi dra, Mama lelah dengan semua ketaklukan mu pada Diana. Bahkan kamu menikah dengan wanita itu pun karna Dia yang meminta nya," balas Mama yang mulai kesal dengan mengetenyitkan dahi nya.


"Iya Ma..."


"Baik lah, apa mau dikata semua sudah terjadi. Restu dari Mama buat kalian berdua sayang."


"Benarkah Ma, terimakasih Ma. Edra begitu senang memdengarnya," balasku yang spontan memeluknya.


"Ini buat kamu bahagia sayang, tapi tidak untuk wanita itu. Dia akan merasakan lebih dari apa yang Diana rasakan selama menjadi menantu yang tak ku anggap."


"Ma, Mama baik-baik ya dirumah. Asal mama menuruti Edra kali ini, Edra pun akan berusaha membalas jasa Mama ke Edra Ma."


"Baiklah sayang... Hati-hati ya, selamat atas pernikahan kedua mu," ujar Mama dengan memeluk ku erat.


Aku melaju pulang dengan perasaan yang gembira. Tak ku sangka, ternyata begitu mudah mendapatkan restu dari Mama menginggat, bahwa Mama sempat mengamuk waktu itu.


" Semua restu sudah didapatkan, tinggal acara nya saja. Meskipun berat dan merasa tak rela jika aku harus mengucapkan Ijab qabul untuk yang kedua kalinya, tapi ini semua demi kamu Dee. Supaya kamu bahagia sayang," gumam ku sambil menyetir mobil dengan kecepatan sedang dan kembali ke kantor.


Pov author.


Sedang Edra yang bersemangat karna  Sang Mama yang telah memberi restu. Dirumah besar, Diana dan Rubby sedang menyibuk kan diri untuk mempersiapkan pernikahan yang sebentar lagi akan digelar.


Mereka nampak bahagia dengan tugasnya masing-masing. Terutama Diana, yang memang begitu menginginkan pernikahan ini segera berlangsung.


"By, sayang... Ibu harap, By mau melepas kalung itu Nak," ucap Ibu Lilis dengan membelai rambut Rubby.


"Bu, By belum rela."


"By, kamu akan menikah. Bagaimanapun pernikahan ini terjadi, kamu nanti nya sudah akan sah menjadi istri Tuan Aledra, By."


"Tapi Bu," sanggah Rubby dengan Mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Bu Lilis hanya mengangguk dan perlahan melepaskan kalung itu, meskipun Rubby sedikit menangis dihadapan nya.


__ADS_2