Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Kurashi merasa kecewa


__ADS_3

"Aku tidak mengenal mu, kenapa mencari ku?"Tanya Lavender dengan penasaran


"Lavender, apa kau masih ingat nama ku adalah Sijero di saat itu, dan kau berjanji pada ku akan menikah dengan ku setelah kita dewasa, apa kau masih mengingatnya?" tanya Kurashi dengan berharap


"Oh...iya aku ingat, ternyata kau adalah Sijerapah itu?"


"Benar, kita sudah kenal semenjak dulu, tapi setelah kita dewasa ternyata kita juga sudah bertemu tapi masih saling tidak kenal, bagus sekali jika diri mu adalah gadis itu" ucap Kurashi dengan memeluk Lavender dengan erat


"Hah..jangan memeluk ku, aku tidak bisa bernafas" bentak Lavender dengan kesal


"Maaf! maaf. Lavender, apa kau tahu tujuan ku ke kota ini?" ucap Kurashi dengan melepaskan pelukannya


"Tidak tahu" jawab Lavender dengan menjauhkan jaraknya dengan Kurashi


"Lavender, aku ke kota ini adalah untuk mencari gadis kecil yang dulu berjanji menikah dengan ku, dan tidak menyangka bahwa aku sudah menemukannya dari awal, pantas saja dari awal aku merasakan ada perasaan istimewa di saat pertama kali melihat mu" ucap Kurashi dengan senyum


"Sudah! sudah, jangan mengatakan itu lagi, lagi pula di saat itu kita masih kecil, kenapa di anggap serius dengan ucapanku?"


"Tapi aku menganggapnya itu adalah janji mu, oleh sebab itu aku datang untuk menikah dengan mu"


"Aku tidak ingin menikah dengan mu, kau aneh sekali" bentak Lavender dengan kesal dan melangkah keluar dari apartemen


"Lavender, Lavender. dengarkan aku, aku bukan main-main aku serius dengan mu" kata Kurashi yang mengejar langkah Lavender


"Aku juga sedang serius, aku tidak mau menikah dengan mu" jelas Lavender dengan menghentikan langkahnya


"Kenapa? apa karena George?"


"Bukan, tapi karena aku tidak menyukai mu, dan lebih baik kau jaga jarak dengan ku, aku tidak mau lagi di ancam oleh singa jepang itu" bentak Lavender emosi


"Dia tidak akan melukai mu, aku akan membawa mu pergi dari sini"


"Membawa ku pergi? apa kau mengira aku adalah anak kucing yang bisa di bawa kemana-mana, aku adalah Lavender jika aku tidak mau maka siapa pun tidak bisa memaksa ku, tolong jaga jarak dengan ku" ucap Lavender dengan kesal dan ingin melangkah pergi


"Tunggu! Lavender, apa kau menolak ku begitu saja?" tanya Kurashi dengan memegang lengan Lavender


"Aku bukan menolak mu, tapi dari awal aku tidak pernah suka pada mu, jadi jangan mendekati ku lagi, aku tidak mau di datangi ayah mu lagi, dan jika terulang maka aku akan bertarung habis-habisan dengan kalian" jelas Lavender dengan emosi


"Lavender, apakah di saat itu kau hanya bercanda dan bukan karena kau mencintai ku?"

__ADS_1


"Aku tidak pernah menyukai mu, jadi jangan mencari ku lagi, aku tidak mau kena masalah karena mu, makanya tolong jaga jarak dengan ku" jawab Lavender yang berjalan dengan meninggalkan Kurashi yang merasa kecewa


Pasar keramaian


"Bibi, aku pulang" teriak Lavender yang melangkah masuk ke tokonya


"Lavender, cepat sekali kau pulang? tidak seperti biasanya kau pergi pagi pulang sore" kata Summy dengan seraya bercanda


"Aku sudah antar ke Atas sana jadi bisa cepat pulang"


"Atas sana? atas mana maksud mu?" tanya Summy dengan penasaran


" Alamat yang di berikan, Bibi, si pemesan Atas sana" jawab Lavender yang tidak menyadari salah menyebut nama


"Lavender, ke atas mana maksud mu?" tanya Summy yang kebinggunan


"Sama tuan Atas sana" jawab Lavender dengan mulai kesal


"Apa kau salah alamat?"


"Tidak, aku sudah menyerahkan ke pelanggannya, dan dia juga sudah bayar"


"Kenapa Bibi tidak percaya?"tanya Lavender dengan kesal


"Karena biasa kau tidak secepat ini pulangnya, dan aku curiga jika diri mu salah alamat"


"Bibi, uangnya ini dia sudah membayarnya, Atas sana sudah menerima pesanannya dan juga aku menarohkan ke atas mejanya" jelas Lavender sambil menunjukan lembaran uang


"Atas mana yang membayar mu?" tanya Summy dengan heran


"Apanya atas mana, Bi?"


"Tadi kau mengatakan atas sana jadi maksudnya atas mana?"


'Tuan Atas sana, dia yang memesan makanan itu dengan, Bibi. kenapa semakin lama bibi tidak menyambung saja" jawab Lavender yang mulai emosi


"Yang ku suruh adalah kau mengantarnya ke Apartemen apa kau mengantarnya ke atas apartemen sana? memangnya di sana ada yang tinggal?"


"Bibi, aku mengantar ke alamat yang tepat, sudah ku jelaskan tapi kenapa tidak mengerti?" ucap Lavender dengan kesal dan berjalan masuk ke dalam

__ADS_1


"Kenapa dia yang marah? aku akan menyuruhnya mengantar ke apartemen tapi dia malah mengantarnya ke atas sana, jadi atas mana yang dia maksud kan?" gumam Summy yang kebingunan


"Anak ini sangat membuat binggung, jika saja bukan pelanggan itu bukankah dia akan kecewa dengan layanan toko kami, tapi aku lebih penasaran makanan tadi di antar ke atas mana ya?" gumam Summy yang masih kebinggunan


Di sisi lain Kurashi sedang duduk di ruangannya sambil melihat foto gadis kecil yang selama ini di simpan di dalam dompetnya, merasa bahagia saat mengetahui gadis kecil itu adalah Lavender, akan tetapi merasa kecewa saat cintanya di tolak


"10 tahun aku pegang janji mu, dan setelah aku menemukan mu kau langsung menolak ku, jika waktu bisa di ulang aku ingin membawa mu bersama ku pulang ke jepang dengan begitu kita tidak akan terpisah" kata Kurashi dengan perasaan sedih


"George Hamilton, jangan berharap jika kau akan menjadi suaminya, karena hanya aku saja yang bisa menjadi suaminya" batin Kurashi


Markas Black White


"Ketua, sesuai perintah kami menyelidiki tentang Kaneshiro" kata Rocky


"Apa hasilnya?" tanya George yang sedang duduk di kursi besarnya


"Dia di temani oleh beberapa anggota saat datang ke kota ini, mengenai anggota di jepang belum ada info jika mereka menyusul"


"Tetap awasi saja setiap gerak-geriknya"


"Ketua, selama dia di sini dia sudah 2 kali berkunjung ke panti asuhan yang sama"


"Dua kali? untuk apa dia ke sana?"


"Dia hanya berdiri dan melihat panti itu, dia sama sekali tidak masuk ke dalam, dan setelah beberapa menit kemudian dia pergi"


"Apa hubungan dia dengan panti asuhan itu? coba selidiki lagi"


"Baik ketua" jawab Rocky


"Patrick, hubungi Tony dan Shances untuk bergabung dengan kita"


"Baik Ketua" jawab Patrick


"Ketua, apakah kita akan melakukan penyerangan?" tanya Rocky


"Belum, jika lawan tidak ada tindakan, kita tidak ada alasan untuk menyerangnya"


"Mereka bisa saja sedang menyusun rencana, dengan sifat mereka tidak mungkin diam saja" kata Patrick

__ADS_1


"Tapi selain itu mereka harus menyadari jika sini bukan jepang, jika mereka berani bertindak sembarangan maka mereka akan mati lebih cepat" ujar Rocky


__ADS_2