
"Lihat saja besok jika kau sudah bangun akan buat perhitungan dengan mu" kata George yang membuka baju Lavender dan membuka penutup lubang Bathtub sehingga airnya mengering
George melepaskan satu persatu pakaian Lavender sehingga tanpa sehelai benang yang menutupi tubuhnya, lalu George mengambil handuk dan membalut tubuh gadis itu dan kemudian mengendong dan menghempaskan ke atas kasur
Di saat dia menghempaskan Lavender dengan kasar Lavender bukannya terbangun tapi malah tidur dengan pulas
"Dasar gadis ceroboh, masih bisa tidur sepulas ini walau sudah di telanjangin, jika bukan karena kau ketiduran aku benar-benar ingin melahap mu karena sudah melukai mata ku" gumam George yang sedang mengambil baju Lavender
Di saat George duduk di tepi kasur dan ingin melepaskan handuk balutan Lavender untuk memakaikan piyama berwarna kuning, Lavender membuka matanya dan mendapati George sedang ingin menarik handuknya
"Aargggghhh" teriakan Lavender yang bangkit dan mendorong George dengan kuat sehingga mereka sama-sama jatuh ke lantai
Bruk
Hentakan keras tubuh mereka berdua
"Aaarrrhh, sakit" jeritan Lavender yang merasakan sakit pada tubuhnya
"Apa kau gila ya kenapa kau mendorong ku?" tanya George dengan merasa sakit di bagian tubuhnya
"Kenapa kau menarik handuk ku? mana pakaian ku?" tanya Lavender yang merasa kesal dan duduk di lantai
"Kau rendam dalam air dengan berpakaian dan juga ketiduran aku sudah membangunkan mu tapi kau malah mengingau dan meninju mata ku" jawab George
"Ja-jadi kau me-membuka baju ku?"
"Iya, aku ingin mengantikan pakaian mu"
"Kenapa kau melakukan itu? kau adalah pria dan aku adalah wanita, jadi kau sudah melihat semuanya?" tanya Lavender dengan kesal
"Iya, aku sudah melihat semuanya dari atas sampai bawah" jawab George dengan berdiri
"Dasar Gorila Hamil, aku akan meledakkan markas dan kediaman mu" bentak Lavender dengan kesal dan kemudian ikut berdiri
"Aku sudah melihat semuanya, karena kau sudah sadar bagaimana jika kita?" ucap George dengan menghampiri Lavender
"Jika kita apa?"
"Melakukan sesuatu yang biasa di lakukan oleh sepasang kekasih" jawab George dengan mengendong Lavender dan menidurkan di atas kasur
"Woii...apa yang kau lakukan?" teriak Lavender yang di tindih oleh George
"Aku sudah lama menunggu kesempatan ini. gadis nakal, malam ini aku ingin melakukannya dengan mu" kata George dengan melepaskan handuk yang menutup bagian bawah tubuhnya
"Jangan buka handuk mu, aku tidak mau melakukannya, cepat lepaskan aku" ucap Lavender dengan memejamkan matanya
George mencium bibir Lavender sambil menekan ke dua tangannya
"Hei..jangan melakukannya, cepat lepaskan aku" pinta Lavender yang melepaskan ciumannya
"Kau tidak bisa lari gadis nakal ku, aku akan melakukannya dengan lembut dan tidak akan menyakiti mu" goda George dengan mencium leh*r Lavender dengan liar
George menarik handuk yang membalut tubuh Lavender sehingga menampakkan tubuh Lavender yang polos dan dan putih mulus
"Tunggu..tunggu..,apa itu sakit?" tanya Lavender yang menahan tubuh George
__ADS_1
"Tentu saja tidak, aku akan melakukannya dengan pelan" jawab George dengan senyum
"Apa kau yakin tidak sakit? jika sakit aku akan menghajar mu" tanya Lavender
"Tidak akan sakit, serahkan saja pada ku. Lavender, aku mencintai mu" ucap George dengan mencium bibir Lavender dengan dalam, George mencium bibir Lavender hingga ke area wajah dan menurun ke lehernya
"Kenapa jantung berdetak dengan kencang, ini sangat memalukan untuk pertama kali aku tanpa pakaian di depan orang" batin Lavender
Di malam itu Patrick yang datang ke kediaman Hamilton dengan di temani oleh Rocky, Shances dan Tony dengan berniat ingin berjumpa dengan ketua mereka.
"Tuan Patrick, Anda sudah datang?" sahut asisten rumah tangga dengan sopan
"Iya, di mana ketua?" tanya Patrick
"Ada di kamar bersama nona Lavender"
"Tidak apa-apa, kami akan duduk di ruang tamu di sini saja" jawab Patrick dengan duduk di sofa bersama Rocky, Shances dan Tony
"Bagaimana dengan luka nona Lavender?" tanya Tony
"Luka bagian luar, mungkin saja ketua sedang merawat lukanya, walau pun sudah di obati oleh dokter ketua tetap saja ingin merawatnya sendiri" jawab Patrick
"Lavender, aku akan memulainya" ucap George dengan berisik di telinga Lavender
"Awas kalau sakit, aku akan menendang mu" jawab Lavender yang masih tidak tahu apa-apa
Di saat George mulai menyetub*hi Lavender, Lavender merasakan sakit yang luar biasa sehingga mengenggam erat lengan George.
"Woooiiiii..hentikaaaan" teriakan Lavender yang merasakan sakit yang luar biasa
"Ini hanya sebentar saja" jawab George dengan mencium Bibir Lavender sambil melakukan pergerakan dengan perlahan
"Cepat keluarkan dasar pembohooong" bentak Lavender dengan nada tinggi sehingga menembus ke ruang tamu
Patrick dan lainnya di kagetkan dengan suara yang tiba-tiba terdengar dari kamar ketua mereka
"Ada apa dengan mereka?" tanya Shances yang mendengar teriakan Lavender
"Sudah biasa, itu pasti luka di tangannya sedang sakit" jawab Patrick
George melanjutkan aksinya dan mengabaikan teriakan Lavender
"Woiiiii....hentikaaaaaannn" teriakkan Lavender yang lagi-lagi menembus ke ruang tamu
"Jangan berteriak begitu kuat" kata George yang sedang melakukan aksinya
"Hentikaaaaann....keluarkan cepaaaat Beo muuuuuu" teriakan Lavender yang mengema satu rumah
Para anggota George lagi-lagi di buat binggung sejak kapan kediaman ketua mereka memelihara beo
"Sejak kapan ketua mulai pelihara burung beo?" tanya Tony dengan heran
"Mungkin baru di beli tadi" jawab Patrick dengan binggung yang tidak tahu apa yang terjadi
"Sakittt, dasar penipuuuuuu, singkirkan beo muuuu" teriak Lavender yang sedang kesakitan
__ADS_1
"Lavender, jangan berteriak apa kau ingin para pelayan mendengar teriakan mu?"
"Kau pembohong, kau bilang tidak sakit tapi kenapa sakitnya menusuk jantung" bentak Lavender kesal
"Aku akan segera mengakhirinya" jawab George dengan mencium bibir Lavender sambil melakukan pergerakannya, karena merasa sakit yang luar biasa Lavender pun mengigit bibir George dengan kuat
"Aaahh...kenapa kau mengigit ku?" teriak George yang menghentikan aksinya karena rasa sakit pada bibirnya
"Cepat keluarkan, sudah ku bilang jika aku sakit aku pasti akan menghajar mu" ketus Lavender dengan kesal
"Kau tahu aku tidak akan melepaskan mu, gadis nakal ku" jawab George dengan mencium leh*e Lavender dan melanjutkan aksinya
Lavender yang lagi-lagi merasakan sakit dengan kesal dirinya pun mengigit telinga George
"Aaaaarrrrgghhhh...LAvendeeeeeeerr" teriakan George yang kesakitan di telinganya
"Apa kau yakin ketua baik-baik saja? dia sedang berteriak?" tanya serentak Rocky, Shances dan Tony dengan merasa khawatir yang sedang melihat ke arah kamar yang di lantai dua itu
"Itu sudah biasa, kalau mereka memang sering bertengkar dari dulu" jawab Patrick yang sedang duduk santai
"Cepat keluarkan Beo muuuu" teriakkan Lavender dengan nada menembus ke ruang tamu
"Jangan berteriak terus, nanti aku akan menutup mulut mu" kata George
"Beo mu kurang ajaaaaarr, aku akan menembaknya" teriak Lavender dengan kesal
"Kelihatannya beo yang di beli ketua sangat ganas, apakah di pesan dari luar negeri?" tanya Shances yang tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana
"Mungkin di ambil dari kebun binatang" jawab Patrick
Tidak lama kemudian mereka di kejutkan lagi dengan teriakan yang berasal dari dalam kamar itu
"Aaaaahhhrrrrrggggg" teriakan George yang menembus ke ruangan tamu karena hidungnya di gigit oleh Lavender
Lavender yang merasa kesal lalu mendorong George dan menimpanya
"Apa kau lebih suka posisi di atas?" tanya George dengan sengaja mengoda gadis itu
"Iya, aku akan menghajar mu malam ini" jawab Lavender yang lagi-lagi mengigit telinga George
"Lavendeeeeeeeerrrr" teriakan George yang bergema satu rumah
Karena merasa sakit pada bagiannya itu Lavender menghentikan gigitannya
"Sakit sekali, dasar pembohong" bentak Lavender yang menghentikan gigitannya dan duduk di samping George
"Aku juga sudah banyak luka karena mendapatkan banyak gigitan mu, kau di lahirkan tahun apa kenapa suka sekali mengigit?"
"Aku pendarahan, apa aku luka dalam?" tanya Lavender yang melihat bagiannya itu yang sedang mengeluarkan darah dan menutupi tubuhnya dengan selimut
"Apa ada yang bisa memberitahuku apa yang telah terjadi di dalam sana?" tanya Tony yang merasa binggung
"Mungkin beo yang baru di beli ketua masih belum jinak" jawab Patrick dengan singkat
"Apakah ini malam pertama mereka? bisa jadi gagal total, selama melakukannya sama-sama berteriak, kelihatannya perjalanan cinta ketua memang tidak mudah, nona Lavender begitu liar mana mungkin bisa di jinakkan saat di atas ranjang" batin Patrick
__ADS_1